OpenAI Mau Buka Rekrutmen Besar-besaran Tahun Ini
CEO OpenAI Sam Altman.(shutterstock via Tom's Guide)
13:12
24 Maret 2026

OpenAI Mau Buka Rekrutmen Besar-besaran Tahun Ini

- Saat banyak perusahaan teknologi melakukan pemangkasan karyawan, OpenAI justru mengambil langkah sebaliknya.

Perusahaan di balik chatbot AI populer ChatGPT ini dilaporkan berencana melipatgandakan jumlah karyawannya hingga mencapai sekitar 8.000 orang pada akhir 2026.

Saat ini, jumlah karyawan OpenAI berada di kisaran 4.500 orang. Artinya, sepanjang tahun ini, perusahaan AI yang didirikan Sam Altman ini menargetkan penambahan sekitar 3.500 atau hampir dua kali lipat karyawan baru.

Rencana ini pertama kali dilaporkan outlet media Financial Times (FT). Menurut dua sumber yang dikutip FT, perekrutan pegawai baru OpenAI akan dilakukan di berbagai divisi, mulai dari pengembangan produk, engineering, riset, hingga penjualan.

Baca juga: Timur Tengah Memanas, Nasib Nvidia, OpenAI, dkk Dipertaruhkan

Tak hanya itu, perusahaan AI yang naik daun sejak akhir November 2022 ini juga disebut akan merekrut tenaga khusus yang berperan sebagai “technical ambassador”. Peran ini bertugas membantu perusahaan atau klien memahami dan memanfaatkan teknologi AI OpenAI secara lebih optimal.

Langkah agresif ini menunjukkan bahwa OpenAI tengah mempercepat ekspansi bisnisnya, di tengah persaingan yang semakin ketat di industri kecerdasan buatan. Salah satu pesaing yang mulai mencuri perhatian adalah Anthropic, pengembang chatbot Claude.

Berdasarkan data AI Index dari perusahaan fintech Ramp, pelaku bisnis kini 70 persen lebih cenderung memilih layanan AI dari Anthropic dibanding OpenAI saat pertama kali mengadopsi teknologi tersebut.

Selain memperkuat tim internal, OpenAI juga terus memperluas kerja sama strategis. Pada Februari lalu, perusahaan ini mengumumkan kontrak dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk penggunaan teknologi AI mereka.

Kerja sama ini disambut kritik dan protes dari pelanggan. Bahkan jumlah subscriber ChatGPT menyusut 1,5 juta pelanggan dalam waktu kurang dari 48 jam setelah pengumuman.

Baca juga: Ini Bukti Warganet AS Tidak Main-main dengan Cancel ChatGPT

Alasannya, pelanggan ChatGPT Plus menanggap, OpenAI mendukung operasi militer, terutama terkait pengawasan massal dan pemakaian AI untuk senjata otonom.

Di sektor swasta, OpenAI juga dikabarkan tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah perusahaan investasi, termasuk Brookfield Asset Management, untuk mengimplementasikan AI di berbagai portofolio bisnis.

Di balik ekspansi ini, valuasi OpenAI juga melonjak tajam, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Engadget dan CNBC.

Dalam putaran pendanaan terbaru, perusahaan ini disebut memiliki valuasi hingga 840 miliar dollar AS (sekitar Rp 14.272 triliun), menjadikannya salah satu perusahaan AI paling bernilai di dunia saat ini.

Langkah kontras dengan perusahaan teknologi lain

Perusahaan yang didirikan oleh Jeff Bezos ini memiliki sembilan jenis robot berbeda yang bertugas membantu berbagai pekerjaan di dalam gudang. Amazon Perusahaan yang didirikan oleh Jeff Bezos ini memiliki sembilan jenis robot berbeda yang bertugas membantu berbagai pekerjaan di dalam gudang.

Langkah OpenAI ini menjadi kontras dengan tren industri teknologi yang masih diwarnai gelombang PHK hingga 2026 ini.

Misalnya, pada awal Maret 2026 ini, Amazon kembali memangkas pegawai. Menurut sumber dalam, setidaknya 100 karyawan terdampak PHK.

Mereka bertanggungjawab mendesain robot dan alat lainnya yang ditujukan untuk otomatisasi, khususnya di gudang.

Perusahaan fintech milik Jack Dorsey, Block, bahkan memangkas hingga setengah dari total tenaga kerjanya.

Sementara itu, perusahaan software asal Australia, Atlassian, juga melakukan PHK terhadap sekitar 4.000 karyawan atau sekitar 10 persen dari total staf. Atlassian merupakan pembuat sejumlah platform kolaborasi kerja populer, seperti Jira, Confluence, hingga Trello.

Baca juga: Perusahaan Pembuat Jira dan Trello PHK 1.600 Karyawan demi Investasi AI

Tak hanya itu, awal bulan ini, Meta dilaporkan mempertimbangkan gelombang PHK besar-besaran sebesar 20 persen atau lebih karena pengeluaran infrastruktur AI terus meningkat.

Sementara Perusahaan penyedia layanan Cloud, Oracle juga dilaporkan mempertimbangkan untuk melakukan PHK terhadap puluhan ribu pegawai di tengah melonjaknya pengeluaran AI dan meningkatnya tekanan keuangan.

Selain PHK, Oracle juga menunda perekrutan karyawan baru (hiring freeze), terutama untuk divisi cloud. Informasi ini mencuat dalam laporan terbaru yang dirilis media teknologi dan bisnis Bloomberg.

Tag:  #openai #buka #rekrutmen #besar #besaran #tahun

KOMENTAR