Persebaya Ukir Sejarah di Padang, Bernardo Tavares Ingatkan Soal Fokus
Pemain Persebaya Surabaya Francisco Rivera selebrasi usai menjebol gawang Semen Padang pada laga pekan ke-33 Super League 2025-2026 yang berakhir dengan skor 0-7 di Stadion H. Agus Salim, Jumat (15/5/2026) sore.(Dokumentasi Persebaya Surabaya )
08:21
16 Mei 2026

Persebaya Ukir Sejarah di Padang, Bernardo Tavares Ingatkan Soal Fokus

- Persebaya Surabaya menorehkan sejarah di Stadion H. Agus Salim Padang, Jumat (15/5/2026) sore.

Setelah bertahun-tahun gagal menang di kadang Semen Padang, Persebaya berhasil menang dengan skor telak 7-0 pada laga pekan ke-33 Super League 2025-2026.

Francisco Rivera membuka pesta gol Persebaya sebelum Arief Catur Pamungkas menggandakan keunggulan.

Setelah jeda, Bruno Moreira, Mihailo Perovic, dan Bruno Paraiba yang mencetak hattrick membuat Semen Padang benar-benar terpuruk di hadapan pendukung sendiri.

Baca juga: Hasil Semen Padang Vs Persebaya 0-7: Pesta Gol Bajul Ijo, Bruno Paraiba Cetak Tiga Gol

Di balik kemenangan besar tersebut, pelatih Bernardo Tavares belum sepenuhnya puas dengan penampilan timnya.

“Hasil besar, tapi pertandingannya tidak mudah. Kami mencetak dua gol, kami punya beberapa peluang bagus untuk mencetak lebih banyak di babak pertama. Tapi 10-15 menit terakhir babak pertama, saya tidak suka tim saya,” ujar pelatih asal Portugal itu.

Ia melihat adanya penurunan fokus ketika tim kehilangan bola. Situasi tersebut membuat Semen Padang sempat menemukan momentum untuk keluar dari tekanan.

“Reaksi kami saat kehilangan bola tidak bagus. Padang menciptakan peluang, mencetak gol yang offside, dan ada situasi lainnya,” imbuhnya.

Baca juga: Klasemen Super League 2025-2026: Arema FC Geser Persita Tangerang

Babak Kedua Jadi Demonstrasi Kekuatan Persebaya

Jika babak pertama masih menyisakan celah dalam permainan Persebaya, cerita berbeda terlihat setelah turun minum.

Persebaya bermain jauh lebih agresif, lebih tenang dalam penguasaan bola, dan sangat efektif memanfaatkan ruang.

Gol ketiga dari Bruno Moreira menjadi titik balik yang benar-benar mematikan mental tuan rumah. Membuat Semen Padang semakin sulit setelah Ade Kristiano menerima kartu merah.

Bermain dengan 10 orang membuat lini belakang lawan tidak mampu lagi membendung serangan klub berjuluk Bajul Ijo itu.

Bruno Paraiba tampil sebagai bintang lewat tiga golnya di babak kedua. Striker asal Brasil itu menunjukkan ketajaman yang selama ini ditunggu suporter Bajul Ijo.

“Saya pikir itu mematikan permainan. Bagus karena kami mencetak banyak gol, tapi kami harus tetap rendah hati,” kata Bernardo Tavares.

Pemain Persebaya Surabaya Toni Firmansyah dijaga pemain Semen Padang pada laga pekan ke-33 Super League 2025-2026 yang berakhir dengan skor 0-7 di Stadion H. Agus Salim, Jumat (15/5/2026) sore.Dokumentasi Persebaya Surabaya Pemain Persebaya Surabaya Toni Firmansyah dijaga pemain Semen Padang pada laga pekan ke-33 Super League 2025-2026 yang berakhir dengan skor 0-7 di Stadion H. Agus Salim, Jumat (15/5/2026) sore.

Meski menang besar, ia langsung mengingatkan para pemain agar tidak cepat puas.

Sebab, ia menilai kesalahan kecil dalam transisi bertahan bisa menjadi masalah serius saat menghadapi Persik Kediri di laga selanjutnya.

Kemenangan yang Mengangkat Mental Bajul Ijo

Kini tambahan tiga poin membuat Persebaya naik ke posisi empat klasemen sementara Super League 2025-2026 dengan perolehan 55 poin.

Tim berpeluang tampil di kompetisi Asia pun kembali terbuka lebar.

Hasil di Padang lebih dari sekadar angka di klasemen, tetapi terasa spesial karena berhasil menghapus catatan negatif yang selama ini membayangi klub.

“Kemenangan ini sangat bagus untuk tim karena tambahan tiga poin dan juga bersejarah. Ini pertama kalinya Persebaya menang di sini," kata Bernardo Tavares.

Baca juga: Persib dan Borneo FC Sengit, Pengamat Sebut Musim Ini Lebih Menarik

"Jadi para pemain ini bisa melakukan hal yang tidak bisa dilakukan tim-tim sebelumnya, saya senang untuk mereka,” sambungnya.

Menariknya, di tengah pesta kemenangan, mantan pelatih PSM Makassar itu tetap memberikan penghormatan kepada Semen Padang yang sudah dipastikan terdegradasi ke kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia musim depan.

“Respek besar untuk mereka. Saya berharap kalian segera kembali ke Liga 1 dengan stadion baru dan kondisi yang baik, karena wilayah Indonesia bagian ini layak memiliki tim di Liga 1,” pungkasnya.

 

Tag:  #persebaya #ukir #sejarah #padang #bernardo #tavares #ingatkan #soal #fokus

KOMENTAR