Tujuh Sikap MUI dan Majelis Agama untuk Pemilu Damai
Kegiatan Silaturahmi Nasional MUI dengan Majelis-Majelis Agama di Jakarta (16/1). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)
07:56
17 Januari 2024

Tujuh Sikap MUI dan Majelis Agama untuk Pemilu Damai

- Silaturahmi Nasional (Silatnas) MUI dan majelis-majelis Agama di Jakarta pada Selasa (16/1) menghasilkan tujuh seruan menyikapi Pemilu 2024. Mereka berkomitmen mengawal pemilu damai. Bagi mereka beda pilihan politik hal biasa. Persaudaraan sesama bangsa harus dijaga.

Tujuh seruan itu adalah komitmen untuk menjaga dan mengawal proses demokrasi, sesuai tahapan Pemilu 2024 agar berjalan dengan aman, damai, jujur, adil dan bermartabat. Kedua, mengajak semua komponen bangsa untuk berpartisipasi aktif mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2024.

Seruan ketiga, mengajak seluruh warga Negara Indonesia yang memiliki hak pilih untuk menggunakan haknya dengan penuh tanggung jawab. Keempat, mengajak semua pihak untuk ikut aktif melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap setiap tahapan pelaksanaan Pemilu agar berjalan sesuai aturan, berlangsung secara aman, damai, jujur, adil dan bermartabat.

Kelima: MUI dan majelis-majelis agama juga mengajak semua pemangku kepentingan, paslon, timses, parpol dan elite politik untuk bersikap sportif dan taat azas dalam berkampanye dengan tidak menjadikan konten agama dan SARA sebagai bahan kampanye negatif dan bahan candaan.

Seruan keenam, mendesak seluruh komponen bangsa baik Pemerintah, peserta Pemilu maupun masyarakat untuk menerima hasil Pemilu yang dilaksanakan dengan Netral, jujur, adil dan bermartabat.

Tujuh yang menjadi poin terakhir, mengajak seluruh komponen bangsa untuk menjadikan Pemilu sebagai pesta demokrasi yang menjunjung perbedaan pilihan, namun tetap menjaga persaudaraan dan persatuan.

Tujuh poin deklarasi itu disampaikan menjadi sikap MUI beserta tokoh-tokoh yang hadir dalam Silatnas untuk berkomitmen mengawal Pemilu 2024 yang damai dan bermartabat.

"Selaras dengan tema yang kami usung, Silaturahim ini untuk menciptakan pemilu yang damai, jujur, adil, dan bermartabat," kata Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah M. Cholil Nafis. Dia menegaskan MUI telah memutuskan untuk aktif mengawal Pemilu 2024 nanti, dalam kapasitasnya sebagai kekuatan civil society.

"Alhamdulillah dan syukur kepada Allah, pimpinan harian telah memutuskan untuk aktif mengawal pemilu yang jujur, adil, damai, dan bermartabat sebagai bagian dari siyasah dauliyah," kata dia.

Langkah yang akan dilakukan, menggalang kerja sama antarumat beragama dan ormas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat menjelang pemilu mendatang.

Cholil menambahkan, pentingnya sosialisasikan hak pilih, jaga perdamaian, dan hindari permusuhan menjelang pemilihan.

Lebih lanjut, Kiai Cholil juga menyebut Pancasila khususnya sila pertama menjadi landasan dalam pergerakan. "Berangkat dari ajaran agama, kita mendukung nilai-nilai keagamaan berdasarkan Pancasila, khususnya sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, yang menjadi landasan pembinaan umat. Hal ini merupakan kontribusi kita bagi bangsa dan negara," kata dia.

Dia berharap, masyarakat akan memilih pemimpin berintegritas, bukan karena uang ataupun sentimen kesukuan. "Saya berharap, dalam pemilu tahun ini, rakyat dapat memilih pemimpin berdasarkan hati nurani, tanpa pengaruh money politik atau sentimen kesukuan, melainkan berlandaskan penilaian atas track record dan visi misi calon pemimpin," ujar dia.

Editor: Ilham Safutra

Tag:  #tujuh #sikap #majelis #agama #untuk #pemilu #damai

KOMENTAR