Serba-Serbi 4.000 ASN akan Dilatih Jadi Komcad
Sebanyak 243 pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) Kementerian Pertahanan (Kemenhan) resmi ditetapkan sebagai Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat Gelombang II Tahun Anggaran 2025, Rabu (27/8/2025).(Dokumentasi Biro Infohan Setjen Kemenhan RI.)
13:10
28 Februari 2026

Serba-Serbi 4.000 ASN akan Dilatih Jadi Komcad

- Pemerintah berencana melakukan pelatihan terhadap 4.000 aparatur sipil negara (ASN) untuk menjadi Komponen Cadangan (Komcad).

Pelatihan itu rencananya akan dimulai pada April 2026 dengan cara bertahap.

Rencana ini disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait kepada Kompas.com, Rabu (25/2/2026).

"Jadi gelombang pertama 2.000 orang, kemudian dilaksanakan satu bulan setengah. Dilanjutkan gelombang kedua 2.000 orang untuk satu bulan setengah berikutnya," ujar Rico.

Baca juga: Ini Materi Pendidikan untuk ASN yang Dilatih Jadi Komcad

Komcad memiliki arti tersendiri dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Pertahanan Nasional untuk Pertahanan Negara.

Dalam UU tersebut, ada tiga komponen pertahanan negara. Pertama adalah Komponen Utama yakni prajurit TNI.

Kemudian Komponen Cadangan (Komcad), dan terakhir adalah Komponen Pendukung.

Baca juga: ASN Bakal Dilatih Komcad 1,5 Bulan di Pasmar 1

Komcad disebut sebagai sumber daya nasional yang telah disiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi untuk memperbesar dan memperkuat kekuatan dan kemampuan komponen utama.

Lantas apa saja persyaratan, kewajiban, dan serba-serbi pelatihan Komcad untuk ASN tersebut?

Bersifat sukarela

Rico menegaskan, pelatihan menjadi Komcad untuk 4.000 ASN yang akan digelar pada April 2026 itu bersifat sukarela dan tidak ada paksaan.

"Itu adalah sifatnya tetap menjadi bagian dari sukarela. Garis bawahi. Syarat-syaratnya adalah sukarela, sehingga tidak ada unsur paksaan, kewajiban, dan sebagainya, tidak ada," sambungnya.

Kemenhan dalam posisi menentukan jumlah kuota ASN dari 49 kementerian yang akan dikirim ke pelatihan menjadi Komcad.

Besaran kuota ASN yang mengikuti Komcad disesuaikan dengan jumlah sumber daya manusia di tiap kementerian.

Baca juga: Marinir Siapkan Materi Latihan Komcad Bagi ASN

Jika Kementerian A memiliki 1.000 pegawai, kuota yang diberikan bisa sekitar 50 orang. Sementara, Kementerian B yang memiliki 500 pegawai mungkin hanya mendapat kuota sekitar 10 orang.

Selain itu, akan dilakukan proses seleksi dalam proses pendaftaran untuk memastikan peserta dalam kondisi sehat dan tidak memiliki keterbatasan fisik yang menghambat.

"Kalau secara gender, apakah laki-laki dan perempuan, itu diserahkan kepada instansi ataupun kementeriannya masing-masing. Yang dikirimkan sesuai dengan pendaftaran yang dilakukan di internal, ya itu yang nantinya akan diproses secara administrasi," ujar Rico.

Baca juga: 2.000 ASN Akan Dilatih Jadi Komcad di Pusdikkes hingga Kodam Jaya

Tempat pelatihan

Adapun tempat pelatihan akan dilakukan di lingkungan Pasukan Marinir (Pasmar) 1.

Mereka akan menyiapkan sarana prasarana bukan hanya saat kegiatan, tetapi juga sarana selleksi masuk meliputi tes jasmani, mental ideologi, dan psikologi.

Pasmar 1 juga mengecek kesiapan barak atau akomodasi, ruang kelas, lapangan latihan, fasilitas kesehatan, serta dapur lapangan.

“Penyiapan tenaga pelatih dan instruktur, baik dari unsur staf operasi, personel, logistik, maupun tenaga kesehatan,” ujar Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel (Mar) Rana Karyana.


Bukan hanya itu, Pasmar 1 menyusun kurikulum serta jadwal latihan yang disesuaikan dengan karakteristik peserta ASN yang bukan prajurit aktif agar pelatihan tetap proporsional dan aman.

Selain itu, Pasmar 1 juga menetapkan prosedur pengamanan dan keselamatan latihan, termasuk standar mitigasi risiko selama kegiatan berlangsung.

Dalam pelaksanaan pendidikan, peserta ASN calon Komcad menggunakan fasilitas pendidikan dan latihan milik Korps Marinir

“Namun demikian, akan ada penyesuaian pada aspek kenyamanan dan keamanan, mengingat peserta berasal dari unsur sipil,” ujar dia.

Materi pelatihan

Rana Karyana menjelaskan, materi pendidikan Komcad bagi ASN meliputi pembinaan sikap dan perilaku melalui pembinaan mental rohani, mental ideologi dan nilai dasar bela negara, serta mental kejuangan.

Materi juga mencakup pembinaan pengetahuan dan keterampilan berupa peraturan militer dasar, seperti peraturan baris-berbaris, penghormatan militer, tata upacara militer, dan peraturan dinas militer.

“(Ada juga materi) Pengetahuan hukum, pengetahuan senjata, kebaharian, daerah wilayah pertahanan laut,” ungkap dia.

Baca juga: Mulai April 2026, 4.000 ASN Bakal Dilatih Jadi Komcad Selama 1,5 Bulan

Korps Marinir memberikan pembekalan khas berupa penanaman disiplin dan loyalitas, serta pembentukan mental pantang menyerah dan adaptif terhadap tekanan.

Korps Marinir juga membekali peserta dengan dasar-dasar survival dan ketahanan lapangan.

Selain itu, Korps Marinir memperkuat soliditas tim dan menanamkan nilai kehormatan serta tanggung jawab kepada peserta sebagai bagian dari komponen cadangan pertahanan negara.

“Pada prinsipnya, pendidikan Komcad bagi ASN bukan untuk menjadikan mereka prajurit aktif, melainkan membentuk kesiapsiagaan, kedisiplinan, dan pemahaman sistem pertahanan negara, sehingga apabila negara memanggil, mereka telah memiliki dasar pembekalan yang memadai,” tuturnya.

Sudah ratusan orang mendaftar

Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait kembali menambahkan, saat ini sudah ada 987 ASN yang mendaftarkan diri mengikuti pelatihan Komcad fase gelombang pertama.

Ratusan calon peserta Komcad ini akan dilakukan tes seleksi, meliputi administrasi, pemeriksaan kesehatan, kesegaran jasmani, psikologi, serta penilaian mental ideologi.

"guna memastikan kesiapan peserta mengikuti pelatihan Komcad," imbuh Rico.

Ilustrasi PNS.KOMPAS.com/MASRIADI Ilustrasi PNS.

Perwira tinggi (Pati) Tentara Nasional Indonesia (TNI) bintang satu itu menjelaskan bahwa pelatihan gelombang pertama akan berlangsung di sejumlah lokasi pendidikan.

Beberapa di antaranya yakni Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes), Satuan Pendidikan 301 (Satdik 301), Pusat Bahasa TNI Angkatan Udara (Pusbahasa AU), Komando Daerah Militer Jayakarta (Kodam Jaya), dan Pasukan Marinir 1 (Pasmar 1).

“Adapun durasi pelatihan untuk setiap gelombang berlangsung kurang lebih 1,5 bulan,” ujar dia.

Tag:  #serba #serbi #4000 #akan #dilatih #jadi #komcad

KOMENTAR