Meta Buka Kacamata Pintar Ray-Ban untuk Aplikasi dan Game Pihak Ketiga
- Meta mulai membuka platform kacamata pintarnya, Meta Ray-Ban Display, untuk aplikasi dan game buatan pihak ketiga. Langkah ini dilakukan agar perangkat wearable berbasis AI tersebut memiliki lebih banyak fungsi di luar fitur bawaan Meta.
Meta sebelumnya memperkenalkan Ray-Ban Display sebagai kacamata pintar premium dengan layar terintegrasi dan dukungan AI. Perangkat ini dibanderol sekitar 800 dollar AS atau sekitar Rp 13 juta (kurs Rp 16.300 per dollar AS).
Sejak dirilis, Meta memang sudah menambahkan sejumlah fitur baru seperti teleprompter bawaan dan fitur handwriting virtual. Namun, kemampuan perangkat tersebut dinilai masih terbatas karena sebagian besar pengalaman pengguna masih bergantung pada layanan Meta AI.
Baca juga: Huawei Rilis AI Glasses, Kacamata Pintar Pesaing Meta Ray-Ban
Kini Meta mulai membuka akses bagi pengembang untuk membuat aplikasi khusus bagi Ray-Ban Display, baik melalui aplikasi mobile maupun web app.
Meta mengatakan pengembang dapat memanfaatkan toolkit khusus bernama Meta Wearables Device Access Toolkit untuk menghadirkan berbagai elemen tampilan seperti teks, gambar, tombol, daftar, hingga video di layar kacamata pintar tersebut.
Untuk aplikasi berbasis web, pengembang dapat memakai teknologi umum seperti HTML, CSS, dan JavaScript. Pendekatan ini membuat developer iOS, Android, maupun web lebih mudah membawa aplikasinya ke platform wearable Meta.
Dalam laporan keuangan kuartal keempat (Q4) 2025, EssilorLuxottica menyebut penjualan kacamata pintar Meta sepanjang 2025 meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan laporan sebelumnya.
Selain aplikasi produktivitas, Meta juga mulai menghadirkan game di perangkat tersebut. Beberapa game awal yang sudah diperkenalkan antara lain “GOAT” dan “2048”.
Game tersebut dapat dikendalikan menggunakan Meta Neural Band, gelang khusus berbasis electromyography (EMG) yang mampu membaca sinyal otot tangan pengguna untuk mengontrol perangkat lewat gerakan kecil jari dan pergelangan tangan.
Baca juga: Penampakan Awal Kacamata Pintar Samsung, Begini Tampilannya
Meta tampaknya ingin memperluas fungsi Ray-Ban Display menjadi platform komputasi wearable yang lebih terbuka, mirip seperti ekosistem aplikasi pada smartphone.
Langkah ini juga muncul di tengah meningkatnya persaingan perangkat AI wearable dari perusahaan teknologi lain seperti Google, Apple, hingga Snap.
Meta sendiri dijadwalkan kembali menggelar konferensi pengembang Meta Connect pada September 2026 mendatang, dengan fokus pada AI, wearable, dan virtual reality.
Tag: #meta #buka #kacamata #pintar #untuk #aplikasi #game #pihak #ketiga