Kenapa BGN Pakai Jasa EO Rp 113 Miliar?
- Badan Gizi Nasional (BGN) menjelaskan perihal kebijakan memakai jasa event organizer atau EO dengan anggaran Rp 113 miliar. Kenapa BGN memakai EO?
“Dalam tahap ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri," kata Kepala BGN Dadan Hindayana berbicara di Jakarta pada (11/4/2026), sebagaimana dilansir siaran pers BGN, Minggu (12/4/2026).
Sebab BGN menggunakan jasa EO adalah lembaga ini belum punya EO sendiri karena BGN merupakan lembaga baru, namun BGN butuh EO.
Baca juga: BGN Buka Suara Terkait Penggunaan Rp 113 Miliar untuk Bayar EO
Untuk apa pakai EO?
EO digunakan BGN untuk menyelenggarakan acara, kampanye publik, dan sosialisasi nasional yang berskala besar dan kompleks.
EO dinilai Dadan punya keahlian yang belum dimiliki BGN yakni menyelenggarakan acara-acara seperti itu.
"Penggunaan jasa EO dalam konteks ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kegiatan dapat berjalan secara profesional, terstandar, dan tepat waktu. EO memiliki keahlian khusus dalam manajemen acara, mulai dari perencanaan, koordinasi vendor, pengelolaan teknis lapangan, hingga mitigasi risiko operasional. Hal-hal ini membutuhkan pengalaman dan tim yang solid yang secara realistis belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN di fase awal pembentukannya," tutur Dadan.
Baca juga: Viral Anggaran EO Rp 113,9 Miliar, BGN Ungkap Kebutuhan dan Skemanya
Kegiatan yang ditangani EO disebutnya bukan sekadar kegiatan seremonial melainkan juga bimbingan teknis atau bimtek para penjamah makanan agar keamanan pangan terjamin.
"Oleh karena itu, kualitas penyelenggaraan menjadi krusial. EO berperan dalam memastikan pesan yang ingin disampaikan pemerintah dapat dikemas secara efektif, menarik, dan berdampak luas, sehingga tujuan program dapat tercapai secara optimal serta pengelolaan SDM yang terlatih di bidangnya," jelasnya.
BGN menilai pakai EO jadi lebih mudah diaudit
Dengan melibatkan pihak ketiga, proses pengadaan barang dan jasa, pembayaran vendor, hingga pelaporan kegiatan dapat dilakukan secara terpusat dan sistematis.
"Hal ini justru memudahkan proses audit, pengawasan, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara, karena seluruh komponen kegiatan terdokumentasi secara sistematis," ujar Dadan.
Dari sisi efisiensi, penggunaan EO disebut lebih rasional dibandingkan membangun tim internal dalam waktu singkat.
Proses pembentukan kapasitas internal membutuhkan waktu, biaya pelatihan, serta rekrutmen yang tidak instan, sementara program harus segera berjalan.
"Sementara itu, kebutuhan pelaksanaan program harus segera berjalan. EO hadir sebagai solusi bridging (jembatan) agar program tetap dapat dieksekusi tanpa mengorbankan kualitas dan waktu," ujar Dadan.
Baca juga: Komisi IX DPR Panggil Kepala BGN soal Pengadaan Motor Listrik
adan menegaskan bahwa BGN tetap berkomitmen menjalankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penggunaan anggaran.
Seluruh pengeluaran, termasuk penggunaan jasa EO, dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan terbuka untuk diawasi oleh lembaga pengawas.
"Setiap pengeluaran, termasuk penggunaan jasa EO, dilakukan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta terbuka untuk diawasi oleh lembaga pengawas internal maupun eksternal," tandas Dadan.