4 Tips Ampuh Hilangkan Jerawat Hormon yang Membandel
– Jerawat hormon menjadi salah satu masalah kulit yang sering dialami, terutama oleh perempuan. Berbeda dari jerawat biasa, jenis ini biasanya muncul secara berulang mengikuti siklus hormon dan cenderung lebih sulit diatasi.
Menurut dokter kulit, jerawat hormon dipicu oleh fluktuasi hormon yang meningkatkan produksi minyak di kulit, sehingga menyumbat pori-pori dan memicu peradangan.
“Jerawat hormon adalah jerawat yang muncul di sekitar waktu siklus menstruasi, ketika perubahan hormon merangsang kelenjar minyak dan memicu peradangan,” kata dokter kulit bersertifikat, Joshua Zeichner, seperti dilansir Real Simple, Senin (27/4/2026).
Untuk mengatasinya, diperlukan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari gaya hidup hingga perawatan kulit yang tepat. Berikut beberapa cara ampuh yang bisa dilakukan.
Baca juga: Pasta Gigi Bisa Menghilangkan Jerawat, Mitos atau Fakta?
4 Tips menghilangkan jerawat hormon
1. Mengelola stres
Stres menjadi salah satu pemicu utama jerawat hormon yang sering tidak disadari. Dokter kulit Chesahna Kindred menjelaskan, ketika seseorang mengalami stres, tubuh akan memproduksi hormon seperti testosteron dalam jumlah lebih tinggi.
“Saat stres, tubuh menghasilkan lebih banyak testosteron yang merangsang kelenjar minyak dan folikel rambut, sehingga memicu jerawat,” ungkap dia.
Kondisi ini membuat produksi minyak meningkat dan memperbesar risiko pori-pori tersumbat. Selain itu, stres juga dapat memperlambat proses penyembuhan kulit.
Maka dari itu, penting untuk mengelola stres melalui berbagai cara seperti meditasi, olahraga rutin, hingga menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Aktivitas sederhana seperti berjalan santai atau teknik pernapasan juga bisa membantu menenangkan pikiran dan mengurangi flare jerawat.
Baca juga: 7 Kebiasaan yang Menyebabkan Pori-pori Tersumbat
2. Mengatur pola makan
Apa yang dikonsumsi sehari-hari ternyata sangat berpengaruh terhadap kondisi kulit, termasuk jerawat hormon. Makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti gula dan karbohidrat olahan dapat memperburuk kondisi jerawat.
“Makanan dengan indeks glikemik tinggi, seperti makanan manis, terbukti dapat memperparah jerawat, baik hormonal maupun non-hormonal,” jelas Dr. Kindred.
Senada dengan itu, Dr. Zeichner menambahkan, gula dan pati olahan dapat meningkatkan kadar gula darah dan memicu peradangan.
Sebagai gantinya, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang lebih sehat seperti biji-bijian utuh, sayuran, serta makanan fermentasi seperti kimchi dan yogurt yang dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobioma tubuh.
Selain itu, dokter kulit Marisa Garshick menganjurkan untuk konsumsi teh hijau.
“Teh hijau memiliki manfaat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan yang berkontribusi pada jerawat hormon,” terangnya.
Baca juga: Membedakan Jerawat di Bibir dengan Herpes
3. Memanfaatkan bahan tea tree oil dan cuka apel
Penggunaan bahan alami juga bisa menjadi alternatif untuk mengatasi jerawat hormon, terutama bagi yang ingin menghindari obat-obatan tertentu.
Tea tree oil dikenal memiliki sifat antibakteri yang mampu melawan bakteri penyebab jerawat.
“Tea tree oil dapat membunuh bakteri C. acnes yang berkaitan dengan jerawat,” ujar Dr. Kindred.
Selain itu, bahan ini juga membantu mengurangi kemerahan dan peradangan pada kulit. Sementara itu, cuka apel atau apple cider vinegar (ACV) juga kerap digunakan karena memiliki sifat antibakteri dan antijamur.
“Cuka apel memiliki sifat antibakteri dan antijamur yang dapat membantu membunuh bakteri dan ragi pada kulit yang berkaitan dengan jerawat,” kata dokter kulit Raechele Cochran Gathers.
Namun, penggunaan bahan alami ini harus tetap hati-hati karena bisa menyebabkan iritasi jika digunakan secara berlebihan atau tanpa pengenceran.
Baca juga: 7 Kebiasaan yang Menyebabkan Munculnya Jerawat Punggung
4. Menyesuaikan rutinitas skincare dengan kondisi kulit
Perawatan kulit yang tepat menjadi kunci penting dalam mengatasi jerawat hormon. Membersihkan wajah secara rutin dapat membantu mengurangi minyak berlebih dan bakteri penyebab jerawat.
“Penting untuk membersihkan wajah setidaknya satu hingga dua kali sehari untuk menghilangkan bakteri dan sebum berlebih, tetapi hindari membersihkan secara berlebihan karena bisa merusak skin barrier,” pungkas Dr. Garshick.
Penggunaan produk yang lembut dan non-komedogenik juga sangat dianjurkan agar tidak menyumbat pori-pori.
Selain itu, penting untuk menghindari produk yang terlalu keras karena dapat memperparah iritasi.
Pendekatan lain yang bisa dicoba adalah menyesuaikan skincare dengan siklus menstruasi. Karena kondisi kulit berubah mengikuti hormon, penggunaan produk juga dapat disesuaikan untuk mengantisipasi perubahan tersebut.
Baca juga: Waspada Efek Wajah Cekung akibat Prosedur Pengencangan Kulit Tak Tepat
Penanganan harus disesuaikan dengan kondisi kulit
Tidak ada satu cara yang pasti untuk mengatasi jerawat hormon. Setiap orang memiliki kondisi kulit yang berbeda, sehingga pendekatan yang digunakan juga perlu disesuaikan.
Dalam beberapa kasus, kombinasi perawatan alami dan medis seperti penggunaan retinoid atau terapi hormon mungkin diperlukan.
Dengan memahami penyebab dan memilih perawatan yang tepat, jerawat hormon dapat dikendalikan sehingga tidak mengganggu kesehatan kulit maupun kepercayaan diri.
Baca juga: Dampak Buruk Kurang Tidur pada Kesehatan Kulit Wajah
Tag: #tips #ampuh #hilangkan #jerawat #hormon #yang #membandel