GoPro PHK 23 Persen Karyawan Global hingga Akhir 2026
Ilustrasi GoPro.(SeeNews)
10:06
9 April 2026

GoPro PHK 23 Persen Karyawan Global hingga Akhir 2026

KOMPAS.com – Perusahaan kamera aksi asal Amerika Serikat (AS), GoPro mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 20 persen karyawannya secara global hingga akhir 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi restrukturisasi perusahaan untuk menekan biaya operasional sekaligus memperbaiki kinerja keuangan yang dalam beberapa tahun terakhir tertekan.

Dalam dokumen yang diajukan ke regulator, GoPro menyebut akan memangkas sekitar 145 posisi kerja. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 23 persen dari total tenaga kerja perusahaan.

Baca juga: Saat Ratusan Karyawan Di-PHK, Bos Meta Justru Akan Dapat Bonus Besar

Dengan demikian, sebelum PHK dilakukan, jumlah karyawan GoPro secara global tercatat sekitar 631 orang.

Pemangkasan tenaga kerja itu dijadwalkan mulai berlangsung pada kuartal kedua 2026 dan ditargetkan sebagian besar selesai sebelum akhir tahun.

GoPro juga memperkirakan biaya restrukturisasi mencapai sekitar 11,5 juta dollar AS (sekitar Rp 195 miliar) hingga 15 juta dollar AS (sekitar Rp 255 miliar), yang mencakup pesangon serta manfaat kesehatan bagi karyawan terdampak.

GoPro Hero 10 Black.gopro.com GoPro Hero 10 Black.

Langkah efisiensi ini diambil di tengah tekanan bisnis yang dihadapi GoPro dalam beberapa tahun terakhir, dilansir San Francisco Chronicle dikutip KompasTekno.

Perusahaan harus menghadapi persaingan ketat di pasar kamera aksi dari produsen lain seperti DJI dan Insta360, serta meningkatnya kemampuan kamera pada smartphone yang menjadi alternatif bagi sebagian pengguna.

Baca juga: Insta360 Dituding Melanggar Paten GoPro, Terancam Diblokir di AS

Untuk memulihkan pertumbuhan, GoPro berencana menghadirkan generasi kamera baru yang lebih berfokus pada kebutuhan profesional. Produk tersebut akan ditenagai prosesor GP3 terbaru yang diklaim mampu meningkatkan kualitas gambar dan performa perangkat.

PHK kali ini bukan yang pertama bagi GoPro. Sebelumnya, perusahaan juga telah melakukan beberapa kali pengurangan tenaga kerja, termasuk pemangkasan sekitar 15 persen karyawan pada 2024 sebagai bagian dari upaya efisiensi biaya.

Didirikan pada 2002 oleh Nick Woodman dan berbasis di San Mateo, California, GoPro dikenal sebagai pelopor kamera aksi yang banyak digunakan untuk merekam aktivitas olahraga ekstrem, perjalanan, dan kegiatan luar ruang.

Tag:  #gopro #persen #karyawan #global #hingga #akhir #2026

KOMENTAR