Eks Wamenaker Noel Kesal Dinarasikan Gembong Korupsi oleh KPK
- Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer (Noel) merasa kesal dirinya dinarasikan sebagai gembong korupsi oleh KPK.
Hal tersebut Noel sampaikan sebelum menghadapi sidang dakwaan kasus korupsi pemerasan pengurusan sertifikat K3 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).
"Presiden kan enggak ngurus hal kecil begini lah. Presiden ngurusin bangsa ini, negara ini lebih penting daripada kasus yang kayak aib begini. Apalagi, kita lihat orkestrasi yang dinarasikan KPK sebagai gembong," ujar Noel.
Noel pun mengeluarkan pernyataan sarkas bahwa dirinya memang telah memerintah seluruh kementerian untuk melakukan korupsi.
Dia tidak membantah telah menerima 32 mobil untuk diparkir di rumah dengan luas tanah 83 meter.
"Sekarang saya bilang saya gembong, ya saya gembong. Saya perintahkan seluruh kementerian korupsi massal. Itu yang dijadikan berita biar keren," ujar dia.
"Saya tidak membantah apa yang disampaikan 32 mobil dengan rumah tipe 36 dengan tanah 83 meter kalau markir semana itu. Mobil Ducati, Nissan GTR, jadi keren lah," sambung Noel.
Noel berharap apa yang ia sebut sebagai orkestrasi KPK berbasis kebohongan dapat segera dihentikan.
Menurut dia, penanganan perkara yang dilakukan lembaga antirasuah tersebut bertentangan dengan semangat pencegahan yang diatur dalam undang-undang.
"Apalagi, presiden menyampaikan berkali kali KPK telah melakukan kegagalan dalam penanganan kasus korupsi karena KPK melakukan penanganan korupsi dengan penangkapan, padahal di UU KPK ada pencegahan," imbuh Noel.
Diketahui, berkas perkara Noel telah teregister di sistem kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor register 1/Pid.Sus-TPK/2026/PN Jkt.Pst.
“Dijadwalkan sidang perdana digelar pada Senin, 19 Januari 2025,” ujar Juru Bicara PN Jakarta Pusat Andi Saputra, dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026) lalu.
Hakim yang akan mengadili dan memeriksa perkara ini adalah Nur Sari Baktiana sebagai ketua majelis dengan anggota Fajar Kusuma Aji dan Alfis Setiawan.
Selain Noel, 10 tersangka lain juga akan menghadapi sidang dakwaan pada hari yang sama, yaitu:
1. Irvian Bobby Mahendro selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 tahun 2022-2025. Bobby Mahendro selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 tahun 2022-2025.
2. Gerry Aditya Herwanto Putra selaku Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja tahun 2022-2025.
3. Subhan selaku Subkoordinator Keselamatan Kerja Dit Bina K3 tahun 2020-2025.
4. Anitasari Kusumawati selaku Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja tahun 2020-2025.
5. Fahrurozi selaku Dirjen Binwasnaker dan K3 pada Maret 2025.
6. Hery Sutanto selaku Direktur Bina Kelembagaan tahun 2021 sampai Februari 2025.
7. Sekarsari Kartika Putri selaku Subkoordinator.
8. Supriadi selaku Koordinator.
9. Temurila selaku pihak PT KEM Indonesia.
10. Miki Mahfud selaku pihak PT KEM Indonesia.
Dalam perkara ini, eks Wamenaker Noel dan kawan-kawan diduga menggunakan modus menaikkan biaya penerbitan sertifikat K3.
Praktik ini sudah berlangsung sejak 2019.
KPK mengungkap bahwa biaya pengurusan sertifikasi K3 hanya Rp 275.000, namun, di lapangan biaya naik menjadi Rp 6 juta.
KPK mencatat selisih pembayaran tersebut mencapai Rp 81 miliar yang kemudian mengalir kepada para tersangka, termasuk Rp 3 miliar yang dinikmati oleh Noel.
Akibat perbuatannya, Noel dan 10 tersangka lainnya dipersangkakan Pasal 12 huruf (e) dan/atau Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Tag: #wamenaker #noel #kesal #dinarasikan #gembong #korupsi #oleh