Bos ChatGPT: AI Makin Pintar, tapi Bahayanya Juga Meningkat
Ilustrasi AI(Freepik)
18:06
15 April 2026

Bos ChatGPT: AI Makin Pintar, tapi Bahayanya Juga Meningkat


- CEO OpenAI, Sam Altman, melontarkan peringatan serius kepada para pembuat kebijakan di Amerika Serikat. 

a meminta pemerintah segera menyiapkan langkah konkret untuk menghadapi era AI tingkat lanjut, atau yang sering disebut sebagai superintelligence.

Menurut Altman, AI kini bukan lagi sekadar konsep masa depan atau eksperimen di laboratorium.

Teknologi ini sudah bergerak cepat dan mulai menjadi salah satu penggerak utama ekonomi sehari-hari. Karena itu, Amerika Serikat perlu bersiap menghadapi dua konsekuensi besar dari perkembangan ini yaitu peluang ekonomi yang sangat besar, sekaligus risiko yang bisa berujung pada bencana.

Altman menjelaskan bahwa sistem AI yang sangat cerdas sudah mulai mampu mengambil alih pekerjaan seperti pemrograman dan riset, yang sebelumnya dikerjakan oleh satu tim penuh.

Ia juga menilai model AI generasi berikutnya akan membawa perubahan yang jauh lebih besar. Menurutnya, AI berpotensi membantu ilmuwan melahirkan penemuan penting dan membuat satu orang mampu menyelesaikan pekerjaan yang biasanya membutuhkan banyak tenaga.

Baca juga: Sering Curhat dengan ChatGPT? Hati-hati, Ini Kata Sam Altman

Ia menambahkan, pola kerja tenaga profesional juga sudah mulai berubah. Seorang programmer pada 2026, misalnya, dinilai bekerja dengan cara yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam jangka panjang, Altman memprediksi AI akan menjadi kebutuhan dasar, mirip seperti listrik. Nantinya, orang akan memiliki asisten pribadi super canggih yang berjalan lewat layanan cloud.

Altman juga menggambarkan bahwa penggunaan AI kemungkinan akan mengikuti sistem berlangganan yang fleksibel.

Semakin tinggi tingkat kecerdasan AI yang dipakai atau semakin intens penggunaannya, semakin besar pula biaya yang harus dibayar setiap bulan.

Bagi Altman, pengembangan superintelligence tidak hanya menyangkut inovasi teknologi, tetapi juga persaingan geopolitik.

Ia menekankan pentingnya bagi Amerika Serikat untuk unggul lebih dulu dalam pengembangan teknologi ini sebelum didahului negara pesaing.

Meski begitu, Altman tidak setuju jika proyek AI sepenuhnya diambil alih pemerintah. Ia menilai pendekatan seperti nasionalisasi justru berisiko gagal bila dijalankan sebagai proyek negara. Sebagai gantinya, ia mendorong model kerja sama antara pemerintah AS dan perusahaan swasta yang mengembangkan AI.

Di balik manfaat besar tersebut, Altman juga mengingatkan adanya ancaman serius. Salah satu risiko yang ia soroti adalah penyalahgunaan AI untuk mempercepat eksperimen biologi berbahaya.

Ia mengatakan dunia kini semakin dekat pada situasi ketika model AI open-source memiliki kemampuan sangat tinggi di bidang biologi.

Kondisi ini membuka kemungkinan buruk, termasuk potensi kelompok teroris memanfaatkan AI untuk merancang patogen baru yang mematikan. Ancaman itu, menurut Altman, bukan lagi sekadar teori.

Risiko besar juga muncul di bidang keamanan siber. CTO Ledger, Charles Guillemet, menilai AI telah menggeser keseimbangan kekuatan sehingga makin menguntungkan pihak peretas.

Dengan bantuan AI, hacker kini bisa lebih mudah menemukan dan mengeksploitasi celah keamanan pada aplikasi perangkat lunak. Serangan yang dulunya membutuhkan waktu berbulan-bulan kini dapat dilakukan hanya dalam hitungan detik.

Dampaknya sudah terlihat. Industri kripto, misalnya, mengalami kerugian hingga 1,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 24 triliun akibat pencurian siber sepanjang tahun lalu.
Melihat besarnya ancaman tersebut, Altman menekankan bahwa pencegahan tidak bisa dilakukan secara parsial.

Dibutuhkan koordinasi besar lintas sektor untuk menghindari skenario terburuk. Ia menegaskan, sangat penting memastikan bahwa pihak yang membangun AI adalah orang-orang yang punya integritas tinggi dan dapat dipercaya.

Baca juga: Sam Altman dan Jony Ive Bikin Gadget AI Baru Berbentuk Pulpen?

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.

Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Tag:  #chatgpt #makin #pintar #tapi #bahayanya #juga #meningkat

KOMENTAR