John Ternus Jadi CEO Apple, Pernah Sukses Besar hingga Blunder Fatal
- Setelah 15 tahun memegang kemudi, Tim Cook resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Chief Executive Officer (CEO) Apple.
Tongkat estafet kepemimpinan pembuat iPhone tersebut akan diserahkan kepada John Ternus, yang akan resmi menjabat pada 1 September 2026 mendatang.
Di mata publik awam, nama John Ternus mungkin belum setenar Jony Ive atau Phil Schiller. Namun, di dapur inovasi Cupertino, ia adalah raja hardware Apple.
Ternus merupakan sosok penting di balik lahirnya perangkat mutakhir seperti iPhone 17, meski di sisi lain, ia juga dikenal sebagai eksekutif yang pernah menelurkan inovasi paling gagal dalam sejarah modern Apple.
Rekam jejak Ternus di Apple membentang selama 25 tahun, penuh dengan inovasi brilian, tapi bukannya tanpa celah.
Ternus dan timnya adalah aktor utama di balik pengembangan lini gadget Apple, seperti iPhone 17 dan laptop murah MacBook Neo. Ia juga merupakan tokoh sentral yang menyukseskan transisi bersejarah Mac dari prosesor Intel menuju chip buatan sendiri, Apple Silicon (M-Series).
Baca juga: Ayah Steve Jobs, Imigran Muslim yang Menyesal Tak Mengenal Anaknya
Namun, jauh sebelum kesuksesan tersebut, Ternus pernah tersandung masalah desain yang fatal. Ia disebut sebagai salah satu petinggi yang paling bersikeras mendorong penggunaan Touch Bar pada lini MacBook Pro.
Fitur layar sentuh sekunder tersebut akhirnya dihentikan produksinya karena dianggap tidak praktis dan kurang diminati pengguna.
Ilustrasi panel Touch Bar di MacBook Pro.
Blunder terbesarnya terjadi ketika ia memberikan persetujuan untuk desain "butterfly keyboard" di lini MacBook. Inovasi yang bertujuan membuat bodi laptop menjadi sangat tipis ini justru berujung pada bencana keluhan massal.
Mekanisme keyboard tersebut sangat ringkih terhadap debu, memicu kerusakan tombol besar-besaran, hingga berujung pada tuntutan hukum dari konsumen yang merugikan reputasi Apple.
Baca juga: Keyboard Butterfly Rusak, Apple Ganti Rugi ke Pengguna tapi Ogah Akui Salah
Kendati sempat merilis produk "gagal", rentetan kesalahan tersebut nyatanya menempa gaya manajemen Ternus. Ia berevolusi menjadi komunikator ulung yang menjadi tameng kebijakan Apple di mata publik.
Contohnya, ia kerap tampil di garis depan untuk membela kebijakan pembatasan suku cadang servis Apple, berargumen logis bahwa langkah tersebut murni demi menjaga keamanan perangkat pengguna, bukan sekadar memonopoli bisnis reparasi.
Karier lurus sang insinyur mekanik
Karier pria asli California lulusan Teknik Mesin dari University of Pennsylvania (1997) ini terbilang sangat fokus.
Semasa kuliah, proyek tugas akhirnya adalah membuat lengan mekanik yang dikendalikan oleh gerakan kepala untuk membantu penderita kelumpuhan. Ini dianggap sebagai sebuah "ramalan" atas keterlibatannya di proyek robotika dan kacamata pintar Apple di masa depan.
Berikut adalah rekam jejak mentereng Ternus sebelum mencapai puncak hierarki Apple:
- Pra-2001: Merancang headset dan aksesori Virtual Reality (VR) di perusahaan rintisan Virtual Research Systems.
- 2001: Resmi bergabung dengan tim desain produk Apple. Proyek perdananya adalah monitor ikonis Apple Cinema Display.
- 2005: Menjadi manajer yang memimpin tim hardware untuk iMac G5. Ia dikenal "merakyat", menolak ruangan tertutup, dan memilih duduk di meja terbuka bersama timnya.
- 2013: Diangkat menjadi Vice President of Hardware Engineering. Di sini, ia membujuk kepala software Craig Federighi untuk menciptakan iPadOS, memastikan iPad tidak sekadar menjadi "iPhone raksasa". Ia juga dalang di balik Apple Pencil dan sensor LiDAR di iPhone Pro.
- 2021: Naik jabatan menjadi Senior Vice President (SVP), memegang kendali penuh atas desain hardware iPhone, AirPods, Mac, dan iPad.
- 2025 - 2026: Mengambil alih kepemimpinan divisi pengembangan robotika Apple, sekaligus ditunjuk sebagai Executive Sponsor untuk seluruh tim desain fisik maupun antarmuka Apple.
Baca juga: Siapa John Ternus, CEO Baru Apple Pengganti Tim Cook
Tag: #john #ternus #jadi #apple #pernah #sukses #besar #hingga #blunder #fatal