Kisah Partha, Balita 4 Tahun yang Sudah Disiplin Latihan Gymnastics
Di usia yang masih sangat muda, Partha Wardhana Darmawan sudah memiliki rutinitas yang cukup padat.
Balita berusia 4 tahun itu menjalani hari-harinya dengan sekolah, belajar, hingga latihan gymnastics secara rutin dua kali sehari.
Ketertarikan Partha pada dunia gymnastics ternyata muncul sejak usia 2 tahun.
Sang ibu, Yossy Pramitha, mengatakan bahwa awalnya Partha hanya melihat sang kakak yang lebih dulu mengikuti latihan gymnastics. Namun, dari sana ia mulai ikut menirukan berbagai gerakan.
“Awalnya Partha melihat dan mengikuti kakaknya yang sudah terlebih dahulu ikut gymnastics. Saat itu usianya masih 2 tahun,” ujar Yossy kepada Kompas.com, Senin (25/5/2026).
Dari situ, Yossy mulai menyadari adanya ketertarikan sekaligus bakat pada diri Partha. Menurutnya, kemampuan koordinasi gerak dan cara Partha memahami instruksi terlihat cukup baik untuk anak seusianya.
Baca juga: Kisah Barlina Menjaga Work-Life Balance sebagai ART di Hong Kong Lewat Latihan Otot
Jalani Latihan Dua Kali Sehari
Kini, keseharian Partha dipenuhi berbagai aktivitas yang melatih kedisiplinannya sejak dini. Pagi hari dimulai dengan sarapan sebelum latihan gymnastics. Setelah itu, Partha bersekolah di Bimba AIUEO.
Sepulang sekolah, ia makan siang dan beristirahat sebelum kembali menjalani latihan pada sore hari hingga sekitar pukul 18.30.
Setelah selesai latihan, Partha masih melanjutkan belajar dan les mengaji sebelum akhirnya beristirahat.
Meski memiliki jadwal yang cukup padat, Yossy mengatakan dirinya dan keluarga tetap berusaha menjaga agar latihan terasa menyenangkan bagi Partha. Salah satu caranya adalah dengan memberikan reward sederhana.
“Kami biasanya memberikan hadiah kecil seperti makanan atau mainan yang dia suka supaya tetap semangat,” kata Yossy.
Partha mulai tertarik gymnastics sejak usia 2 tahun. Kini, di usia 4 tahun, ia sudah rutin latihan dua kali sehari.
Tantangan Dampingi Anak yang Masih Ingin Bermain
Sebagai orangtua, Yossy mengakui ada tantangan tersendiri mendampingi anak kecil yang aktif berlatih olahraga. Ada kalanya Partha merasa tidak mood atau menangis karena ingin bermain seperti anak-anak lain seusianya.
Namun, Yossy dan keluarga memilih mendampingi dengan pendekatan yang lembut. Mereka berusaha menjelaskan manfaat latihan dengan bahasa yang mudah dipahami anak.
“Kami selalu kasih tahu kalau latihan gymnastics itu supaya badannya tambah kuat, ototnya jadi besar, bisa ketemu teman-teman dan bermain juga,” ujarnya.
Yossy yang merupakan mantan atlet gymnastics juga mengaku cukup memahami dunia olahraga tersebut. Karena itu, ia merasa lebih banyak mengarahkan Partha dibanding memberikan tekanan.
Menurutnya, hal terpenting adalah memastikan anak tetap nyaman menjalani prosesnya.
Baca juga: Anak 4 Tahun Ini Sudah Jago Gymnastics, Begini Cara Orangtua Mendampinginya
Belajar Disiplin sejak Balita
Selain perubahan fisik dan kemampuan motorik, Yossy melihat perkembangan lain yang cukup terasa pada diri Partha, yakni soal tanggung jawab dan disiplin.
“Walaupun masih balita, dia sudah tahu jadwalnya sendiri. Dia tahu kapan harus latihan, sekolah, dan kegiatan lainnya,” tutur Yossy.
Ke depan, Yossy berharap Partha bisa tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan terus berkembang, baik di bidang gymnastics maupun kehidupan sehari-hari.
“Harapan orangtua pasti ingin anaknya lebih baik dari orangtuanya, baik soal prestasi maupun masa depannya nanti,” kata dia.
Tag: #kisah #partha #balita #tahun #yang #sudah #disiplin #latihan #gymnastics