Laga Amal dan Trauma Healing Korban Bencana di Tapanuli Selatan
Jersey Evan Dimas Dibeli Rp 10 Juta, Zulham Zamrun Rp 7 Juta
–Tapanuli Selatan berjuang bangkit setelah dihantam bencana banjir bandang mengerikan pada 25 November 2025. Berbagai elemen kini bersama-sama berupaya menyembuhkan luka dan ingin Tapanuli Selatan menjadi lebih tangguh dan berdaya.
Askab PSSI Tapanuli Selatan adalah salah satu elemen yang tak mau berpangku tangan pasca bencana yang merenggut nyawa 89 warga dan 20 tidak diketemukan. Pada 16-17 Januari, mereka mengadakan acara Laga Amal dan Trauma Healing di Stadion H.M. Nurdin, Padangsidimpuan dan Lapangan Sipette, Batangtoru, Tapanuli Selatan.
Laga Amal 2 hari itu diikuti 8 tim dari berbagai background. Mulai dari tim instansi pemerintahan, Bank Sumut, hingga tim legenda-legenda PSMS Medan. Karena bertema laga amal, setiap tim peserta berdonasi Rp 5 juta.
Untuk membuat kegiatan sosial ini menarik perhatian dan makin meriah, Askab PSSI Tapanuli Selatan mendatangkan sosok-sosok dengan nama besar di persepakbolaan Indonesia. Yaitu mantan kapten timnas Evan Dimas dan Zulham Zamrun. Selain itu, juga ikut ambil bagian pemain timnas putri Indonesia Pani Tri Oktaviani dan pemain Bali United Putri, Natasya Sumitro.
Agenda ini diikuti para sosok penting setempat. Antara lain Waki Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe, yang bermain untuk tim Korpri Padangsidimpuan, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu dan Dandim 0212/Tapsel Letkol Inf. Dedi Harnoto yang bergabung dengan tim legenda-legenda PSMS Medan. Bermain di hari kedua, Bupati Gus Irawan mencetak 2 gol.
Pada laga amal hari pertama diadakan juga lelang jersey timnas Indonesia milik Evan Dimas dan Zulham Zamrun. Lelang dibuka dengan harga Rp 1 juta, jersey Evan Dimas akhirnya menjadi milik Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu setelah menebusnya seharga Rp 10 juta. Sedangkan jersey Zulham Zamrun laku Rp 7 juta. Pembelinya Hifzan Lubis, mantan pimpinan divisi pengawasan Bank Sumut.
”Jersey ini sangat berharga karena ini adalah jersey terakhir saya memperkuat timnas, yaitu di Piala AFF 2020,” ujar Evan Dimas.
”Namun jersey menjadi lebih berharga lagi jika bermanfaat untuk orang banyak,” lanjut pemain yang kini aktif melatih di SSB Saraswati Tulungagung.
Zulham Zamrun mengaku sangat senang bisa terlibat. ”Ini adalah satu-satunya jersey timnas di rumah saya. Jersey ini saya kenakan saat timnas menjadi runner-up Piala AFF 2016,” ujar Zulham.
Pemain timnas putri Pani Tri Oktaviani sangat terkesan dengan antusiasme masyarakat yang menyaksikan laga amal. ”Semoga juga dari daerah sini nanti bisa muncul pemain-pemain sepak bola hebat. Baik yang putra maupun putri,” ucap dia.
Selain donasi dari tim peserta dan lelang jersey, donasi juga didapatkan dari para penonton yang menyaksikan laga. Selain itu ada donasi Rp 30 juta dari GGN Foundation (Jakarta) dan bantuan perlengkapan sekolah dan mushaf Alquran dari Sanggar Saraswati Nuswantara Tulungagung.
Sebelum laga amal di hari kedua (17/1), dilaksanakan trauma healing kepada puluhan anak-anak usia sekolah dasar di Posko Desa Batuhula, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan. Selain menghibur anak-anak yang aktivitas belajarnya terganggu karena bencana, Evan Dimas dkk juga menyalurkan bantuan antara lain berupa perlengkapan sekolah, bola, dan sembako.
Ketua Askab PSSI Tapanuli Selatan Jackson Arianto Hasibuan mengatakan, tujuan dari acara ini adalah turut membantu membangkitkan lagi Tapanuli Selatan. ”Kami berharap Tapsel segera pulih, bahkan menjadi lebih baik lagi,” ujar dia.
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu mengapresiasi digelarnya acara ini. ”Ini sangat menghibur masyarakat setelah kita terkena bencana. Kami sangat berterima kasih kepada Askab PSSI Tapanuli Selatan sebagai penyelenggara. Semoga Tapanuli Selatan segera bangkit,” ujar dia.
Berharap Bencana Tidak Terulang
Bencana yang menerjang pada 25 November lalu diharapkan tidak terulang dan menjadi peringatan sekaligus pelajaran bagi semua. Hal itu diungkapkan salah seorang tokoh Sumatera Utara Indar Sakti Tanjung.
”Kita tentu bersyukur karena pada fase tanggap darurat bantuan cukup banyak berdatangan. Bantuan dari pemerintah pusat, serta dukungan dari berbagai pihak sudah sangat membantu masyarakat di hari-hari awal pascabencana,” ucap mantan anggota DPRD Padangsidimpuan dua periode itu.
”Namun sekarang kita sudah memasuki fase berikutnya, yaitu masa pemulihan. Di fase ini, kebutuhan masyarakat juga mulai berubah. Bantuan awal seperti makanan dan pakaian sebagian sudah habis atau tidak lagi mencukupi. Salah satu hal yang menurut saya sangat mendesak saat ini adalah pemulihan sektor pendidikan, khususnya bagi anak-anak sekolah,” beber dia.
”Banyak rumah warga yang hancur dan hanyut, termasuk perlengkapan sekolah anak-anak kita, buku, seragam, tas, dan alat tulis, semuanya hilang. Karena itu, perhatian pemerintah dan semua pihak seharusnya sekarang difokuskan pada bagaimana anak-anak ini bisa kembali bersekolah dengan layak. Bantuan perlengkapan sekolah perlu segera didistribusikan agar proses belajar mereka tidak terhenti terlalu lama,” sambung dia.
Di sisi lain, lanjut Indar Sakti Tanjung, bencana ini menjadi pelajaran yang sangat berharga. Ke depan jangan sampai terulang.
”Memang kita tidak bisa sepenuhnya mengendalikan faktor alam, apalagi dengan kondisi cuaca ekstrem yang makin sulit diprediksi. Namun, ada faktor lain yang juga harus kita jujur melihatnya, yaitu aktivitas manusia,” ungkap dia.
”Kita mengetahui bahwa di daerah kita terdapat aktivitas pembukaan lahan, pertambangan, dan pemanfaatan sumber daya alam lainnya. Pemerintah harus memastikan bahwa setiap perusahaan yang memiliki izin benar-benar menjalankan kewajibannya, termasuk reboisasi dan pemulihan lahan setelah eksploitasi. Jangan hanya di atas kertas. Pengawasan harus nyata di lapangan,” tegas Indar.
Terhadap aktivitas yang belum atau tidak memiliki izin, apalagi yang bersifat ilegal, pemerintah harus tegas melakukan penertiban. Ini penting bukan hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga untuk menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Tag: #laga #amal #trauma #healing #korban #bencana #tapanuli #selatan