Penjualan Motor Nasional 2025 Tembus 6,41 Juta Unit, Tumbuh 1,3 Persen
Suasana pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (24/9/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
20:36
9 Januari 2026

Penjualan Motor Nasional 2025 Tembus 6,41 Juta Unit, Tumbuh 1,3 Persen



Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan sepeda motor di pasar domestik sepanjang 2025 mencapai 6.412.769 unit. Angka tersebut tumbuh 1,3 persen dibandingkan periode Januari–Desember 2024.

Capaian tersebut dinilai positif mengingat terjadi di tengah tekanan daya beli masyarakat sepanjang tahun lalu. Kondisi ini sekaligus menegaskan sepeda motor masih menjadi moda transportasi yang efisien dan produktif untuk menunjang aktivitas ekonomi dan kebutuhan harian masyarakat.

Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, mengatakan stabilnya pasar sepeda motor domestik tidak lepas dari kemampuan industri menyediakan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Menurutnya, sepeda motor tetap relevan sebagai alat transportasi yang efektif untuk berbagai aktivitas.

“Rata-rata penjualan sepeda motor domestik berada di angka 535.000 unit per bulan. Ini menunjukkan sepeda motor masih sangat dibutuhkan karena efisien dan efektif, baik untuk kebutuhan ekonomi, leisure, maupun gaya hidup masyarakat,” ujar Sigit.

Pada awal 2025, AISI memproyeksikan penjualan sepeda motor domestik berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Realisasi akhir tahun yang mencapai 6,41 juta unit menunjukkan pasar bergerak sesuai dengan proyeksi awal asosiasi.

Dari sisi segmentasi, skutik masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 91,7 persen. Sementara motor underbone menyumbang 4,46 persen, tipe sport 3,51 persen, dan sepeda motor listrik masih berada di bawah 1 persen.

AISI juga mencatat peran penting industri pembiayaan dalam menjaga stabilitas pasar. Sekitar 65 persen transaksi pembelian sepeda motor sepanjang 2025 dilakukan secara kredit, menjadikan sektor pembiayaan sebagai penopang utama pertumbuhan penjualan.

“Tahun lalu terjadi penurunan daya beli, terutama di segmen ekonomi menengah. Namun sepeda motor tetap dipilih untuk menopang kegiatan ekonomi produktif, sehingga pasar masih mampu tumbuh meski terbatas,” kata Sigit.

Secara wilayah, pertumbuhan permintaan di luar Pulau Jawa mampu menutup penurunan penjualan di Pulau Jawa. Kinerja positif sektor komoditas di sejumlah daerah menjadi penyeimbang melemahnya daya beli di Jawa akibat tekanan pada beberapa sektor industri.

Untuk menjaga minat pasar, pelaku industri juga aktif meluncurkan model-model terbaru. AISI menggelar Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 di ICE BSD pada 24–28 September 2025.

Pameran tersebut mencatat 103.789 pengunjung, dengan penjualan lebih dari 1.500 unit sepeda motor dan nilai transaksi sekitar Rp 70 miliar.
Dari sisi ekspor, kinerja industri sepeda motor nasional juga mengalami peningkatan. Sepanjang 2025, anggota AISI mengekspor 544.133 unit sepeda motor CBU, 8.139.894 set CKD, serta 138.455.487 unit komponen.

Memasuki 2026, AISI memproyeksikan pasar sepeda motor domestik tetap relatif stabil di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Meski demikian, industri masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, termasuk pemberlakuan opsen pajak di beberapa daerah serta dinamika ekonomi global.

“Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi dan tantangan yang ada, kami memproyeksikan pasar sepeda motor domestik tahun ini akan relatif stabil,” tutur Sigit. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan

Tag:  #penjualan #motor #nasional #2025 #tembus #juta #unit #tumbuh #persen

KOMENTAR