Polantas di China Pakai Kacamata AI, Bisa Periksa Kendaraan Dalam Sekejap
Kacamata pintar (smart glasses) yang digunakan polisi lalu lintas di Changsha, China. Perangkat ini diklaim mampu menampilkan ifnrmasi kendaraan, seperti data registrasi kendaraan, status uji kelayakan (inspeksi), hingga riwayat pelanggaran lalu lintas hanya dalam hitungan detik.(Gizmochina)
11:12
18 Desember 2025

Polantas di China Pakai Kacamata AI, Bisa Periksa Kendaraan Dalam Sekejap

Ringkasan berita:

  • Polisi lalu lintas China mulai memakai kacamata AI untuk memeriksa kendaraan secara cepat tanpa menghentikan pengendara, memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai alat bantu patroli di lapangan.
  • Smart glasses ini mampu memindai pelat nomor dalam 1–2 detik, menampilkan data kendaraan secara real-time lewat layar di lensa, dengan akurasi di atas 99 persen dan tetap berfungsi di berbagai kondisi cahaya.
  • Fungsi kacamata AI meluas ke pengenalan wajah dan terjemahan suara, sehingga proses penegakan hukum jadi lebih efisien, minim kontak fisik, dan mengurangi beban kerja polisi.

- Polisi lalu lintas (Polantas) di China punya aksesori gadget unik untuk mendukung pekerjaan mereka.

Jika sebelumnya pemeriksaan kendaraan mengandalkan radio, alat pemindai genggam, atau pengecekan manual, kini mereka mulai menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Pemanfaatan AI ini hadir dalam bentuk perangkat kacamata pintar (smart glasses) yang dikenakan langsung oleh polisi lalu lintas saat bertugas di lapangan. 

Lewat perangkat tersebut, petugas dapat memeriksa kendaraan yang lewat hanya dalam hitungan detik, tanpa harus menghentikan pengendara atau melakukan kontak fisik secara langsung. 

Berdasarkan pengumuman resmi dari Kepolisian Lalu Lintas Changsha pada tanggal 13 Desember, Detasemen Manajemen Lalu Lintas Biro Keamanan Publik Kota Changsha menyebut bahwa kacamata AI ini sudah mulai digunakan oleh petugas lapangan mereka. 

Bisa tampilkan informasi kendaraan kurang dari satu detik

Dari luar, kacamata pintar ini tampak seperti kacamata biasa. Namun, di balik tampilannya tersebut, perangkat ini dibekali sistem pemindaian canggih yang mampu menampilkan informasi kendaraan hanya dalam waktu satu hingga dua detik. 

Informasi tersebut ditampilkan lewat layar kecil yang terintegrasi di dalam lensa kacamata, sehingga petugas bisa langsung melihat data tanpa perlu berhenti berjalan atau mengakses perangkat tambahan. 

Yang menarik, kacamata AI ini juga dibekali fitur pengenalan pelat nomor otomatis (automatic license plate recognition). Fitur ini bekerja secara offline dan diklaim mampu memberikan data kendaraan secara cepat, dengan tingkat akurasi di atas 99 persen.

Adapun seluruh pemindaian tersebut dilakukan lewat kamera wide-angle beresolusi 12 MP yang terpasang di kacamata.

Kacamata AI yang digunakan polisi di Changsa, China, bisa menampilkan data kendaraan yang lewat melalui layar kecil yang terintegrasi di dalam lensa kacamata. Gizmochina Kacamata AI yang digunakan polisi di Changsa, China, bisa menampilkan data kendaraan yang lewat melalui layar kecil yang terintegrasi di dalam lensa kacamata.

Kamera itu dipadukan dengan algoritma stabilisasi gambar prediktif yang dirancang khusus untuk menjaga hasil tangkapan gambar tetap jelas meski petugas sedang bergerak atau berjalan di tengah arus lalu lintas yang padat.

Teknologi tersebut juga dirancang agar tetap andal di berbagai kondisi pencahayaan, baik siang hari maupun malam hari.

Dengan begitu, petugas tetap dapat melakukan pemantauan dan identifikasi kendaraan secara akurat tanpa terganggu oleh kondisi cahaya di lapangan.

Untuk cara kerjanya, ketika sistem berhasil mengidentifikasi kendaraan, kacamata tersebut akan terhubung ke basis data lalu lintas keamanan publik secara real-time.

Dari sana, petugas kepolisian akan bisa langsung melihat detail lengkap soal kendaraan, termasuk informasi registrasi, status inspeksi, hingga riwayat pelanggaran lalu lintas. 

Bisa mengenali wajah dan translate ke 10 bahasa 

Tak hanya untuk kendaraan, fungsi kacamata AI ini juga diperluas ke aspek penggunaan lain, seperti pengenalan wajah, penerjemahan suara secara langsung ke lebih dari 10 bahasa, serta perekaman video di lokasi kejadian untuk keperluan penegakan hukum.

Berkat kacamata pintar ini, petugas kepolisian di Changsa diklaim mampu memangkas waktu pemeriksaan secara signifikan.

Jika sebelumnya pengecekan satu lajur kendaraan bisa memakan waktu sekitar 30 detik, kini proses tersebut hanya membutuhkan waktu satu hingga dua detik saja, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Gizmo China.

Perangkat ini juga bisa mengurangi beban kerja manual, menekan tingkat stress petugas kepolisian, dan memungkinkan penegakan hukum tanpa harus melakukan kontak langsung dengan pengendara di jalan. 

Tag:  #polantas #china #pakai #kacamata #bisa #periksa #kendaraan #dalam #sekejap

KOMENTAR