Bersih-bersih Pegawai, Bea Cukai Pecat 27 Pegawai, 33 Diproses
Ilustrasi logo Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC).(SHUTTERSTOCK/WULANDARI WULANDARI)
19:08
30 Desember 2025

Bersih-bersih Pegawai, Bea Cukai Pecat 27 Pegawai, 33 Diproses

- Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menegaskan komitmennya memperkuat integritas internal dengan menindak tegas pelanggaran disiplin pegawai.

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai Nirwala Dwi Heryanto mengatakan sepanjang 2024, Bea Cukai telah memberhentikan 27 pegawai yang terbukti terlibat fraud dan pelanggaran disiplin berat.

Adapun pada 2025 sebanyak 33 pegawai lainnya tengah diproses untuk penjatuhan hukuman.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mencatatkan kinerja positif di tengah memuncaknya kondisi geopolitik di Timur Tengah dan perdagangan internasional yang tidak stabil.Dok. Bea Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mencatatkan kinerja positif di tengah memuncaknya kondisi geopolitik di Timur Tengah dan perdagangan internasional yang tidak stabil.

“Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti secara tegas setiap pelanggaran disiplin, sebagai bagian dari penguatan kualitas dan integritas SDM Bea Cukai,” ujar Nirwala dalam Media Gathering, Selasa (30/12/2025).

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, DJBC juga melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari penguatan kultur organisasi, peningkatan kualitas pelayanan, hingga penguatan fungsi pengawasan di pelabuhan dan bandara.

Bea Cukai menegaskan setiap masukan dari publik akan dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan berkelanjutan.

Dari sisi pengawasan, pemanfaatan teknologi informasi terus diperkuat, termasuk pengembangan sistem pengawasan terintegrasi berbasis AI untuk mencegah praktik underinvoicing.

Penindakan diarahkan secara terukur agar efektif mengamankan penerimaan negara tanpa mengganggu aktivitas usaha yang patuh.

Selain pembenahan internal, Bea Cukai juga terus mengintensifkan pengawasan menjelang akhir 2025 guna mengamankan target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 301,6 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) didampingi Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Djaka Budhi Utama (kanan) melihat hasil penindakan penyelundupan barang Ilegal dan barang kena cukai (BKC) Ilegal hasil sitaan Kanwil Bea dan Cukai Jawa Tengah dan DIY di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Desa Megawon, Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (3/10/2025). Satuan Tugas (Satgas) Bea dan Cukai mencatatkan capaian signifikan dalam penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai karena sepanjang periode Januari - September 2025 berhasil melakukan 22.064 penindakan dengan total nilai barang mencapai Rp6,8 triliun. ANTARA FOTO/Nirza Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) didampingi Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Djaka Budhi Utama (kanan) melihat hasil penindakan penyelundupan barang Ilegal dan barang kena cukai (BKC) Ilegal hasil sitaan Kanwil Bea dan Cukai Jawa Tengah dan DIY di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Desa Megawon, Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (3/10/2025). Satuan Tugas (Satgas) Bea dan Cukai mencatatkan capaian signifikan dalam penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai karena sepanjang periode Januari - September 2025 berhasil melakukan 22.064 penindakan dengan total nilai barang mencapai Rp6,8 triliun.

Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan pengawasan dan pelaksanaan joint program bersama instansi terkait.

Memasuki 2026, tantangan penerimaan dinilai akan semakin besar. Pemerintah menargetkan penerimaan Bea Cukai sebesar Rp 336 triliun, termasuk rencana pengenaan bea keluar atas komoditas emas dan batu bara.

Untuk menjawab target tersebut, Bea Cukai menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam penelitian nilai pabean dan klasifikasi barang, modernisasi laboratorium, serta penguatan kompetensi SDM.

Selain itu, operasi penindakan juga akan dilakukan secara serentak dan terpadu di seluruh wilayah pengawasan.

Nirwala menegaskan, pengawasan dan penindakan akan terus dijalankan secara konsisten untuk menjaga penerimaan negara dan menciptakan iklim usaha yang sehat.

Ke depan, pada 2026, Bea Cukai memastikan agenda reformasi akan dilanjutkan secara konsisten melalui penguatan sistem berbasis teknologi, peningkatan kompetensi pegawai, serta optimalisasi pengawasan dan pelayanan sebagai bagian dari reformasi berkelanjutan di lingkungan DJBC.

Tag:  #bersih #bersih #pegawai #cukai #pecat #pegawai #diproses

KOMENTAR