Prabowo Heran dengan Pengkritik yang Tak Ikut Kerja “Bangun Jembatan”
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan taklimat dalam rapat kerja kepada anggota Kabinet Merah Putih di Istana, Jakarta, Rabu (8/4/2026).()
17:58
8 April 2026

Prabowo Heran dengan Pengkritik yang Tak Ikut Kerja “Bangun Jembatan”

- Presiden Prabowo Subianto mengaku heran ada kelompok-kelompok yang enggan diajak bekerja sama tetapi hobi melayangkan kritik. Pembangunan jembatan untuk rakyat dia ambil sebagai analogi.

"Hanya saya juga enggak mengerti, kalau orang lagi mau membangun jembatan, ada yang duduk, dia tidak mau ikut bangun jembatan, tapi dia kritik," kata Prabowo saat memberikan taklimat kepada para menteri, wakil menteri, kepala badan, hingga eselon I kementerian di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Baca juga: Prabowo: Ada Fenomena Kelompok Masyarakat yang Sangat Tidak Mau Kerja Sama dengan Pemerintah

Ia mengaku menghormati keputusan itu. Kritik tidak dia larang.

"Yang mau bangun jembatan, ayo kita bangun jembatan. Yang enggak mau ikut bangun jembatan, ya enggak ada masalah. Silakan saudara duduk, nonton, atau apa, boleh kritik, boleh," kata Prabowo.

Namun, Prabowo tidak mengerti mengapa keputusannya tidak mau bekerja sama diikuti dengan kritik atau komentar, padahal pihak pengkritik tidak ikut mengerjakan jembatan itu.

Pihak pengkritik pembangunan jembatan malah menilai Prabowo bodoh dan salah dalam membangun jembatan.

Kepala Negara mengatakan, jembatan-jembatan itu tidak dapat selesai dibangun jika dikritik sedikit demi sedikit.

Baca juga: Prabowo Kaget Jadi Sasaran AI: Saya Nyanyi, Suaranya Bagus Banget!

Di sisi lain, ia menyatakan, membangun jembatan dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan warga desa yang selama ini sulit menyebrangi sungai.

Prabowo rela dinilai bodoh oleh pengkritik asalkan pembangunan demi kepentingan rakyat terlaksana.

"Iya, saya goblok, tapi rakyat ini desa minta jembatan, saya bangun jembatan, untuk rakyat kita," tegas Prabowo.

Fenomena sejak zaman dahulu

Prabowo menjelaskan, fenomena ini sejatinya terjadi di banyak negara.

Fenomena ini pun bukan barang baru, melainkan sudah terjadi bertahun-tahun atau bahkan ratusan tahun. Peristiwa ini merupakan bagian dari gangguan bangsa asing.

"Fenomena ini memang bukan satu-dua tahun. Sudah ratusan tahun. Bahwa waktu kita diganggu, dijajah bangsa asing, selalu ada saudara-saudara kita, dari bangsa kita sendiri, yang juga mempermudah bangsa asing itu menjajah kita, merampok kekayaan kita, membuat kita budak. Itu saudara kita juga," jelas Prabowo.


Ia kembali menyatakan, tindakan itu merupakan bentuk iri hati dan dengki. Oleh karenanya, kritik hanya dapat dilayangkan tanpa berupaya bergotong royong saling membantu.

"Jadi ini bukan fenomena baru. Ini biasa. Bibit-bibit dengki, iri, sirik, itu bagian dari manusia. Kebencian, dendam, sakit hati, ini bagian. Dan memang ada, itu ada. Kita tidak boleh istilahnya kaget," tandas Prabowo.

Tag:  #prabowo #heran #dengan #pengkritik #yang #ikut #kerja #bangun #jembatan

KOMENTAR