Pep Guardiola Ungkap Penyesalan Terbesar di Man City
- Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengungkap penyesalan terbesar sepanjang masa kepemimpinannya di Stadion Etihad.
Pep Guardiola menyebut keputusan tidak memberi kesempatan kepada Joe Hart untuk membuktikan diri pada musim pertamanya sebagai pelatih Manchester City menjadi hal yang terus ia sesali hingga kini.
Pengakuan tersebut disampaikan Guardiola menjelang laga terakhirnya bersama City melawan Aston Villa pada Minggu (24/5/2026).
Pertandingan pekan terakhir Premier League 2025-2026 tersebut akan mengakhiri perjalanan 10 tahun Guardiola di Manchester City yang menghasilkan 20 trofi.
Tak Adil kepada Joe Hart
Saat Guardiola datang ke Manchester City pada 2016, Joe Hart merupakan salah satu pemain inti klub dan bahkan menjadi kapten kubu Citizens.
Kiper asal Inggris itu telah mencatat 347 penampilan dan membantu City memenangi dua gelar Premier League.
Namun, Guardiola memilih menyingkirkan Hart karena menginginkan penjaga gawang yang lebih nyaman memainkan bola dengan kaki.
Baca juga: Akhir Kisah Guardiola dan Man City, 20 Trofi, Tak Ada yang Abadi
Posisi Hart kemudian digantikan oleh Claudio Bravo sebelum akhirnya City mendatangkan Ederson.
Berbicara kepada Sky Sports, Guardiola mengaku keputusan tersebut masih membekas hingga sekarang.
“Saya harus mengakuinya. Saya punya penyesalan. Saya membuat banyak keputusan dan tentu melakukan kesalahan,” ujar Guardiola.
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memerhatikan laga kontra Burnley. Hasil Liga Inggris Burnley vs Man City berlangsung di Turf Moor pada Kamis (23/4/2026) dini hari WIB.
“Ada satu penyesalan yang saya simpan selama bertahun-tahun, yaitu saya tidak memberi Joe Hart kesempatan untuk membuktikan dirinya.”
Guardiola Ingin Memberi Kesempatan Kedua
Guardiola mengatakan seharusnya ia mencoba bekerja bersama Hart lebih dulu sebelum mengambil keputusan besar.
Pelatih asal Spanyol itu menilai dirinya saat itu terlalu cepat mengambil keputusan.
“Saya seharusnya berkata, ‘Joe, mari kita coba bersama.’ Jika tidak berhasil, kami bisa berubah setelahnya,” kata Guardiola.
“Setidaknya, proses itu sudah terjadi.”
Baca juga: Mundur dari Man City, Pep Guardiola Dapat Pekerjaan Baru di CFG
Guardiola juga menegaskan bahwa pengakuannya tersebut tidak mengurangi rasa hormat kepada Claudio Bravo maupun Ederson yang kemudian menjadi bagian penting Manchester City.
Ia menyebut pengalaman selama satu dekade di Inggris membuatnya belajar bahwa seorang pelatih tidak selalu mengambil keputusan secara adil.
“Kadang saya harus mengambil keputusan dan terkadang tidak cukup adil,” ujar Guardiola.
“Seiring waktu dan proses belajar, saya menyesalinya.”
Akhir Era Guardiola di Etihad
Guardiola akan meninggalkan Manchester City setelah laga terakhir Premier League musim ini.
Selama satu dekade, ia mengubah City menjadi salah satu kekuatan dominan sepak bola Eropa dengan koleksi berbagai gelar domestik dan internasional.
Selain trofi Premier League, Guardiola juga membawa Manchester City menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.