Apa Itu Juice Jacking? Modus Baru yang Bisa Curi Data dari Charger Publik
- Pernahkah Anda mengisi daya ponsel di stasiun pengisian daya gratis yang tersedia di bandara, mal, kafe, atau ruang tunggu?
Sekilas, fasilitas ini memang tampak praktis dan membantu, terutama saat baterai perangkat hampir habis di tengah aktivitas. Namun, di balik kemudahannya, ada risiko keamanan siber yang patut diwaspadai, salah satunya adalah juice jacking.
Juice jacking merupakan istilah untuk modus kejahatan siber yang memanfaatkan port USB publik untuk mencuri data atau menyisipkan malware ke perangkat pengguna.
Ancaman ini bisa terjadi ketika kabel atau port pengisian daya tidak hanya menyalurkan listrik, tetapi juga mentransfer data tanpa disadari pemilik perangkat.
Akibatnya, pengguna bukan hanya kehilangan daya baterai, tetapi juga berpotensi kehilangan data pribadi yang tersimpan di ponsel. Lantas apa yang dimaksud dengan Juice Jacking? Selengkapnya berikut ini uraiannya.
Baca juga: 10 Tips Hemat Baterai iPhone biar Tidak Sering Ngecas
Apa itu Juice Jacking
Dilansir dari laman American Association of Retired Persons, Juice jacking adalah istilah untuk modus kejahatan siber yang memanfaatkan port USB publik sebagai celah untuk menyerang perangkat pengguna.
Modus ini dikhawatirkan terjadi saat seseorang mengisi daya ponsel, tablet, atau perangkat lain di stasiun pengisian daya umum yang tersedia di bandara, hotel, pusat perbelanjaan, atau tempat publik lain.
Dalam skenario ini, port USB yang tampak seperti charger biasa ternyata juga bisa dipakai untuk mentransfer data, bukan sekadar menyalurkan listrik.
Istilah ini kembali ramai dibahas setelah FBI melalui kantor lapangan Denver pada April 2023 mengingatkan masyarakat agar menghindari penggunaan stasiun pengisian daya gratis di tempat umum.
FBI menyebut pelaku kejahatan siber telah menemukan cara untuk memakai port USB publik guna menyisipkan malware dan perangkat lunak pemantau ke perangkat korban.
Peringatan serupa juga pernah diperbarui oleh Federal Communications Commission (FCC) yang menyebut juice jacking sebagai salah satu taktik pencurian siber yang perlu diwaspadai.
Baca juga: 7 Tips Hemat Baterai Laptop Windows biar Tidak Sering Mengecas
Bagaimana cara kerja Juice Jacking?
Secara sederhana, ancaman juice jacking muncul karena kabel dan port USB tidak hanya berfungsi untuk mengalirkan daya, tetapi juga dapat menjadi jalur perpindahan data.
Jika port USB yang digunakan sudah dimodifikasi atau disusupi, perangkat yang terhubung berpotensi menerima akses data tanpa disadari pengguna.
Dalam kondisi terburuk, pelaku dapat mencoba memasang malware, mencuri file dan kata sandi, atau bahkan mengunci perangkat korban.
Meski begitu, sejumlah pakar keamanan siber menilai risiko juice jacking di dunia nyata tidak sebesar yang sering dibayangkan.
Laporan AARP menyebut peringatan FBI lebih bersifat imbauan umum agar publik tetap waspada, bukan karena ada lonjakan kasus besar yang sudah terbukti meluas.
Beberapa ahli bahkan mengatakan belum menemukan bukti kuat bahwa serangan ini telah menjadi ancaman yang masif di stasiun pengisian daya publik. Namun, secara teknis, serangan semacam ini tetap mungkin dilakukan.
Risiko juice jacking juga dinilai semakin kecil jika perangkat menggunakan sistem operasi dan aplikasi versi terbaru.
Pasalnya, serangan semacam ini biasanya memanfaatkan celah keamanan pada perangkat, bukan semata-mata dari port USB itu sendiri.
Pada iPhone dan banyak ponsel Android modern, koneksi USB baru umumnya akan dibatasi hanya untuk pengisian daya, kecuali pengguna secara manual mengizinkan transfer data.
Maka dari itu, saat muncul notifikasi seperti “charge only” atau “share data”, pengguna sebaiknya selalu memilih opsi isi daya saja.
Cara menghindari Juice Jacking
Terdapat beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan. Pengguna disarankan membawa kabel dan adaptor charger sendiri, lalu mencolokkannya langsung ke stop kontak listrik ketimbang memakai port USB publik.
Selain itu, membawa power bank cadangan juga bisa menjadi solusi yang lebih aman saat baterai menipis di perjalanan. Menjaga sistem operasi dan aplikasi tetap diperbarui jugapenting karena pembaruan biasanya memuat perbaikan celah keamanan.
Langkah pencegahan lain yang juga disarankan adalah mengunci ponsel sebelum dihubungkan ke port USB publik, atau bahkan mematikannya jika perlu.
Beberapa ahli menilai kondisi ponsel yang terkunci akan membuat transfer data lewat USB jauh lebih sulit terjadi. Pengguna juga bisa memakai USB data blocker, yaitu adaptor khusus yang hanya memungkinkan aliran listrik tanpa jalur transfer data.
Pada akhirnya, juice jacking memang bukan ancaman yang dilaporkan luas seperti skimming kartu atau penipuan aplikasi palsu.
Namun, tetap ada alasan untuk waspada karena serangan ini memungkinkan secara teknis. Dengan memahami cara kerjanya dan menerapkan langkah pencegahan sederhana, pengguna bisa mengurangi risiko pencurian data saat mengisi daya perangkat di tempat umum.
Baca juga: 3 Cara Mengecas iPhone yang Benar, Imbauan Langsung dari Apple
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.
Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.
Tag: #juice #jacking #modus #baru #yang #bisa #curi #data #dari #charger #publik