Besok, Komdigi dan Steam Akan Rapat Virtual Bahas Polemik ''Rating Game'' IGRS
Ilustrasi Steam dan IGRS.(X/Ministry of Gamers)
14:34
6 April 2026

Besok, Komdigi dan Steam Akan Rapat Virtual Bahas Polemik ''Rating Game'' IGRS

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan pihak Steam akan menggelar rapat secara virtual untuk membahas adanya miskomunikasi terkait polemik rating game Indonesia Game Rating System (IGRS) di Steam yang sempat jadi sorotan.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Sonny Hendra Sudaryana mengatakan rapat akan dilakukan pada Selasa (7/4/2026) besok lewat aplikasi Zoom.

“Dan kebetulan di sana kan lagi Paskah, iya, jadi lagi libur. Jadi besok kita akan Zoom meeting, mungkin ada nanti klarifikasi dari pihak Steam untuk jelasin permasalahan di sisi mereka,” kata Sony di Kantor Komdigi, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Sonny mengatakan ada miskomunikasi sehingga Steam menyematkan rating game yang masih uji coba.

Baca juga: Komdigi Klaim Steam Minta Maaf, Ada Miskomunikasi Terkait Rating Game IGRS

Menurutnya, pihak Steam melewatkan satu tahapan dan langsung memuat rating game di situsnya tanpa komunikasi dengan Komdigi.

Pihak Steam juga disebut sudah meminta maaf atas miskomunikasi tersebut.

“Jadi, tadi pagi mereka ngirim email minta maaf karena ada miskomunikasi. Jadi ada satu step yang mereka lewatkan. Harusnya kirim report ke kita, kita baru green light untuk mereka naikin uji coba ya, uji coba,” ucapnya.

Dia menyebut, Komdigi dan Steam belum ada nota kesepahaman (MoU) resmi, termasuk soal rating game.

Dia mengatakan Komdigi dan Steam diperkirakan baru mau memproses MoU pada Mei mendatang.

Menurut Sonny, polemik rating game IGRS di Steam kini sudah kembali normal.

Baca juga: Komdigi Minta Klarifikasi Steam soal Rating Game IGRS yang Janggal

“Kan sudah di-take down semua kan karena mereka ngerasa itu salah, ada miskomunikasi di pihak mereka,” tambah dia.

Sebelumnya diberitakan, sistem klasifikasi Indonesia Game Rating System (IGRS) di Steam, tengah mendapat sorotan warganet di media sosial karena dinilai janggal.

Kejanggalan itu karena sejumlah game yang mengandung konten dewasa justru diberi label aman untuk anak-anak, sementara sejumlah game populer malah mendapat rating “tidak layak”.

Kondisi ini memicu keramaian di platform X (dulu Twitter). Sejumlah gamer Indonesia membagikan tangkapan layar yang menunjukkan keanehan dalam sistem klasifikasi tersebut.

Di etalase Steam, warganet menemukan sejumlah game dengan konten seksual justru diberi rating 3+, yang berarti cocok untuk anak usia tiga tahun ke atas.

Sementara sejumlah game AAA populer peraih penghargaan seperti Clair Obscure: Expedition 33 dan Metal Gear Solid Delta: Snake Eater malah diberi label “tidak layak untuk didistribusikan di Indonesia”.

Tag:  #besok #komdigi #steam #akan #rapat #virtual #bahas #polemik #rating #game #igrs

KOMENTAR