PHK di AS Tembus 1,17 Juta pada 2025, AI Jadi Pendorong
Ilustrasi pemutusan hubungan kerja (PHK). (SHUTTERSTOCK/ANDRII YALANSKYI)
16:20
28 Desember 2025

PHK di AS Tembus 1,17 Juta pada 2025, AI Jadi Pendorong

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Amerika Serikat (AS) terus berlanjut sepanjang 2025.

Hingga November 2025, jumlah rencana PHK yang diumumkan perusahaan-perusahaan AS telah melampaui angka 1 juta.

Gelombang PHK di AS sepanjang tahun ini seiring restrukturisasi korporasi, adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta dampak kebijakan tarif yang menekan pasar tenaga kerja.

Ilustrasi pemutusan hubungan kerja (PHK).FREEPIK/PCH.VECTOR Ilustrasi pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dikutip dari CNBC, Minggu (28/12/2025), firma konsultan ketenagakerjaan Challenger, Gray & Christmas mencatat, rencana PHK pada November 2025 mencapai 71.321 orang.

Angka ini memang menurun dibandingkan Oktober, namun tetap mendorong total PHK sepanjang Januari sampai November 2025 menjadi sekitar 1,17 juta orang.

Jumlah tersebut tercatat 54 persen lebih tinggi dibandingkan periode 11 bulan yang sama tahun lalu dan menjadi level tertinggi sejak 2020, saat pandemi Covid-19 mengguncang perekonomian global.

Salah satu kontributor terbesar PHK pada November 2025 datang dari sektor telekomunikasi. Pengumuman PHK Verizon yang akan memangkas lebih dari 13.000 pekerja turut mengerek total PHK bulanan.

Di sisi lain, sektor teknologi juga mencatat PHK  signifikan, seiring percepatan pemanfaatan AI di berbagai lini bisnis.

Perusahaan teknologi melaporkan 12.377 pengurangan tenaga kerja pada November. Secara kumulatif, PHK di sektor ini sepanjang 2025 meningkat 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Challenger, Gray & Christmas mencatat, AI secara langsung telah disebut sebagai penyebab 54.694 PHK sepanjang tahun ini.

Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). WIKIMEDIA COMMONS/JERNEJ FURMAN Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Selain AI, kebijakan tarif juga memberi tekanan. Tarif disebut sebagai pemicu lebih dari 2.000 PHK pada November dan hampir 8.000 PHK sepanjang 2025.

Adapun alasan PHK yang paling sering dikemukakan perusahaan pada bulan tersebut adalah restrukturisasi, disusul penutupan usaha serta kondisi pasar atau ekonomi.

“Rencana pemutusan hubungan kerja menurun bulan lalu, tentu saja ini pertanda positif. Namun demikian, pemutusan hubungan kerja pada bulan November hanya dua kali meningkat di atas 70.000 sejak tahun 2008: pada tahun 2022 dan pada tahun 2008,” ujar Andy Challenger, pakar ketenagakerjaan sekaligus kepala pendapatan di Challenger, Gray & Christmas.

Challenger juga menyoroti perubahan pola waktu pengumuman PHK oleh korporasi besar di AS sejak krisis keuangan global.

“Trennya adalah mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja menjelang akhir tahun, untuk menyesuaikan dengan akhir tahun fiskal sebagian besar perusahaan. Hal itu menjadi tidak populer terutama setelah Resesi Besar, dan praktik terbaik menetapkan bahwa rencana pemutusan hubungan kerja akan terjadi di waktu selain liburan,” kata Challenger.

Meski angka PHK karyawan pada November 2025 menunjukkan penurunan, data tersebut tetap memberikan gambaran tekanan yang besar.

Pada Oktober 2025, perusahaan-perusahaan AS mengumumkan lebih dari 153.000 PHK, yang menjadi total tertinggi untuk bulan tersebut dalam 22 tahun terakhir.

Tekanan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi pasar tenaga kerja AS. Laporan ketenagakerjaan dari ADP menunjukkan, perusahaan swasta memangkas 32.000 pekerjaan pada November 2025.

Penurunan ini menjadi yang terbesar dalam lebih dari dua setengah tahun terakhir.

Dari sisi perekrutan, prospek sepanjang 2025 juga melemah. Challenger, Gray & Christmas mencatat, perusahaan hanya mengumumkan rencana perekrutan sebanyak 497.151 tenaga kerja hingga November 2025, turun 35 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terus bertambah di berbagai sektor di AS, memicu kecemasan pekerja. Sejumlah perusahaan besar mengumumkan pemangkasan tenaga kerja dalam jumlah besar. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terus bertambah di berbagai sektor di AS, memicu kecemasan pekerja. Sejumlah perusahaan besar mengumumkan pemangkasan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Namun demikian, data resmi pemerintah AS belum sepenuhnya mencerminkan lonjakan PHK tersebut.

Departemen Ketenagakerjaan AS melaporkan, klaim pengangguran mingguan secara tak terduga turun menjadi 191.000 pada pekan terakhir November 2025. Angka ini merupakan yang terendah dalam lebih dari tiga tahun.

Penurunan tersebut sekitar 27.000 klaim dibandingkan pekan sebelumnya, yang terutama dipengaruhi oleh penurunan signifikan di negara bagian California dan Texas.

Otoritas setempat juga menilai, angka tersebut kemungkinan turut dipengaruhi oleh libur Thanksgiving yang memengaruhi pola pelaporan klaim pengangguran mingguan.

Tag:  #tembus #juta #pada #2025 #jadi #pendorong

KOMENTAR