



VIDEO Kala KSAU Tanam Padi & Pastikan Dapur Siap Dukung Program Makan Bergizi Gratis di Lanud Halim
Penanaman padi secara simbolik di area persawahan milik TNI AU itu dilakukan dalam rangka program ketahanan pangan.
Tampak Marsekal Tonny bersama sejumlah pejabat TNI AU dan perwakilan dari Pemerintah Kota Jakarta Timur mengenakan caping dan sepatu bot saat menanam padi.
Selain itu sejumlah personel TNI AU dan Kelompok Petani Tengah Kota Halim Perdanakusuma juga ikut dalam kegiatan tersebut.
Marsekal Tonny mengatakan, TNI AU telah mewajibkan program ketahanan pangan di seluruh satuan. Jenisnya berbeda-beda, selain padi ada juga sayuran hingga ternak, tergantung daerahnya.
Di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta sendiri, program tersebut telah berlangsung sejak tahun 2020.
Padi Inpari dipilih mengingat siklus panen yang relatif singkat dan kualitas beras yang dihasikan baik.
Setiap hektar sawah dari total 6,5 hektare di kawasan Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta tersebut, ungkapnya, dapat menghasilkan 8,4 ton per hektare.
"Hasilnya ke mana? Dibagikan kepada anggota angkatan udara."
"Jadi itu yang dinamakan swasembada pangan untuk anggota TNI Angkatan Udara."
"Kalau ada lebihnya dan ada masyarakat sekitar yang membutuhkan, kita bagikan kepada masyarakat sekitar," ujar Tonny.
Cek Dapur untuk Program Makan Bergizi Gratis
Selepas menanam padi, Tonny bersama sejumlah pejabat TNI AU juga mengecek proses renovasi dapur di kawasan Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis dari pemerintah pusat.
Tonny mengatakan TNI AU telah menggelar rapat dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait program Makan Bergizi Gratis.
Ia mengatakan ada beberapa Lanud yang nanti akan ditunjuk sebagai unit pelayanan (UP) dapur dalam rangka mendukung program tersebut.
Lanud tersebut di antaranya berada di Bandung, Solo, dan Malang.
Rencananya, ungkap Tonny, dapur-dapur di Lanud tersebut akan diresmikan pada 2 Januari 2025 mendatang.
"TNI Angkatan Udara siap berkontribusi untuk membantu, menyukseskan, merealisasikan makan bergizi," kata Tonny.
Sementara itu, Muzafar menjelaskan dapur di Lanud Halim Perdanakusuma untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis, sebelumnya memang difungsikan sebagai dapur berskala kecil.
Renovasi, ungkapnya, dilakukan untuk menambah kapasitas produksi dapur.
Pihaknya, lanjut dia, juga telah mendata jumlah sekolah dan siswa di sekitaran Lanud Halim Perdanakusuma yang rencananya akan dipasok oleh dapur tersebut.
"Untuk siswa di seputaran Lanud ini sudah hampir sampai 11 ribu. Jadi ini kemampuannya nanti akan menyesuaikan kondisi siswa yang ada. Kalaupun nanti ada kekurangan kita sudah menyiapkan untuk dibangunkan lagi dapur seperti ini, kalau memang dibutuhkan. Tapi untuk sementara ini kita tetap mengcover ini," kata Muzafar.
Ia mengatakan sesuai dengan standar yang ditetapkan BGN, titik lokasi dapur tersebut berada di tengah-tengah mengingat durasi pengiriman makanan tidak boleh lebih dari 15 menit.
Proses renovasi dapur tersebut, lanjut dia, diperkirakan akan ramlung dalam 40 hari.
Hal yang terpenting dala proses renovasi tersebut, lanjut dia, adalah terkait dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
"IPAL itu sangat krusial dapur ini untuk diverifikasi oleh BGN," sambungnya.
Untuk proses masak, selain dari personel TNI AU pihaknya juga akan merekrut warga sekitar Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.
Untuk pekerjaan yang sifatnya khusus seperti chef, lanjutnya, akan direkrut dari luar personel TNI AU.
"Tanggal 24 Desember kita sudah siap mengundang dari pihak BGN untuk sekalian memverifikasi ini. Kita berdoa bersama supaya ini dapat bermanfaat untuk pelaksanaan program makan bergizi gratis," pungkasnya.(*)
Tag: #video #kala #ksau #tanam #padi #pastikan #dapur #siap #dukung #program #makan #bergizi #gratis #lanud #halim