Pemerintah Mau Naikkan Margin Fee, Bulog Usul Jadi 10 Persen
Pemerintah berencana menaikkan margin fee atau keuntungan yang didapatkan Perum Bulog dari penyaluran cadangan beras pemerintah (CBP).
Perum Bulog pun mengusulkan besarannya menjadi 10 persen dari harga pembelian beras di gudang Bulog. Adapun saat ini yang berlaku sebesar Rp 50 per kilogram (kg) beras.
Rencana kenaikan margin fee ini menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) pada Senin, (29/12/2025).
Zulhas mengatakan, finalisasi kebijakan tersebut masih menunggu rekomendasi Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
"Ini nanti kita akan bicarakan dengan BPKP," ucap Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (29/12/2025).
Terpisah, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, selama 11 tahun, terhitung sejak 2014, margin yang diterima Bulog tak pernah naik yakni Rp 50 per kg beras yang sudah disalurkan.
Menurutnya, nilai margin itu sudah tidak ideal lagi. Bulog disebut membutuhkan kenaikan margin agar pelaksanaan stabilisasi pasokan dan harga pangan, alias operasi pasar, bisa berjalan lebih optimal.
Maka dari itu, Bulog mengusulkan agar margin penugasan dinaikkan menjadi 10 persen dari harga pembelian beras di gudang Bulog.
"Awalnya disetujui 7 persen naik marginnya. Namun kami mengajukan alangkah baiknya, kita disetarakan dengan BUMN yang lain, 10 persen, baik Pertamina maupun PLN," ungkap Rizal ditemui di kantornya, Senin (29/12/2025).
Ia menjelaskan, untuk bisa menyalurkan CBP, Bulog terlebih dahulu melakukan penyerapan beras atau gabah dari petani sesuai harga pembelian pemerintah (HPP). Untuk membiayai pengadaan tersebut, Bulog pun mengandalkan pinjaman dari bank-bank BUMN.
Setelah melakukan penyerapan dari petani, beras pun disimpan di gudang sebagai CBP. Pembayaran dari pemerintah baru diterima Bulog setelah CBP disalurkan, baik melalui operasi pasar, bantuan sosial, bantuan pangan, maupun bantuan bencana.
Selama proses tersebut, Bulog harus menanggung beban bunga pinjaman perbankan. Dengan margin yang kecil, pembayaran yang diterima belakangan, serta bunga yang terus berjalan, Bulog berpotensi mencatatkan kerugian.
Pada 2025, Bulog bahkan berpotensi mengalami kerugian Rp 900 miliar. Sebaliknya, jika kenaikan margin fee menjadi 10 persen disetujui, Bulog berpotensi mencatatkan keuntungan hingga Rp 2,1 triliun.
"Begitu dinyatakan marginnya naik 10 persen, otomatis itu sudah naik menjadi Rp 2,1 triliun," ucap Rizal.
Selain memperbaiki kinerja keungan, kenaikan margin juga disebut bakal memperkuat kemampuan Bulog dalam menjalankan penugasan pemerintah, termasuk pengadaan CBP yang targetnya meningkat menjadi 4 juta ton pada 2026.
"Bulog diperintahkan menyerap gabah petani menjadi beras sebanyak 4 juta ton selama satu tahun, dari Januari sampai Desember (2026)," kata dia.
Tak hanya itu, Bulog juga mengusulkan penerapan satu harga eceran tertinggi (HET) di seluruh Indonesia. Tujuannya, agar masyarakat di berbagai daerah dapat membeli beras Bulog dengan harga yang sama.
Adapun saat ini, HET beras medium ditetapkan berbeda-beda, yakni sebesar Rp 13.500 per kg untuk Zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi), Rp 14.000 per kg untuk Zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan), dan Rp 15.500 per kg untuk Zona 3 (Maluku dan Papua).
Sementara HET beras premium terdiri dari Zona 1 sebesar Rp 14.900 per kg, Zona 2 sebesar Rp 15.400 per kg, dan Zona 3 sebesar Rp 15.800 per kg.
Rizal menuturkan, kenaikan margin akan memungkinkan Bulog menutup biaya distribusi, termasuk pengiriman beras ke wilayah Indonesia bagian timur, jika kebijakan satu HET diterapkan.
"Bahkan ini untuk menutupi biaya pengiriman ke Indonesia Timur," kata dia.
Lebih lanjut, kondisi keuangan yang lebih sehat juga diharapkan membuat Bulog mampu melanjutkan pembangunan infrastruktur secara mandiri.
"Selama ini kan Bulog kalau sedikit-sedikit mau bangun harus ada bantuan, harus minta dan sebagainya. Nanti enggak usah minta. Sudah dari fee margirn itu, bisa untuk mengembangkan bikin gudang kah, merehab gudang kah, bikin RMU kah," pungkas Rizal.
Tag: #pemerintah #naikkan #margin #bulog #usul #jadi #persen