Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pertamina Tanam Pohon dan Perkuat Inovasi Pengelolaan Sampah
Pertamina peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan rangkaian program lingkungan melalui penanaman 1.000 bibit pohon dan penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Desa Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (5/6/2026). (Dok. Pertamina)
20:42
7 Juni 2026

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pertamina Tanam Pohon dan Perkuat Inovasi Pengelolaan Sampah

PT Pertamina (Persero) memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan memulai rangkaian program lingkungan melalui penanaman 1.000 bibit pohon dan penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Desa Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan yang digelar pada Jumat (5/6/2026) itu juga menjadi kick off rangkaian program lingkungan Pertamina Group. Penanaman pohon dilakukan secara serentak di sejumlah wilayah operasional perusahaan, termasuk di sekitar Kilang Plaju, Elnusa, dan unit operasi lain.

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung mitigasi perubahan iklim serta menjawab tantangan pengelolaan sampah yang masih menjadi persoalan lingkungan di Indonesia.

Langkah tersebut sejalan dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, yakni "Saatnya Bekerja untuk Iklim".

Selain penanaman pohon, Pertamina juga menyerahkan bantuan Program Go-Sari Edupark senilai Rp 150 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan aplikasi pengumpulan sampah Go-Sari, inovasi biochar, budi daya ayam petelur, serta program Rewulu Reborn yang mengolah limbah segel mobil tangki menjadi produk bernilai ekonomi.

Arya menjelaskan, TPS3R Guwosari dipilih sebagai lokasi kick off karena menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan akademisi dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

"Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum bagi Pertamina untuk terus memperkuat aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Kami memilih TPS3R Guwosari sebagai titik awal karena tempat ini menunjukkan pengelolaan sampah yang terintegrasi dan secara nyata memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat," ujar Arya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Tangani persoalan sampah 1.500 KK

Lurah Guwosari Masduki mengatakan, program pengelolaan sampah terpadu yang dijalankan di wilayahnya telah membantu menangani persoalan sampah bagi sekitar 1.500 kepala keluarga.

Program tersebut juga membuka peluang kerja bagi lebih dari 27 warga, termasuk lanjut usia (lansia), yang terlibat dalam berbagai aktivitas, seperti pengangkutan sampah, pemilahan, pengepresan, pembuatan kompos, hingga pemeliharaan ayam petelur.

"Kami mendorong masyarakat memilah sampah dari rumah. Semakin baik sampah dipilah, biaya pengelolaannya akan semakin kecil, bahkan bisa gratis. Dari kegiatan ini, para pekerja pendukung juga bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per bulan," kata Masduki.

Di TPS3R Guwosari, sejumlah inovasi pengelolaan sampah telah dikembangkan. Sampah organik diolah menjadi biochar yang dimanfaatkan sebagai material filter knalpot mobil tangki. Sementara sampah plastik diolah menjadi palet dan furnitur, sedangkan limbah segel mobil tangki dimanfaatkan menjadi berbagai produk kerajinan.

Melalui berbagai inovasi tersebut, pengelolaan sampah tidak hanya membantu mengurangi timbunan limbah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar Pertamina akan berlanjut pada 10 Juni 2026 melalui program pengelolaan sampah pesisir. Program itu memanfaatkan kapal pembersih sampah (trash skimmer) hasil kolaborasi Pertamina dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Secara nasional, hingga 2026, Pertamina Group telah menjalankan 151 program lingkungan berbasis pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular. Program-program tersebut mampu mengolah sekitar 951.023 ton sampah per tahun dan memberikan manfaat kepada 68.788 penerima manfaat.

Arya menegaskan, upaya menjaga keberlanjutan lingkungan tidak hanya dilakukan melalui program pemberdayaan masyarakat, tetapi juga diterapkan dalam operasional perusahaan melalui pemanfaatan teknologi dan praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan.

"Keberlanjutan menjadi bagian penting dari strategi bisnis Pertamina. Oleh karena itu, berbagai inovasi terus kami dorong, baik di lingkungan masyarakat maupun dalam proses operasional perusahaan, untuk mengurangi dampak lingkungan serta mendukung target transisi energi dan pembangunan berkelanjutan Indonesia," tutur Arya.

Tag:  #peringati #hari #lingkungan #hidup #sedunia #2026 #pertamina #tanam #pohon #perkuat #inovasi #pengelolaan #sampah

KOMENTAR