Raphinha Terancam Sanksi UEFA Usai Insiden Lawan Atletico
- Pemain Barcelona, Raphinha, menghadapi risiko hukuman setelah klubnya dibekuk oleh Atletico Madrid dan terdepak dari Liga Champions.
Barcelona mampu mencuri kemenangan 2-1 atas Atletico Madrid dalam laga leg kedua perempat final Liga Champions 2025-2026 di Stadion Metropolitano, Selasa (14/6/2026).
Cuma kemenangan tersebut tak cukup membawa Barca lolos ke semifinal Liga Champions.
Secara agregat, Barcelona kalah 2-3 lantaran tumbang dua gol tanpa balas dari Atletico dalam laga leg pertama perempat final di Camp Nou pekan lalu.
Usai hasil leg kedua di Metropolitano, bintang Barca, Raphinha, tidak menahan diri dalam menyampaikan pendapatnya.
Baca juga: Kata-kata Bijak Lamine Yamal Usai Barcelona Tersingkir di Liga Champions 2025-2026
Raphinha ikut ke Madrid untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekannya dan terlihat berada di lapangan sebelum pertandingan dimulai. Ia tak bisa turun karena cedera hamstring.
Penyerang Atletico Madrid, Ademola Lookman, merayakan gol ke gawang Barcelona. Hasil Liga Champions Atletico Madrid vs Barcelona bergulir di Stadion Metropolitano, Rabu (15/4/2026) pukul 02.00 WIB.
Raphinha Merasa Barcelona Dirampok
Sang pemain asal brasil duduk bersama skuad di bangku cadangan selama pertandingan dan tampak menunjukkan gestur kepada pendukung Atletico Madrid sesudah laga.
Melalui gestur itu, Raphinha bak ingin mengatakan bahwa mereka (Atletico) akan tersingkir di semifinal Liga Champions.
Tak lama setelah pertandingan, Raphinha berbicara kepada media dengan mengatakan pertandingan ini telah "dirampok".
Baca juga: Cesc Fabregas Jawab Rumor Gantikan Hansi Flick di Barcelona
Komentar itu mengindikasikan keputusan wasit menurutnya merugikan Barcelona di kedua leg perempat final.
Dia bahkan menegaskan kembali bahwa wasit tampaknya memang berpihak melawan tim Catalan tersebut.
“Wasit sangat buruk, keputusan yang dibuatnya sungguh tidak bisa dipercaya."
"Atletico melakukan pelanggaran yang tak terhitung jumlahnya, dan wasit bahkan tidak memberi mereka kartu kuning."
"Saya benar-benar ingin memahami ketakutannya bahwa Barca mungkin lolos ke babak selanjutnya,” tutur Raphinha dilansir dari Football Espana.
Ancaman Sanksi
Berdasarkan laporan dari Mundo Deportivo, Raphinha bisa dikenai sanksi atas tindakannya tersebut, dengan potensi larangan bermain hingga tiga pertandingan.
Tindakan Raphinha bisa dinilai sebagai pelanggaran kode etik pemain, termasuk mendiskreditkan UEFA.
Sanksi serupa pernah diberikan kepada Neymar Junior pada 2019 setelah mengkritik wasit saat Paris Saint-Germain tersingkir oleh Manchester United.
Larangan ini kemungkinan akan berlaku pada musim Liga Champions berikutnya.
Selain itu, Diario AS juga menyebutkan bahwa gestur Raphinha kepada fan Atletico Madrid dapat menyebabkan hukuman tambahan.
Sebab, sebelumnya pemain Real Madrid seperti Kylian Mbappe, Dani Ceballos, dan Jude Bellingham pernah didenda di stadion yang sama karena menunjukkan sebuah gestur kepada pendukung Atletico.
Sementara Antonio Rudiger pernah mendapatkan sanksi larangan tampil setelah melakukan gestur "penggal leher" yang kontroversial.
Tag: #raphinha #terancam #sanksi #uefa #usai #insiden #lawan #atletico