Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatera, Mendagri–BPS Bahas Dashboard Data Tunggal
– Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera membahas upaya percepatan pemulihan pascabencana berbasis dashboard data tunggal.
Pembahasan tersebut berlangsung saat Tito menerima Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti beserta jajaran di Posko Satgas PRR yang berlokasi di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (9/2/2026).
Dalam pertemuan itu, Tito mengungkapkan bahwa BPS telah memiliki data yang cukup komprehensif mengenai kondisi wilayah terdampak bencana.
Data tersebut dihimpun melalui survei serta penugasan tim BPS yang turun langsung ke lokasi bencana di tiga provinsi terdampak.
“Ibu Kepala BPS menyampaikan, karena beliau sudah melakukan survei dan mengirimkan banyak tim ke daerah bencana ini, tiga [provinsi] ini, beliau sudah memiliki dashboard tentang data-data bencana,” ujar Tito dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, keberadaan dashboard data tunggal menjadi instrumen penting untuk menyatukan persepsi lintas kementerian dan lembaga (K/L).
Selain itu, dashboard tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembagian peran sekaligus memantau perkembangan pemulihan di lapangan secara lebih terukur.
Baca juga: Prabowo Beri Bantuan Sapi Rp 50 Juta per Desa Terdampak Bencana di Aceh untuk Meugang Ramadhan
“Kami harapkan adanya dashboard sangat diperlukan sekali untuk menyatukan pandangan kami. Update tentang situasi daerah bencana, dan itu bisa menjadi modal kami untuk membagi tugas,” kata Tito.
Dia menjelaskan, dari total 52 kabupaten/kota di tiga provinsi terdampak, pemerintah memfokuskan penanganan pada sepuluh daerah utama dengan tingkat kerusakan paling berat.
Daerah tersebut meliputi Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, dan Aceh Tengah.
“Di bagian gunung, itu adalah Aceh Tengah, dengan berbagai indikator yang sudah kami buat. Daerah-daerah lainnya sudah saya sampaikan, banyak yang sudah normal sepenuhnya, ada yang mendekati normal,” ucap Tito.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa untuk mencapai kondisi normal fungsional dibutuhkan waktu sekitar dua bulan, apabila seluruh pihak dapat bekerja secara terpadu dan optimal.
Normal fungsional yang dimaksud mencakup kembali berfungsinya pasar, sekolah, rumah sakit, listrik, serta fasilitas dasar lainnya.
“Ini berbeda dengan normal permanen. Kalau normal permanen, tentu membutuhkan waktu yang lebih lama, mungkin bisa sampai dua tahun,” kata Tito.
Baca juga: Diguncang Megathrust M 6,4 dan Nyaris Tsunami, Ini Sejarah Gempa dan Tsunami Pacitan
Ia kemudian membandingkan dengan pengalaman penanganan pascatsunami Aceh, di mana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh memerlukan waktu hingga lima tahun.
Hal itu disebabkan pembangunan infrastruktur permanen seperti jembatan, jalan, dan gedung publik membutuhkan proses yang panjang.
“Di samping itu juga masalah gedung, misalnya sekolah yang betul-betul hancur. Itu juga butuh waktu. Yang cukup lama juga adalah sungai, karena banyak sungai besar, seperti di Aceh Tamiang,” tutur Tito.
Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti melaporkan perkembangan dashboard data tunggal yang tengah disiapkan sebagai dasar penyaluran bantuan agar lebih tepat sasaran.
Ia menekankan bahwa pembangunan dashboard tersebut memerlukan dukungan dan kolaborasi kuat lintas kementerian dan lembaga.
“Ini luar biasa, karena sudah mendapat dukungan dari berbagai kementerian dan lembaga untuk membangun dashboard data tunggal,” ujar Amalia.
Sebagai informasi, dalam pertemuan tersebut juga hadir Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Teguh Setyabudi, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini, serta Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Nashrul Wajdi.
Tag: #percepat #pemulihan #pascabencana #sumatera #mendagribps #bahas #dashboard #data #tunggal