Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni
Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. (Suara.com/Bagaskara)
18:44
15 April 2026

Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni

Seruan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad agar seluruh elemen masyarakat sipil untuk menjalin persatuan nasional, mendapat tanggapan positif.

David Pajung, Ketua Umum Relawan All Cipayung Prabowo-Gibran, mengatakan seruan Dasco itu relevan untuk situasi saat ini, di mana banyak propaganda hitam berkedok kritik dilontarkan kepada pemerintah.

Dia mencontohkan, pernyataan yang dilontarkan pengamat politik Saiful Mujani tentang penggulingan Presiden Prabowo Subianto berpotensi memecah belah masyarakat yang kini justru sedang berjuang menghadapi krisis global.

"Benar kata Dasco, persatuan seluruh elemen bangsa jauh lebih krusial dibandingkan melontarkan opini yang memicu disharmoni sosial. Terlebih lagi, tantangan yang dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini sangat kompleks, terutama dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga energi dunia," kata David, dikutip hari Rabu (15/4/2026).

Kritik David Pajung ini muncul sebagai respons atas opini Saiful Mujani yang dianggap menyuarakan ajakan kepada masyarakat untuk menjatuhkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

David, yang juga merupakan alumni Lemhannas RI dan aktivis '98, menyayangkan sikap seorang akademisi yang justru memberikan opini yang ia sebut sebagai "opini jalanan" di ruang publik tanpa landasan hukum yang jelas.

David menegaskan, tuduhan atau narasi pemakzulan tersebut tidak memiliki dasar konstitusi yang kuat dan jauh dari kaidah akademis yang objektif.

Ia menilai, tidak ada parameter pelanggaran konstitusi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo yang dapat dijadikan dasar hukum untuk melakukan pemakzulan.

“Pernyataan Saiful Mujani menggambarkan dia tidak paham konstitusi. Sebagai akademisi, seharusnya memberikan pendidikan politik yang benar, bukan justru merepresentasikan opini partisan yang memicu polemik,” tegas David.

Beri pemerintah kesempatan

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, secara terbuka melayangkan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat sipil untuk kembali merapatkan barisan dalam bingkai persatuan nasional.

Dasco menekankan, tantangan bangsa ke depan memerlukan aksi nyata, bukan sekadar perdebatan tanpa arah.

Ia menyoroti bagaimana energi masyarakat seringkali terkuras untuk hal-hal yang bersifat retoris namun minim substansi.

"Kita perlu persatuan nasional dan sumbangsih yang bukan omon-omon. Itu yang kita minta kepada kawan-kawan masyarakat sipil sekalian," kata Dasco.

Istilah "omon-omon" yang sempat populer kembali digunakan Dasco untuk mengingatkan bahwa kritik yang sehat harus dibarengi dengan solusi atau kontribusi positif.

Baginya, sumbangsih nyata dari masyarakat sipil, baik itu berupa ide profesional, partisipasi pembangunan, maupun kontrol sosial yang obyektif, jauh lebih berharga daripada sekadar narasi kosong di ruang publik.

Degradasi Komunikasi di Media Sosial

Salah satu poin paling tajam yang menjadi sorotan Dasco adalah kondisi kesehatan komunikasi di platform digital.

Sebagai tokoh yang mengamati lanskap sosiopolitik, ia melihat adanya pergeseran fungsi media sosial dari ruang edukasi dan demokrasi menjadi medan pertempuran ego yang destruktif.

Dasco melihat ada kecenderungan masyarakat sipil saat ini berada dalam kondisi yang tidak sehat, di mana polarisasi justru semakin dipelihara melalui ujaran kebencian.

Kebebasan berpendapat yang merupakan amanat reformasi, menurutnya, kerap disalahgunakan untuk menjatuhkan pihak lain tanpa argumen yang konstruktif.

"Karena pada hari ini masyarakat sipil kita tidak kompak, masyarakat sipil kita satu sama lain saling mencaci, satu sama lain saling mempertanyakan kebijakan pemerintah dengan tidak sehat, di medsos itu saya lihat sudah tidak sehat," kata dia.

Kondisi "tidak sehat" ini merujuk pada maraknya kritik yang tidak berlandaskan pada data, melainkan hanya pada sentimen personal atau kepentingan kelompok tertentu.

Dasco khawatir, jika budaya caci maki ini terus berlanjut, substansi dari kebijakan publik yang sedang diperjuangkan pemerintah justru akan terkaburkan oleh kebisingan digital (digital noise) yang tidak produktif.

Sebagai salah satu pilar utama dalam koalisi pemerintahan, Dasco menegaskan bahwa visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menyejahterakan rakyat Indonesia adalah misi raksasa yang tidak mungkin dijalankan sendiri oleh pemerintah.

Stabilitas politik dan dukungan moral dari rakyat adalah variabel kunci yang tidak bisa ditawar.

Ia menegaskan, di tengah tantangan global yang semakin kompleks—mulai dari krisis energi hingga ketegangan geopolitik—Indonesia membutuhkan nakhoda yang didukung penuh oleh awak kapal yang kompak.

Sinergi antara negara dan rakyat adalah syarat mutlak agar janji-janji politik dapat terealisasi menjadi kebijakan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

"Kalau kita tanya, Prabowo hanya perlu satu persatuan nasional baik dalam mengkritisi, baik dalam memberikan ide maupun kemudian sumbangsih yang nyata," katanya.

Editor: M Nurhadi

Tag:  #aktivis #sambut #seruan #dasco #persatuan #nasional #lebih #krusial #daripada #opini #disharmoni

KOMENTAR