Industri Kecil di Aceh dan Sumatera Barat Masuk Prioritas Pemulihan 2026
Kementerian Perindustrian menyiapkan rencana pemulihan bagi industri kecil terdampak bencana di Sumatera. Program menyasar tiga provinsi, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Eko S.A. Cahyanto mengatakan fokus pemulihan akan dijalankan mulai 2026. Perhatian utama diarahkan ke Aceh dan Sumatera Barat karena tingkat dampaknya lebih besar.
"Untuk tahun 2026 ini kami sudah merancang kegiatan untuk secara khusus fokus mengupayakan pemulihan industri kecil yang ada di tiga provinsi terdampak. Namun dari identifikasi yang kami lakukan karena sebagian besar ada di Provinsi Aceh dan di Sumatera Barat nanti akan kami lakukan verifikasi secara langsung di awal tahun 2026 untuk memastikan agar industri-industri kecil yang terdampak di sana bisa segera memulai lagi aktivitasnya," kata Eko di Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Program pemulihan dirancang bertahap. Intervensi meliputi bantuan mesin dan peralatan sederhana, penyediaan starter kit usaha termasuk bahan baku, pengembangan produk kebutuhan dasar dan fast moving, pendampingan teknis, serta fasilitasi kemitraan guna memperluas akses pasar.
Pendampingan teknis juga dilakukan melalui penguatan kewirausahaan di daerah terdampak. Skema pelaksanaan melibatkan penugasan dan sinergi lintas kementerian serta lembaga.
Eko menyampaikan persiapan program masih berjalan. Seluruh unit di lingkungan Kemenperin dilibatkan sejak tahap awal.
"Jadi seluruh Direktorat Jenderal dibantu oleh BSKJI dan BPSDMI yang punya juga satuan kerja di sana untuk memulai menyiapkan program tersebut dan ini yang nanti akan segera disampaikan, diusulkan oleh Bapak Menteri kepada Bapak Presiden karena terkait dengan penggunaan APBN," katanya.
Data Kemenperin menunjukkan dampak bencana menjangkau berbagai sektor industri. Sektor Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika mencatat lima industri terdampak di Sumatera Utara. Sektor industri agro menjadi yang paling terdampak dengan total 34 industri, terdiri atas 28 industri di Sumatera Utara dan enam industri di Sumatera Barat.
Sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil mencatat tiga industri terdampak di Aceh dan satu industri di Sumatera Barat. Dampak terluas terjadi pada sektor industri kecil dan menengah. Lebih dari 2.000 unit usaha terdampak, terdiri atas 1.647 IKM di Aceh, 52 IKM di Sumatera Utara, dan 367 IKM di Sumatera Barat.
Kemenperin juga mengidentifikasi tujuh dampak utama akibat bencana. Dampak tersebut meliputi gangguan akses jalan dan jembatan, terganggunya rantai pasok, penurunan kapasitas produksi hingga penghentian sementara, kendala logistik dan distribusi antardaerah, dampak terhadap tenaga kerja, ketergantungan pada infrastruktur pendukung, serta pemulihan operasional yang berlangsung bertahap.
Selain pemulihan industri terdampak, Kemenperin meminta pelaku industri nasional menjaga produksi barang bantuan bencana. Langkah ini ditujukan untuk menjamin ketersediaan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
"Secara langsung juga Kementerian Perindustrian menerima bantuan dari pelaku usaha industri dan masyarakat termasuk internal dari Kementerian Perindustrian yang sudah kami deploy langsung ke tiga provinsi tersebut. Bapak Menteri sendiri juga menyerahkan langsung beberapa alat komunikasi ke satuan kerja kami yang ada di Banda Aceh, Medan, dan Padang," kata Eko.
Tag: #industri #kecil #aceh #sumatera #barat #masuk #prioritas #pemulihan #2026