Ingin UMKM Naik Kelas? Ini Program Pendampingan Pertamina
– Berdasarkan data Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Indonesia memiliki sedikitnya 30,19 juta pelaku UMKM dengan beragam produk unggulan.
Di tengah persaingan yang ketat, tantangan utama UMKM adalah bagaimana naik kelas sekaligus meningkatkan penjualan.
Salah satu strategi efektif yang dijalankan adalah memperluas akses pengenalan produk kepada masyarakat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pertamina Small Medium Enterprise Expo (SMEXPO), sebuah ekosistem promosi UMKM yang dikembangkan PT Pertamina (Persero) melalui platform marketplace daring serta pameran produk di berbagai kota.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, pengembangan UMKM merupakan salah satu program unggulan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan.
Program tersebut, kata dia, sejalan dengan komitmen Pertamina dalam meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat.
“Pertamina SMEXPO terus dikembangkan sebagai platform inovatif untuk mendorong kemajuan UMKM lokal melalui kolaborasi strategis antarpelaku usaha, sekaligus menjadi sarana bertemunya UMKM dengan calon pembeli,” ujar Baron dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (23/1/2026).
Dari pendampingan hingga pasar ekspor
SMEXPO menjadi puncak dari rangkaian pembinaan UMKM binaan Pertamina. Sebelum mengikuti pameran, para pelaku usaha terlebih dahulu mendapatkan berbagai program pengembangan, seperti pendampingan peningkatan kualitas melalui UMK Academy, pemberian hibah alat tepat guna, hingga fasilitasi sertifikasi profesional.
Melalui rangkaian program tersebut, Pertamina mendorong UMKM lokal bertransformasi menjadi pelaku usaha profesional yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Salah satu contohnya adalah produk Cimeler (Cilok Meler) milik Astuti. Produk ini secara konsisten mencatatkan penjualan tertinggi dan saat ini tengah menjalani proses standarisasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai langkah menuju pasar ekspor.
Selain perizinan, akses permodalan juga menjadi elemen penting dalam pendampingan UMKM. Astuti mengaku, dukungan pembiayaan dari Pertamina membuka peluang untuk meningkatkan skala produksi usahanya.
“Pinjaman modal kerja melalui skema Dana Pendanaan UMK dari Pertamina yang disalurkan melalui sinergi dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memiliki bunga yang lebih ringan dibandingkan kredit usaha rakyat perbankan pada umumnya,” ujar Astuti.
Kisah serupa dialami Hendra Agustira, pemilik Ocien Snack. Setelah mengikuti Pertamina SMEXPO, usahanya mencatatkan peningkatan penjualan hingga 25–30 persen.
Produk Ocien Snack bahkan mulai melayani permintaan pasar Eropa setelah sebelumnya menembus Jepang dan Australia.
“Setelah Pertamina SMEXPO, kami mendapatkan lebih banyak reseller yang kontinu memesan sampai saat ini,” kata Hendra.
Di sektor olahan pangan, Ngudiono, pemilik NanasQu, juga merasakan dampak signifikan. Penjualan produknya meningkat sekitar 20 persen berkat jejaring bisnis baru yang terbentuk selama pameran.
Melalui strategi pemasaran digital dan promosi terintegrasi dari Pertamina, produk olahan nanas asal Jawa Tengah ini berhasil menembus pasar Dubai dan Belanda.
Selain penjualan, eksposur digital turut meningkat. Jumlah pengikut di media sosial NanasQu terus bertambah, seiring naiknya peringkat penjualan selama periode pameran.
“Pertamina selalu mendorong kami untuk go global, go export, dan go online,” ujar Ngudiono.
Berbagai kisah sukses tersebut memperkuat komitmen Pertamina dalam menjalankan program pembinaan UMKM yang komprehensif dan berkelanjutan, salah satunya melalui Pertamina SMEXPO.
Inisiatif itu sejalan dengan visi Asta Cita Pemerintah Indonesia, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan kewirausahaan dan ekonomi kreatif.
Sebagai perusahaan yang berperan dalam transisi energi, Pertamina juga berkomitmen mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 serta mendorong pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berfokus pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, dan lingkungan dengan penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan, berkoordinasi dengan Danantara Indonesia.
Tag: #ingin #umkm #naik #kelas #program #pendampingan #pertamina