Polri: Tantangan Haji Ke Depan Bukan Hanya Soal Pelayanan, tetapi Juga Edukasi dan Teknologi
Jemaah haji Kelompok terbang (Kloter) pertama Embarkasi Batam (BTH-1) bersiap berangkat menuju Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, Arab Saudi, Minggu (31/5/2026) malam. (ANTARA/HO-MCH 2026)
09:18
2 Juni 2026

Polri: Tantangan Haji Ke Depan Bukan Hanya Soal Pelayanan, tetapi Juga Edukasi dan Teknologi

- Polri menilai tantangan penyelenggaraan ibadah haji ke depan tidak lagi hanya berkaitan dengan aspek pelayanan dan pengelolaan jemaah, tetapi juga mencakup penguatan edukasi masyarakat, peningkatan kepatuhan terhadap aturan, optimalisasi teknologi, serta koordinasi lintas instansi.

"Juga penguatan koordinasi antarinstansi guna mengantisipasi berbagai dinamika yang dapat muncul pada penyelenggaraan haji di masa mendatang," kata Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

Baca juga: Pemerintah Siapkan Layanan Khusus Kepulangan Jemaah Haji 2026

Hal itu disampaikan Isir saat menyoroti hasil evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah yang dilakukan pemerintah Indonesia bersama otoritas Arab Saudi.

Menurutnya, kompleksitas penyelenggaraan ibadah haji yang melibatkan jutaan jemaah dari berbagai negara menuntut sistem perlindungan yang semakin kuat, adaptif, dan terintegrasi.

"Oleh karena itu, penguatan tata kelola haji, pengawasan yang adaptif, edukasi masyarakat, serta kerja sama yang semakin erat antara Indonesia dan Arab Saudi menjadi langkah strategis yang perlu terus diperkuat," ujar dia.

Baca juga: 116 Kloter Haji Pulang lewat Juanda, Imigrasi Terapkan Corridor Gate Berbasis AI

Isir mengatakan penyelenggaraan haji tahun ini memberikan banyak pembelajaran bagi seluruh pemangku kepentingan, baik di Indonesia maupun Arab Saudi.

Karena itu, evaluasi yang dilakukan secara menyeluruh dinilai menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan, pengamanan, serta perlindungan terhadap jemaah Indonesia pada musim haji berikutnya.

"Melalui evaluasi yang komprehensif dan penguatan koordinasi antara Indonesia dan Arab Saudi, diharapkan kualitas pelayanan, pengamanan, dan perlindungan jemaah Indonesia dapat terus ditingkatkan pada masa mendatang,” katanya.

Baca juga: Niat & Tata Cara Salat Sunah Qudum, Amalan Penting Setelah Pulang Haji

Ia menegaskan, Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia memerlukan sistem pengelolaan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika penyelenggaraan haji yang terus berubah.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah pertemuan antara Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo dan jajaran Presidency of State Security (PSS) Arab Saudi di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Senin (1/6/2026).

Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat memperkuat komunikasi dan kerja sama dalam mendukung pengamanan, perlindungan warga negara, pertukaran pengalaman, serta peningkatan kualitas pelayanan jemaah haji.

Baca juga: Hingga Akhir Mei, Kerugian Korban Penipuan Haji Capai Rp 21,7 Miliar

Penguatan kerja sama juga diarahkan pada peningkatan koordinasi, pertukaran informasi, penguatan kapasitas kelembagaan, serta pemanfaatan teknologi dalam tata kelola dan pengamanan penyelenggaraan ibadah haji.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan jemaah Indonesia sejak proses keberangkatan, selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, hingga kembali ke Tanah Air.

"Polri menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, memperkuat perlindungan warga negara, serta membangun kerja sama yang konstruktif dengan berbagai pihak demi terwujudnya pelayanan haji yang semakin baik bagi masyarakat Indonesia," pungkasnya.

Tag:  #polri #tantangan #haji #depan #bukan #hanya #soal #pelayanan #tetapi #juga #edukasi #teknologi

KOMENTAR