Sering Dikejar Iklan di Internet Setelah Cari Produk? Ini Cara Menguranginya
- Pernah merasa seperti diintai setelah mencari sebuah produk di internet? Baru saja googling sepatu lari, tiba-tiba iklan sepatu muncul di mana-mana, mulai dari media sosial, aplikasi berita, hingga situs yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan belanja.
Fenomena ini bukan kebetulan dan bukan pula keajaiban teknologi semata. Di baliknya ada sistem pelacakan iklan yang bekerja secara otomatis mengikuti jejak digital yang ditinggalkan setiap kali pengguna berselancar di internet.
Sistem ini umumnya bekerja melalui cookies, piksel pelacak, dan berbagai teknologi identifikasi yang tertanam di hampir setiap situs web yang dikunjungi.
Data tentang apa yang dicari, halaman mana yang dibuka, hingga berapa lama seseorang melihat suatu produk dikumpulkan dan digunakan untuk menampilkan iklan yang dianggap relevan.
Meski bagi sebagian orang hal ini terasa membantu, tidak sedikit yang merasa tidak nyaman karena privasi mereka seolah terus dipantau.
Kendati demikian, bagi Anda yang kurang nyaman akan hal tersebut, terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi kejaran iklan di laptop.
Baca juga: Bos Apple Ternyata Takut Dibuntuti Iklan di Internet
Matikan iklan yang dipersonalisasi
Hampir semua platform besar seperti Google, Meta, Microsoft, dan TikTok mengaktifkan penargetan iklan secara default. Namun karena alasan kepatuhan regulasi, mereka diwajibkan menyediakan opsi untuk mengelola data dan preferensi iklan pengguna.
Untuk Google, buka My Ad Center dan matikan toggle Personalized Ads. Di Android, masuk ke Settings, pilih Google, lalu Ads, dan aktifkan Opt out of Ads Personalization.
Untuk Facebook, buka Settings, masuk ke Accounts Center, lalu Ad Preferences, dan batasi penggunaan aktivitas Anda untuk penargetan iklan.
Pengguna Windows 11 juga disarankan menggunakan aplikasi O&O ShutUp10++ untuk menonaktifkan berbagai pengaturan pelacakan Windows sekaligus dalam satu tempat.
Periksa izin aplikasi di ponsel
Ponsel menyimpan lebih banyak data dibanding browser. Aplikasi mobile bisa mengakses lokasi, kontak, kamera, mikrofon, hingga pengidentifikasi perangkat yang semuanya bisa dimanfaatkan untuk membangun profil iklan.
Banyak aplikasi juga menyematkan SDK pihak ketiga yang diam-diam mengumpulkan dan membagikan data ke jaringan iklan.
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memeriksa izin setiap aplikasi yang terpasang dan mencabut akses yang tidak benar-benar diperlukan, terutama izin lokasi.
Hapus juga aplikasi yang sudah jarang digunakan karena semakin sedikit aplikasi berarti semakin sedikit pihak yang bisa mengakses data Anda.
Jika memungkinkan, gunakan versi browser dari layanan seperti Facebook atau Instagram dibanding aplikasinya, karena versi browser lebih terbatas dalam mengumpulkan data.
Pasang pemblokir pelacak
Sebagian besar browser hanya memblokir cookies pihak ketiga, sementara banyak pelacak menggunakan teknik lain seperti fingerprinting dan piksel tak kasat mata yang tidak terdeteksi oleh pengaturan browser bawaan.
Ekstensi seperti uBlock Origin bisa memblokir iklan, pelacak, dan domain berbahaya di Firefox maupun browser berbasis Chromium. Untuk perlindungan tambahan, aktifkan daftar AdGuard Tracking Protection di pengaturannya.
Bagi pengguna Gmail, ekstensi Ugly Email dan Trocker bisa memblokir piksel pelacak di email, sehingga pengirim tidak bisa mengetahui kapan dan di mana pesan mereka dibuka.
Gunakan mesin pencari privat
Riwayat pencarian adalah salah satu sumber data terkaya untuk penargetan iklan. Google mencatat setiap kueri dan mengaitkannya dengan profil pengguna.
Beralih ke mesin pencari privat seperti DuckDuckGo, Startpage, atau Mojeek bisa memutus rantai pelacakan tersebut.
DuckDuckGo tidak mencatat kueri pencarian, Startpage menampilkan hasil Google tanpa pelacakan, sementara Mojeek menggunakan indeks mandiri yang tidak dipengaruhi algoritma mesin pencari besar mana pun.
Gunakan VPN
VPN mengenkripsi lalu lintas internet dan meroutingnya melalui server jarak jauh, sehingga situs web dan penyedia layanan internet hanya melihat alamat IP VPN, bukan alamat IP asli pengguna.
Meski VPN tidak menghentikan semua pelacakan, cara ini menghilangkan alamat IP dari persamaan dan mempersulit pengiklan mengaitkan aktivitas browsing dengan identitas asli pengguna.
Banyak VPN juga dilengkapi pemblokir iklan dan pelacak di level DNS. Untuk pengguna yang tidak ingin berlangganan berbayar, Proton VPN menawarkan tier gratis dengan data tak terbatas, sementara Windscribe memberikan kuota hingga 10 GB per bulan.
Pilih browser yang mengutamakan privasi
Browser yang digunakan juga menentukan seberapa banyak data yang dibagikan ke pengiklan. Firefox menawarkan perlindungan pelacakan yang kuat dan merupakan salah satu browser independen terpercaya.
Brave memblokir iklan, pelacak, dan fingerprinting secara default sambil tetap mendukung ekstensi Chrome.
Zen Browser menghadirkan antarmuka modern dengan tab vertikal berbasis mesin Firefox, sementara Vivaldi memberikan kontrol granular atas pengaturan privasi hingga per situs.
Menggabungkan beberapa langkah di atas sekaligus, seperti browser privat, pemblokir pelacak, mesin pencari privat, dan mematikan iklan yang dipersonalisasi, akan memberikan perlindungan yang jauh lebih efektif dibanding mengandalkan satu cara saja, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari MakeUseOf.
Baca juga: Gmail Penuh Email Promosi dan Iklan Mengganggu, Begini Menghentikannya
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.
Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.
Tag: #sering #dikejar #iklan #internet #setelah #cari #produk #cara #menguranginya