Kaleidoskop 2025: 10 Saham Jawara di Tengah Gejolak IHSG
Ilustrasi saham.(SHUTTERSTOCK/FEYLITE)
17:08
31 Desember 2025

Kaleidoskop 2025: 10 Saham Jawara di Tengah Gejolak IHSG

- Di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berfluktuasi sepanjang 2025, pasar modal Indonesia justru mencatat fenomena menarik.

Sejumlah saham mampu mencetak lonjakan harga hingga belasan persen. Saham-saham tersebut tampil sebagai “jawara” di saat pasar diliputi volatilitas dan kehati-hatian investor.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Azharys Hardian, memperlihatkan sepuluh saham dengan kinerja terbaik sepanjang 2025.

Ilustrasi pasar saham. Libur bursa saham Desember 2025. Hari libur bursa Desember 2025. Jadwal libur bursa Desember 2025. Tanggal libur bursa Desember 2025.PIXABAY/PETE LINFORTH Ilustrasi pasar saham. Libur bursa saham Desember 2025. Hari libur bursa Desember 2025. Jadwal libur bursa Desember 2025. Tanggal libur bursa Desember 2025.

Berikut rinciannya sepuluh saham “jawara” tahun ini.

1. PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG)

Sepanjang 2025, harga saham UDNG melonjak dari sekitar Rp 38 di awal tahun hingga mencapai Rp 5.200. Kenaikan sebesar 12.280 persen ini menempatkan UDNG sebagai saham dengan kinerja terbaik di BEI tahun ini.

Pada fase awal, pergerakan harga relatif datar dengan volume terbatas. Memasuki pertengahan tahun, saham ini mulai berakselerasi, diselingi beberapa fase koreksi tajam.

Meski sempat turun cukup dalam di beberapa titik, harga kembali naik dengan pola higher high dan higher low hingga mencetak rekor menjelang akhir tahun.

2. PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE)

Secara year to date (YTD), harga CBRE melesat dari sekitar Rp 19 menjadi Rp 980, atau naik 5.057 persen. Setelah bergerak datar cukup lama di awal tahun, saham ini berakselerasi pada paruh kedua tahun.

Ilustrasi saham. Membangun kekayaan dari pasar saham bukan soal keberuntungan. Investor sukses memiliki tujuh kebiasaan yang mereka lakukan secara konsisten dan terbukti menghasilkan dalam jangka panjang.PIXABAY/SERGEI TOKMAKOV Ilustrasi saham. Membangun kekayaan dari pasar saham bukan soal keberuntungan. Investor sukses memiliki tujuh kebiasaan yang mereka lakukan secara konsisten dan terbukti menghasilkan dalam jangka panjang.

Puncak reli sempat terjadi di kisaran Rp 1.700 hingga Rp 1.800 sebelum terkoreksi tajam. Menjelang akhir tahun, harga berfluktuasi di Rp 900  sampai Rp 1.100 dan ditutup di sekitar Rp 980.

3. PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)

Saham MGLV mengalami lonjakan agresif disertai volatilitas tinggi hingga berujung pada suspensi perdagangan.

Sepanjang 2025, harga saham MGLV melonjak dari sekitar Rp 76 menjadi Rp 2.200, atau naik sekitar 2.720 persen secara YTD.

4. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)

Harga saham BUVA naik dari sekitar Rp 49 menjadi Rp 1.390, atau menguat 2.680 persen sepanjang 2025.

Setelah bergerak datar di awal tahun, saham ini membentuk tren kenaikan konsisten dengan higher high dan higher low.

Akselerasi berlanjut pada paruh kedua tahun hingga mencapai puncak di kisaran Rp 1.700 sampai Rp 1.800, lalu terkoreksi moderat dan bergerak stabil di rentang Rp 1.200 sampai Rp 1.400.

5. PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA)

MORA mencatatkan lonjakan tajam setelah periode stagnan yang panjang. Harga saham MORA melonjak dari sekitar Rp 362 menjadi Rp 12.050, atau naik 2.463 persen secara YTD.

Reli berubah agresif dengan lonjakan hingga area Rp 14.000. Setelah menyentuh puncak sekitar Rp 14.050, harga terkoreksi tajam dan bergerak fluktuatif, namun tetap bertahan di level tinggi hingga akhir tahun.

6. PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP)

ATAP juga masuk jajaran jawara. Sepanjang 2025, harga sahamnya melesat dari sekitar Rp 24 menjadi Rp 620, atau naik 2.380 persen.

Ilustrasi saham, pergerakan saham. SHUTTERSTOCK/SHUTTER_O Ilustrasi saham, pergerakan saham.

Setelah lama bergerak datar di level rendah, harga perlahan naik ke kisaran Rp 100 sampai  Rp 200, sebelum akhirnya melonjak menembus Rp 600.

Pada puncaknya, saham sempat menyentuh Rp 650, sebelum berfluktuasi di rentang Rp 580 hingga Rp 620.

7. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)

PGUN mencatat reli ekstrem yang diikuti koreksi tajam. Harga saham PGUN naik dari sekitar Rp 424 dan sempat menyentuh puncak di Rp 29.525, sebelum terkoreksi dan ditutup di Rp 9.775.

Meski demikian, secara tahunan saham ini tetap membukukan kenaikan 2.205 persen. Pergerakan yang awalnya datar berubah menjadi reli agresif dalam waktu singkat.

8. PT Personel Alih Daya Tbk (PADA)

PADA memperlihatkan kenaikan yang lebih bertahap dan konsisten. Harga saham PADA melonjak dari sekitar Rp 10 menjadi Rp 304, atau naik 2.071 persen sepanjang 2025.

Setelah lama bergerak datar, saham ini membentuk tren higher high dan higher low hingga mencapai puncak di Rp 306 sebelum ditutup di Rp 304.

9. PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA)

PIPA mencatat lonjakan besar namun diikuti koreksi dalam. Secara YTD, harga saham PIPA naik dari sekitar Rp 11 dan sempat menyentuh Rp 625 sebelum turun dan bergerak konsolidatif di kisaran Rp 200 hingga Rp 250.

Meski terkoreksi, saham ini tetap membukukan kenaikan 2,045 persen sepanjang tahun ini.

10. PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX)

IRSX melengkapi daftar sepuluh besar. Harga saham IRSX naik dari sekitar Rp 21 menjadi Rp 625, atau melonjak 1.916 persen secara YTD.

Setelah lama bergerak datar, harga naik bertahap menembus Rp 100, sempat berkonsolidasi di Rp 250- Rp 300, lalu kembali berakselerasi hingga puncak di sekitar Rp 690 sebelum terkoreksi moderat.

Tag:  #kaleidoskop #2025 #saham #jawara #tengah #gejolak #ihsg

KOMENTAR