Sidang Korupsi Chromebook, Saksi Ungkap Mekanisme Pengembangan Platform Pendidikan
Staf Khusus Mendikbud 2019–2020, Iwan Syahril, memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, pada Selasa (14/4/2026)(KOMPAS.com/Fristin Intan Sulistyowati )
14:26
14 April 2026

Sidang Korupsi Chromebook, Saksi Ungkap Mekanisme Pengembangan Platform Pendidikan

- Persidangan dugaan korupsi pengadaan Chromebook yang menjerat mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, mengungkap proses pengembangan platform digital pendidikan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2026).

Dalam sidang, mantan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Iwan Syahril, menjelaskan bahwa sejumlah platform pendidikan dikembangkan melalui diskusi intens antara pembuat kebijakan dan tim teknis.

Ia menyebut dirinya terlibat sebagai bagian dari Dewan Pengarah dalam kapasitas jabatan.

“Platform-platform tersebut dikembangkan melalui diskusi yang sangat intens antara kebijakan yang ingin dilakukan dengan aplikasi yang akan dihadirkan,” ujar Iwan Syahril di Persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Selasa (14/4/2026).

Baca juga: Sidang Kasus Chromebook, Saksi Sebut Nadiem Dorong Budaya Diskusi

Ia menambahkan, pola komunikasi dalam pengembangan platform lebih banyak berlangsung antara tim teknis dan direktorat terkait, bukan langsung kepada menteri.

Keputusan akhir tetap berada pada direktur maupun direktur jenderal sesuai kewenangan.

"Staf-staf terkait yang dilibatkan untuk bisa membantu dalam berbadan untuk bisa mengembangkan aplikasi yang dilakukan karena pada akhirnya itu adalah keputusan dari direktorat terkait," jelasnya.

3 Platform Utama Pendidikan

Saksi memaparkan, terdapat tiga platform utama yang dikembangkan kementerian.

Pertama, platform pembelajaran guru yang menyediakan modul, pelatihan mandiri, serta ruang kolaborasi antar guru. Dari platform ini, lebih dari 145 komunitas belajar terbentuk.

"Di mana guru-guru membagi inovasi-inovasi yang mereka lakukan Dan kemudian mereka juga berkolaborasi membentuk komunitas belaja," jelasnya.

Baca juga: Panasnya Sidang Chromebook, BPKP Sebut Negara Rugi Rp 1,5 T, Emosi Kubu Nadiem Terpancing

Kedua, Rapor Pendidikan yang menyajikan hasil asesmen nasional dalam format sederhana agar mudah dipahami oleh sekolah dan pemerintah daerah sebagai bahan evaluasi.

"Jadi ada dua platform-nya, pemerintah daerah dan sekolah. hasil asesmen nasional dibuat sangat sederhana untuk bisa dipahami sehingga menjadi bahan refleksi untuk perbaikan kondisi sekolah atau perbaikan kondisi pemerintah daerah," kata dia.

Baca juga: Nadiem Mengaku Takut Usai Dengar Kesaksian Auditor BPKP, Ada Apa?

Ketiga, platform perencanaan dan penganggaran berbasis data, yang memungkinkan sekolah dan pemerintah daerah menyusun program secara lebih terarah, termasuk dalam penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Perencanaan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan menjadi jauh lebih terarah karena berbasis data,” kata saksi.

Tag:  #sidang #korupsi #chromebook #saksi #ungkap #mekanisme #pengembangan #platform #pendidikan

KOMENTAR