Kenapa KA Argo Bromo Anggrek Ganti Nama Jadi KA Anggrek?
Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek segera berganti nama menjadi KA Anggrek mulai Sabtu (9/5/2026) mendatang.
Perubahan nama KA Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek ini diumumkan melalui akun Instagram resmi @kai121_ pada Selasa (5/5/2026).
"Mulai 9 Mei 2026, KA Argo Bromo Anggrek hadir dengan identitas baru menjadi KA Anggrek," demikian bunyi keterangan unggahan akun Instagram resmi KAI.
Penyederhanaan nama KA Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek disebut sebagai cara mematangkan warisan yang telah lama melekat dalam perjalanan masyarakat Indonesia.
Baca juga: Kereta Jadi Favorit Saat Long Weekend, Penumpang Daop 9 Jember Naik 48 Persen
Nama anggrek yang tetap digunakan, digambarkan sebagai tumbuhan yang mampu bertahan dengan caranya sendiri. Dekat tanpa merusak. Lembut, tapi tak rapuh. Serta tenang, namun tidak lemah.
"Di situlah makna Anggrek menemukan bentuknya. Sebuah nama yang membawa keanggunan, keteguhan, dan kepercayaan dalam setiap perjalanan," tulis KAI.
Perubahan nama KA Argo Bromo Anggrek tidak memengaruhi tiket kereta yang telah dibeli penumpang. Semua tiket tetap bisa digunakan pada KA Anggrek sesuai jadwal dan kelas pelayanan yang dipilih.
Namun demikian, perubahan nama KA Argo Bromo Anggrek membawa tanda tanya besar. Mengapa nama kereta legendaris ini berubah menjadi lebih sederhana?
Baca juga: Sinergi Pusat dan Daerah Penting untuk Atasi Perlintasan Liar Kereta Api
Arti kata Argo dalam penamaan kereta
Kata "Argo" yang disematkan pada KA Argo Bromo Anggrek memiliki makna khusus. Tidak semua kereta punya nama ini.
Dilansir dari Kompas.com, Selasa (5/5/2026), kata Argo berasal darii bahasa Jawa Kuno yang berarti gunung.
Penamaan kereta api Argo juga diikuti dengan nama gunung yang berada dekat kota tujuan, termasuk KA Argo Bromo Anggrek.
Melalui penamaan Argo, KAI berharap masyarakat bisa terus mengenal gunung-gunung yang ada di Indonesia
Menariknya, nama Argo tidak diberikan untuk KA Malabar yang merujuk pada gunung di Bandung. Demikian pula dengan KA Krakatau dan Ciremai yang terinspirasi dari nama gunung tetapi tidak disertai kata "Argo" di depannya karena bukan termasuk kereta eksekutif.
Baca juga: Cuma Stasiun Kecil, Tetapi Ini Alasan Semua Kereta Api Wajib Berhenti di Sini
Sejarah nama KA Argo Bromo Anggrek
Ilustrasi KA Argo Bromo Anggrek.
Sejumlah warganet menduga perubahan nama KA Argo Bromo Anggrek disebabkan oleh kecelakaan kereta baru-baru ini.
KA Argo Bromo Anggrek diketahui terlibat dalam dua kecelakaan kereta terbaru 2026, yakni saat menabrak bagian belakang rangkaian KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 16 korban meninggal pada 27 April 2026.
Serta insiden menabrak mobil di perlintasan sebidang di Desa Sidorejo, Kabupaten Grobogan, yang menewaskan lima orang pada 1 Mei 2026.
Dilansir dari situs resmi INKA, KA Argo Bromo Anggrek merupakan produk pengembangan dari generasi Argo Bromo.
Argo Bromo Anggrek yang dikenal sebagai JS-852 dan diluncurkan pertama kali pada 24 September 1997.
Kode nama JS-852 berarti Jakarta-Surabaya ditempuh dalam waktu 8 Jam dan diluncurkan saat HUT RI ke-52.
Baca juga: Kereta Suite Class Compartment Hadir di KA Argo Bromo Anggrek, mulai Rp 2,1 Juta
KA Argo Bromo Anggrek dirancang lebih elegan dan nyaman dibandingkan pendahulunya.
Kereta ini menggunakan pegas udara agar goncangan kereta menjadi lebih halus dengan ciri khas jendela hitam memanjang, warna cat putih dengan stripping merah jambu, serta gambar bunga anggrek.
Dalam perkembangannya, KA Argo Bromo Anggrek juga digunakan untuk layanan KA Argo Lawu dengan rute Solo-Jakarta. Namun karena sering terjadi anjlok akhirnya rangkaian ini di mutasi ke Semarang dan dipakai untuk KA Argo Sindoro atau KA Argo Muria II dengan rute Semarang-Jakarta.
Setelah beroperasi selama kurang lebih 13 tahun, rangkaian KA Argo Bromo Anggrek diperbarui dengan perubahan stripping dari warna awal menjadi warna ungu.
Sementara interior tidak berubah secara signifikan namun diperbaiki sehingga tampak kembali seperti saat baru.
Rangkaian KA Argo Bromo Anggrek kembali dilaporkan anjlok beberapa kali. Akibatnya, seluruh rangkaian kereta ini ditarik dari operasional.
Sebagian rangkaian ditarik masuk ke dalam PT INKA yang kemudian mengembangkan bogie baru sebagai perbaikan dari bogie, sekaligus mengusulkan perubahan corak warna dan stripping kereta dari ungu menjadi hijau dan diberi nama Argo Bromo Anggrek.
Proses perubahan serta perbaikan kereta sebagian besar dilakukan di luar PT INKA, tepatnya di Balai Yasa Gubeng, kecuali proses modifikasi bogie beserta pemasangannya.
Setelah vakum sekian lama, KA Argo Bromo Anggrek kembali beroperasi pada musim mudik Lebaran 2011 dengan rangkaian KA Argo Bromo Anggrek Go Green walau hanya sebagian dari keseluruhan armada.
Baca juga: KAI Operasikan 29 Kereta Ekonomi New Generation, Cek Rute dan Tarifnya
Tag: #kenapa #argo #bromo #anggrek #ganti #nama #jadi #anggrek