Peran Perempuan Dinilai Penting dalam Transformasi Fintech P2P Lending
Acara Media Gathering Rupiah Cepat bertajuk ''Mengatasi Stereotip: Peran Perempuan dalam Transformasi Fintech P2P Lending'', Selasa (30/4). (Foto: Dimas Choirul/JawaPos.com)
15:40
30 April 2024

Peran Perempuan Dinilai Penting dalam Transformasi Fintech P2P Lending

 

Industri Fintech P2P Lending telah menjadi kekuatan tak terbantahkan dalam transformasi ekonomi global. Meski begitu, sayangnya masih terdapat stereotip yang melekat terkait peran perempuan di dalamnya.

Rupiah Cepat, sebagai pelopor dalam sektor ini merasa penting untuk menanggulangi dan memperjuangkan inklusi perempuan dalam peran yang lebih penting dan terhormat dalam dunia Fintech.

“Dalam era yang semakin maju ini, peran perempuan dalam mengelola keuangan telah menjadi semakin penting. Kami percaya bahwa Inklusi keuangan memegang peran penting dalam memberdayakan perempuan secara finansial," kata Chief Business, Legal, and Compliance Officer Rupiah Cepat, Yolanda Sunaryo dalam acara Media Gathering Rupiah Cepat bertajuk "Mengatasi Stereotip: Peran Perempuan dalam Transformasi Fintech P2P Lending", Selasa (30/4).

Dengan akses yang lebih luas terhadap produk dan layanan keuangan, lanjut Yolanda, perempuan dapat membangun tabungan, mengelola investasi, dan mengurangi risiko keuangan.

Hal itu didukung dengan data dari survei AFTECH yang menunjukkan 39,239 transaksi fintech disumbang oleh kalangan perempuan, dan sebanyak 53,390 penyelenggara fintech menganggap urgensi pasar perempuan cukup penting.

"Ini bukan hanya tentang kesetaraan, tetapi juga tentang menciptakan kesempatan yang merata bagi perempuan untuk membangun kemandirian yang lebih kuat dan lebih inklusif untuk masa depan yang lebih baik bagi semua," jelas Yolanda.

"Oleh karena itu, keterlibatan perempuan dalam posisi kepemimpinan dan pengambilan keputusan sangatlah vital untuk pertumbuhan dan perkembangan sektor ini," tandasnya.

Selain, dalam rangka perayaan Hari Kartini, Aulia Maghfiroh, selaku Public Relations Specialist Rupiah Cepat juga melihat bahwa diskusi ini diharapkan mampu menambahkan pandangan positif mengenai industri Fintech P2P Lending di sisi pemberdayaan perempuan.

Sebagaimana diketahui, menurut laporan dari Female Founders Fund, menunjukkan bahwa perusahaan yang didirikan oleh perempuan hanya mendapatkan kurang dari 390 dari total modal ventura yang diberikan. Selain itu laporan dari McKinsey & Company juga mencatat keterwakilan perempuan yang rendah di tingkat eksekutif dan posisi kepemimpinan.

Karena itu, melalui kegiatan ini, Rupiah Cepat berharap untuk melibatkan para pemangku kepentingan perempuan yang sudah berkarier di Fintech P2P Lending untuk berbagi pengalaman, wawasan, dan inspirasi mereka. Rupiah Cepat juga berkomitmen untuk memperkuat hubungan antar pemangku kepentingan dalam industri ini, termasuk para perempuan yang ingin memulai karier mereka di bidang fintech.

“Melalui kegiatan ini, Rupiah Cepat juga berharap masyarakat dapat lebih memahami peran perempuan dalam industri Fintech P2P Lending dan merayakan kontribusi mereka yang jarang disorot. Selain itu, acara ini juga diharapkan dapat menginspirasi perempuan untuk terlibat lebih aktif dalam perkembangan teknologi keuangan,” pungkasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin

Tag:  #peran #perempuan #dinilai #penting #dalam #transformasi #fintech #lending

KOMENTAR