Steve McManaman: Para Pemain Adalah Bos di Real Madrid
Penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, berjalan melewati pelatih Xabi Alonso saat ia digantikan pada laga Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan FC Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 26 Oktober 2025.(AFP/OSCAR DEL POZO)
18:26
20 April 2026

Steve McManaman: Para Pemain Adalah Bos di Real Madrid

- Performa Real Madrid di kompetisi Eropa musim 2025-2026 mendapat sorotan dari mantan pemainnya, Steve McManaman.

Raksasa Liga Spanyol itu harus menghentikan langkah di babak perempat final Liga Champions UEFA setelah kalah dari Bayern Muenchen dengan agregat 4-6.

Dalam dua pertemuan, Real Madrid tidak mampu meraih kemenangan. Pada leg pertama, mereka kalah 1-2 di kandang.

Saat bertandang ke Allianz Arena, tim asuhan Alvaro Arbeloa kembali tumbang dengan skor 3-4.

McManaman menilai kegagalan ini tidak lepas dari kondisi internal tim. Ia menyoroti sikap para pemain bintang di skuad Madrid.

"Para pemain adalah bos di Real Madrid," kata McManaman.

"Pemain memiliki kekuatan yang luar biasa."

"Saya pikir itulah inti permasalahannya," ujarnya.

Baca juga: Respons Jose Mourinho Usai Dirumorkan Kembali Latih Real Madrid

Peran Pelatih Dinilai Kurang Dominan

Menurut McManaman, situasi tersebut berdampak pada jalannya tim di lapangan.

Ia menilai peran pelatih seharusnya menjadi pusat kendali dalam tim.

Ia membandingkan kondisi Madrid dengan klub lain seperti Liverpool dan Manchester City.

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, bereaksi terhadap gol Osasuna yang dicetak Ante Budimir pada laga Liga Spanyol antara CA Osasuna dan Real Madrid CF di Stadion El Sadar di Pamplona pada 21 Februari 2026.AFP/ANDER GILLENEA Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, bereaksi terhadap gol Osasuna yang dicetak Ante Budimir pada laga Liga Spanyol antara CA Osasuna dan Real Madrid CF di Stadion El Sadar di Pamplona pada 21 Februari 2026.

"Arne Sloth adalah bos di Liverpool, Pep Guardiola merupakan bos di Manchester City. Akan tetapi, para pemain adalah bos di Real Madrid,” tutur McManaman.

Ia menegaskan bahwa sebesar apa pun pemain, tetap harus mengikuti arahan pelatih.

Dalam pandangannya, keseimbangan peran ini penting untuk menjaga performa tim.

Baca juga: Pedihnya Diego Simeone Usai Atletico Madrid Gagal Juara Copa Del Rey

Pengalaman Era Galacticos

McManaman pernah merasakan situasi serupa saat membela Madrid pada periode 1999-2003.

Saat itu, klub dihuni banyak pemain besar seperti Zinedine Zidane, Luis Figo, dan Ronaldo Nazario.

Ia mengakui bermain bersama banyak bintang bukan hal mudah. Setiap pemain memiliki karakter dan ego masing-masing.

Meski begitu, McManaman tetap mampu meraih sejumlah gelar selama membela klub tersebut.

Selama kariernya di Santiago Bernabeu, ia berhasil meraih dua trofi Liga Champions, dua gelar LaLiga, satu Piala Super Spanyol, serta satu Piala Super Eropa.

Tag:  #steve #mcmanaman #para #pemain #adalah #real #madrid

KOMENTAR