Hasil PSG Vs Arsenal 1-1 (a.p. 4-3), Steven Gerrard Kritik Eberechi Eze
Steven Gerrard melontarkan kritik terhadap Eberechi Eze saat final Liga Champions 2025-2026 antara PSG dan Arsenal.(AFP/ALI ALHAJI)
05:37
31 Mei 2026

Hasil PSG Vs Arsenal 1-1 (a.p. 4-3), Steven Gerrard Kritik Eberechi Eze

Mantan pemain Liverpool, Steven Gerrard, memberikan kritik terhadap Eberechi Eze pada laga final Liga Champions (UEFA Champions League) 2025-2026 yang mempertemukan PSG vs Arsenal.

Partai puncak Liga Champions 2025-2026 antara PSG vs Arsenal berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Hongaria.

Pertandingan sengit PSG vs Arsenal tersebut harus berakhir imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu selesai, sebelum Les Parisiens mengunci kemenangan 4-3 melalui adu penalti.

Arsenal sejatinya mampu memimpin papan skor lebih awal berkat sontekan brilian Kai Havertz pada menit kelima.

Namun, kubu Les Parisiens sukses menyamakan kedudukan lewat tendangan penalti Ousmane Dembele pada paruh kedua, tepatnya di menit ke-64.

Baca juga: PSG Vs Arsenal 1-1 (a.p. 4-3), Havertz Batal Sejajar Rekor Langka Ronaldo

Karena tidak ada tambahan gol yang tercipta selama waktu normal dan 30 menit perpanjangan waktu, penentuan juara harus diselesaikan lewat titik putih.

Empat algojo penalti PSG menjalankan tugasnya dengan ketenangan penuh.

Di sisi lain, laju lari Eze yang tampak terbata-bata berujung pada tembakan yang melenceng.

Gabriel Magalhaes juga gagal setelah sepakannya melambung di atas gawang, sekaligus mengukuhkan status PSG sebagai penguasa Eropa.

Sorotan Terhadap Teknik Penalti Eze

Menanggapi kegagalan tersebut, Gerrard mengecam gaya penalti Eze yang dianggapnya tidak masuk akal dalam momen sepenting itu.

"Penalti sudah cukup sulit," ungkap mantan kapten Timnas Inggris itu kepada TNT Sports, dikutip dari Metro UK, Minggu (31/5/2026).

Baca juga: Hasil PSG Vs Arsenal 1-1 (a.p. 4-3): Les Parisiens Pertahankan Gelar UCL!

"Pikirkan tentang besarnya pertandingan, stadion, atmosfernya, itu sudah cukup sulit tanpa semua hal yang tidak perlu itu. Terobos saja, andalkan teknikmu."

Bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, gagal mencetak gol dari titik penalti pada laga final Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal FC di Puskas Arena, Budapest, pada 30 Mei 2026.AFP/ODD ANDERSEN Bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, gagal mencetak gol dari titik penalti pada laga final Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal FC di Puskas Arena, Budapest, pada 30 Mei 2026.

Pandangan senada diungkapkan oleh mantan penggawa Manchester United, Owen Hargreaves, yang mempertanyakan keputusan teknik ancang-ancang dari bintang Arsenal tersebut.

"Saya tidak pernah menyukai awalan lari seperti itu, saya pikir itu membuat Anda berada di bawah tekanan," terang Hargreaves.

"Saya lebih suka pemain memilih sudut gawang mereka dan langsung menendangnya masuk. Tendangan yang satu itu, jika Anda ragu-ragu, Anda bisa menimbulkan keraguan dalam pikiran Anda sendiri jika kiper tidak bergerak."

"Saya merasa kasihan padanya dan Gabriel karena mereka berdua pemain brilian. Saya hanya berpikir Anda perlu menghilangkan keraguan dengan berlari dan menendang penalti daripada ragu-ragu," lanjutnya.

Kebanggaan Les Parisiens

Laga puncak ini menandai penampilan perdana The Gunners di final turnamen tertinggi antarklub Eropa dalam 20 tahun terakhir, yang dicapai hanya sepekan usai mereka mengamankan gelar Liga Premier Inggris pertama mereka semenjak musim 2004.

Mantan gelandang mereka, Jack Wilshere, tetap menyuarakan optimisme di bawah asuhan Mikel Arteta.

"Butuh waktu untuk pulih, tetapi saya cukup yakin tidak akan butuh 20 tahun lagi untuk mencapai final lain dengan Mikel sebagai pelatih," kata Wilshere.

Baca juga: Hasil PSG Vs Arsenal 1-1: Gol Dembele Paksa Laga ke Extra Time

"Saya yakin kami (Arsenal) akan menang melalui adu penalti, tetapi ini sulit diterima."

Hargreaves turut mengapresiasi pencapaian tim asal London tersebut musim ini dengan menambahkan.

"Sungguh perjalanan luar biasa yang telah dilalui tim ini bersama para penggemarnya. Yang terbaik di Premier League, salah satu yang terbaik di Eropa. Arsenal akan tetap di sini, mereka akan terus maju," tegas Owen Hargreaves.

Sementara itu, PSG berhasil mencetak sejarah sebagai tim kedua usai Real Madrid yang sanggup mempertahankan trofi prestisius ini.

Pemain andalan PSG, Desire Doue, meluapkan rasa sukacitanya atas gelar kedua beruntun ini.

"Kami sangat, sangat bangga, sangat bahagia, dan bersyukur. Ini pertandingan yang sulit melawan tim yang bagus," ucap Doue.

"Kita harus menikmati ini sebagai sebuah tim, sebagai sebuah keluarga karena kita pantas mendapatkannya. Lihatlah para penonton!"

"Kita harus tetap rendah hati dan kita akan bekerja keras lagi, kita menginginkan lebih, kita adalah tim muda yang penuh semangat. Kita akan terus maju," pungkasnya.

Tag:  #hasil #arsenal #steven #gerrard #kritik #eberechi

KOMENTAR