Prabowo: Sudah Terlalu Lama Kekayaan Alam Kita Ditentukan Negara Lain...
Presiden Prabowo Subianto saat menjadi Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kemenlu, Jakarta, Senin (1/6/2026). (Dok. YouTube Setpres)
11:58
1 Juni 2026

Prabowo: Sudah Terlalu Lama Kekayaan Alam Kita Ditentukan Negara Lain...

- Presiden Prabowo Subianto mengatakan, kekayaan alam Indonesia sudah terlalu lama ditentukan oleh pihak dan negara lain.

Sebagian besar keuntungan dari penjualan sumber daya alam pun mengalir ke luar negeri.

"Sudah terlalu lama harga berbagai kekayaan alam kita ditentukan oleh pihak lain, ditentukan di negara lain," kata Prabowo saat memberikan amanat dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026).

Baca juga: Prabowo: Tak Ada Bangsa yang Kasihan Sama Kita kalau Rakyat Indonesia Kelaparan

"Sudah terlalu lama sebagian keuntungan dari sumber daya alam mengalir ke luar negeri dan tidak tinggal di Indonesia," imbuhnya.

Oleh karenanya, ia memutuskan membuat sebuah badan ekspor komoditas, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Setiap hasil bumi yang dikeruk di dalam negeri, harus diekspor melalui badan tersebut.

"Karena itu, pemerintah menentukan ekspor sumber daya alam satu pintu," ucapnya.

Baca juga: Prabowo: Perubahan Besar Tidak Mudah, Kita Melawan Kelompok yang Suka Korupsi

Selain itu, pemerintah berencana memperkuat investasi di sektor hilirisasi di dalam negeri.

Lewat keputusan itu, nilai tambah dari hilirisasi tetap berada di Indonesia. Lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar pun akan terbuka.

"Kita harus memperkuat pengelolaan devisa hasil ekspor dan memastikan bahwa kekayaan Indonesia memberi manfaat sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia," ucapnya.

Menurut Prabowo, kebijakan-kebijakan tersebut sesuai dengan prinsip ekonomi pancasila.

Ekonomi pancasila adalah ekonomi yang berpihak kepada kepentingan nasional dan kepentingan rakyat. Ekonomi ini tidak boleh hanya menguntungkan segelintir orang saja.

Ekonomi pancasila juga ekonomi yang egaliter atau ekonomi kerakyatan.

Baca juga: Prabowo Tegaskan Ekonomi Pancasila: Ciptakan Kemakmuran, Tak Boleh Hanya Angka Statistik

Ekonomi ini berdasarkan rancang bangun strategi yang dibuat oleh para pendiri bangsa, Soekarno, Moh. Hatta, hingga Sutan Sjahrir. Rancang bangun ekonomi tersebut tertuang jelas dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

"Karena itu, koperasi harus diperkuat, koperasi harus bangkit. Koperasi adalah salah satu alat untuk mengangkat rakyat kita dari keadaan kemiskinan dan ketidakberdayaan. Usaha kecil dan menengah harus kita perkuat, dan desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru," tegas dia.

Lebih lanjut ia menekankan, ekonomi pancasila adalah ekonomi yang berkeadilan sosial.

Pertumbuhannya harus disertai pemerataan. Kemajuan ekonomi harus dirasakan oleh seluruh rakyat.

"Atas dasar itulah pemerintah saat ini melakukan berbagai langkah transformasi. Strategi utama sesungguhnya adalah transformasi menuju haluan yang sejalan dengan Pancasila," tandas Prabowo.

Tag:  #prabowo #sudah #terlalu #lama #kekayaan #alam #kita #ditentukan #negara #lain

KOMENTAR