Senpan 3D Print Praktikum SMP Tewaskan Siswa, Anggota DPR Dorong Evaluasi
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/2/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
14:42
9 April 2026

Senpan 3D Print Praktikum SMP Tewaskan Siswa, Anggota DPR Dorong Evaluasi

- Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani meminta pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan praktik pembelajaran sains di sekolah, menyusul insiden ledakan senapan rakitan berbasis 3D yang menewaskan seorang siswa di Kabupaten Siak, Riau.

“Peristiwa ini menjadi pengingat serius bahwa kegiatan pembelajaran, khususnya yang melibatkan eksperimen atau karya rekayasa, harus mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” ujar Lalu Hadrian saat dihubungi, Kamis (9/4/2026).

“Saya mendorong Kementerian Pendidikan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan praktik pembelajaran berbasis proyek di sekolah, termasuk penyusunan pedoman nasional terkait keamanan eksperimen siswa,” sambungnya.

Baca juga: Ujian Sains Berujung Maut, Kronologi Ledakan Senapan 3D Printer di SMP Siak yang Tewaskan Siswa

Dia menegaskan, pendidikan sains memang penting untuk mendorong kreativitas dan inovasi siswa. Namun, hal itu tidak boleh mengabaikan standar keamanan yang ketat.

Menurut dia, insiden tersebut menunjukkan adanya celah dalam pengawasan, penilaian risiko, serta prosedur keselamatan di lingkungan satuan pendidikan.

“Kegiatan praktik yang berpotensi berbahaya seharusnya melalui proses kurasi, pendampingan guru, serta uji kelayakan yang ketat sebelum diperagakan oleh siswa,” kata Lalu Hadrian.

Baca juga: Senapan 3D Rakitannya Meledak Saat Praktik Sains, Siswa di Siak Tewas

Lalu Hadrian juga menekankan pentingnya penguatan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan, baik di laboratorium maupun dalam praktik lapangan. Dia meminta agar SOP tersebut dijadikan acuan wajib di seluruh sekolah.

“Selain itu, penting untuk meningkatkan kapasitas guru dalam manajemen risiko serta memastikan adanya pengawasan yang memadai dalam setiap kegiatan praktik,” pungkasnya.

Senapan 3D tewaskan siswa di SMP Riau

Diberitakan sebelumnya, Insiden maut terjadi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islamic Center Kabupaten Siak, Riau, Rabu (8/4/2026), sekitar pukul 10.30 WIB.

Seorang siswa kelas IX berinisial MA (15) tewas akibat ledakan senapan 3D yang dibawa saat praktik. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Peristiwa terjadi saat ujian praktik sains di lapangan sekolah," ujar Kosmos kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Rabu malam.

Kosmos menyampaikan, korban bersama siswa lainnya melaksanakan ujian praktik sains.

Siswa terbagi dalam lima kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 9 orang. Masing-masing kelompok memperagakan hasil karya sains yang telah mereka kerjakan.

Kelompok korban memperagakan senapan 3D rakitan. Pada saat giliran kelompok korban melakukan uji karya, kelompok lainnya disuruh menjauh.

Korban pun mulai menguji senapan 3D rakitan tersebut.

"Korban mengambil posisi sebagai peraga dan melakukan tembakan senjata 3D printer yang dibuatnya," kata Kosmos.

Baca juga: Siswa Tewas Akibat Senapan Rakitannya, SMP di Siak Diliburkan Sementara

Namun, pada saat tembakan dilakukan, senapan berasap dan meledak. Pecahan senjata berhamburan, yang mengenai dinding kelas, aula sekolah, dan mengenai korban hingga terluka. Kejadian itu membuat suasana di sekolah mencekam.

"Korban dilarikan ke RSUD Siak. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan telah meninggal dunia," kata Kosmos.

Setelah mendapat laporan, Satreskrim Polres Siak datang ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Penyebab ledakan yaitu hasil karya sains korban, berbentuk bagian-bagian plastik, potongan besi dan bubuk hitam.

"Bubuk hitam ini kita kirim ke Labfor Polda Riau," kata Kosmos.

Pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini, apakah ada unsur kelalaian atau lainnya. Kosmos menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini.

"Semoga korban ananda MA husnul khatimah dan keluarga diberikan ketabahan atas musibah ini," kata Kosmos.

Tag:  #senpan #print #praktikum #tewaskan #siswa #anggota #dorong #evaluasi

KOMENTAR