Real Madrid Putus Hubungan dengan RFEF, Tuntut Perubahan Total Sistem Perwasitan
Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, berbicara kepada wasit yang menunjukkan kartu kuning kepadanya pada ;aga Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan Girona FC di stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 10 April 2026.(AFP/THOMAS COEX)
15:24
11 April 2026

Real Madrid Putus Hubungan dengan RFEF, Tuntut Perubahan Total Sistem Perwasitan

Klub Liga Spanyol (LaLiga), Real Madrid, secara resmi mengambil langkah drastis dengan memutuskan hubungan diplomatik dengan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF).

Keputusan ini merupakan buntut dari kekecewaan mendalam pihak manajemen terhadap kinerja wasit dalam kompetisi domestik yang dinilai tidak konsisten.

Puncak kemarahan klub terjadi saat laga melawan Girona, di mana insiden pelanggaran terhadap Kylian Mbappe di area terlarang tidak membuahkan penalti.

Hasil imbang 1-1 melawan Girona pada Jumat malam menambah daftar kegagalan Real Madrid untuk mengamankan poin penuh dalam beberapa pekan terakhir.

Pelatih Alvaro Arbeloa menyatakan bahwa ketidakadilan di lapangan hijau semakin menghambat langkah timnya untuk bersaing di papan atas klasemen.

Baca juga: Real Madrid Ditahan Girona, Arbeloa Langsung Geser Fokus

Baginya, keputusan-keputusan pengadil lapangan belakangan ini seolah mengonfirmasi adanya masalah sistemik dalam perwasitan Spanyol.

Perselisihan antara klub yang dipimpin oleh Florentino Perez dengan federasi sebenarnya telah berlangsung cukup lama.

Meski sempat ada upaya rekonsiliasi melalui perombakan di tubuh Komite Wasit (CTA) dengan menunjuk Fran Soto, pihak Los Blancos merasa perubahan tersebut hanya bersifat kosmetik.

Pihak klub meyakini bahwa La Liga telah "dinodai" oleh keputusan-keputusan yang merugikan, sehingga mereka memilih untuk meminimalisir partisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh federasi.

Ketegangan ini juga terlihat jelas dalam pertemuan tingkat tinggi di kancah Eropa.

Saat laga melawan Bayern Munich, Presiden Florentino Perez tampak duduk berdampingan dengan Presiden UEFA.

Sementara Presiden federasi Spanyol justru ditempatkan beberapa baris di belakang.

Hal ini mempertegas sikap dingin yang diambil oleh manajemen pusat terhadap otoritas sepak bola domestik.

Baca juga: Kata-kata Alvaro Arbeloa Usai Real Madrid Ditahan Girona 1-1

Kritik Keras Alvaro Arbeloa Terhadap VAR

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, bereaksi pada laga Liga Spanyol antara RCD Mallorca dan Real Madrid CF di Stadion Mallorca Son Moix di Palma de Mallorca pada 4 April.AFP/JAIME REINA Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, bereaksi pada laga Liga Spanyol antara RCD Mallorca dan Real Madrid CF di Stadion Mallorca Son Moix di Palma de Mallorca pada 4 April.

Dalam sesi konferensi pers usai pertandingan, Alvaro Arbeloa tidak mampu menutupi kekesalannya terhadap insiden yang dialami oleh Kylian Mbappe.

Sang pelatih menilai bahwa teknologi asisten wasit video (VAR) tidak digunakan secara adil dan transparan.

Mbappe sendiri dilaporkan sempat mengalami perdarahan setelah bertabrakan dengan pemain lawan di kotak penalti, namun wasit tidak memberikan respons apa pun.

“Bagi saya, ini penalti di sini dan di bulan. Dan… yah, ini hanya satu lagi. Satu lagi, satu minggu lagi. Begitulah adanya,” ujar Arbeloa kepada Diario AS.

Ia juga menambahkan ketidaktahuannya mengenai parameter penggunaan teknologi di lapangan.

“Tidak… tidak… Saya sendiri tidak mengerti, dan saya rasa tidak ada yang mengerti," lanjut pelatih kelahiran Salamanca pada 17 Januari 1983 itu.

"Kapan VAR digunakan? Saya rasa itu digunakan ketika menguntungkan, dan ketika tidak, ya, tidak digunakan."

"Itu sesuatu yang… yah, seperti yang saya katakan kemarin, Anda sudah tahu pendapat saya. Dan kejadian ini benar-benar menegaskannya."

Baca juga: Real Madrid Vs Girona: Singgung Kata Motivasi, Arbeloa Enggan Rotasi

"Menurut saya, ini kasus yang jelas. Mereka memberikan pelanggaran kepada Kylian di babak pertama yang, menurut saya, kurang serius daripada penalti," tegasnya.

"Itu saja. Kita sudah banyak mengalami masalah dengan wasit. Dengan wasit ini… minggu lalu di Mallorca… yah… (jeda dan setengah tersenyum), cerita lama yang sama.”

Mentalitas Berjuang Hingga Akhir

Meskipun jarak poin di klasemen dengan rival utama semakin menjauh, Arbeloa tetap menuntut anak asuhnya untuk menunjukkan semangat juang yang tinggi.

Baginya, menyerah sebelum kompetisi benar-benar berakhir bukanlah karakter dari klub asal ibu kota tersebut.

Ia meminta para pemain untuk memberikan performa dua ratus persen guna mengatasi segala rintangan, termasuk tekanan dari faktor eksternal di lapangan.

“Tidak, saya hanya akan merasakan hal itu pada hari kita kehilangan gelar. Sampai kita kehilangan gelar, kita akan terus berjuang," ungkapnya.

"Dan seperti yang selalu saya katakan: jika kita kehilangan gelar, kita tidak punya pilihan selain turun ke lapangan dan membela lambang kita, memberikan performa terbaik."

"Ini Real Madrid. Jadi, sampai hari terakhir, kita harus berjuang,” tutup Alvaro Arbeloa.

Tag:  #real #madrid #putus #hubungan #dengan #rfef #tuntut #perubahan #total #sistem #perwasitan

KOMENTAR