Nyeri Otot Setelah Olahraga, Normal dan Tanda Cedera?
– Nyeri otot setelah berolahraga sering dianggap sebagai hal yang wajar. Bahkan, sebagian orang menganggap rasa pegal tersebut sebagai tanda latihan yang efektif.
Namun, tidak semua nyeri otot bisa dianggap normal. Dalam beberapa kondisi, nyeri justru dapat menjadi tanda adanya cedera.
Menurut dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Zeth Boroh, Sp.KO, ALK, perbedaan nyeri normal dan cedera dapat dilihat dari durasi serta gejala yang menyertainya.
“Kalau nyerinya cuma 1–2 hari, itu biasanya kram atau DOMS. Biasanya akan hilang dalam tiga hari. Tapi kalau nyerinya lebih dari tiga hari dan terus berlanjut, itu sudah mengarah ke cedera,” jelasnya saat ditemui dalam sebuah acara di Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).
Baca juga: Cara Mencegah Cedera Ringan saat Olahraga, Jangan Abaikan Nyeri
Nyeri Normal Biasanya Hilang dalam 1–3 Hari
Nyeri otot yang muncul setelah olahraga umumnya merupakan respons tubuh terhadap aktivitas fisik, terutama jika seseorang baru mencoba jenis latihan baru atau meningkatkan intensitas olahraga.
Kondisi ini dikenal sebagai delayed onset muscle soreness (DOMS), yaitu rasa pegal yang muncul akibat proses adaptasi otot.
Nyeri jenis ini biasanya terasa dalam 1–2 hari setelah olahraga dan akan membaik dengan sendirinya dalam waktu sekitar tiga hari.
Selama tidak berlangsung lama dan tidak mengganggu aktivitas secara signifikan, kondisi ini masih tergolong normal.
Nyeri Lebih dari 3 Hari Perlu Diwaspadai
Berbeda dengan nyeri normal, nyeri yang berlangsung lebih dari tiga hari perlu mendapat perhatian.
Menurut dr. Zeth, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya cedera pada jaringan tubuh.
Nyeri yang tidak kunjung membaik menunjukkan bahwa otot tidak hanya beradaptasi, tetapi mengalami gangguan akibat penggunaan berlebihan atau overuse.
Jika tetap dipaksakan, cedera dapat menjadi lebih parah dan membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama.
Baca juga: Pegal dan Nyeri Setelah Olahraga, Perlukah Tetap Latihan?
Kenali Tanda Inflamasi pada Cedera
Salah satu kondisi yang sering terjadi pada cedera adalah inflamasi atau peradangan.
Dr. Zeth menjelaskan bahwa inflamasi merupakan bentuk kerusakan jaringan ringan yang dapat terjadi pada otot, tendon, ligamen, hingga sendi.
“Inflamasi itu adalah kerusakan jaringan. Gejalanya bisa berupa nyeri, pembengkakan, memar, bahkan terasa hangat saat disentuh,” terangnya.
Selain itu, inflamasi juga dapat menyebabkan gangguan fungsi gerak, misalnya otot sulit digunakan atau tidak dapat berkontraksi secara normal.
Jangan Abaikan Nyeri yang Tidak Wajar
Meskipun nyeri setelah olahraga sering dianggap biasa, penting untuk tetap memperhatikan durasi dan gejala yang menyertainya.
Jika nyeri berlangsung lebih lama, disertai pembengkakan, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Adapun dr. Zeth menegaskan bahwa nyeri sebaiknya tidak diabaikan karena bisa menjadi tanda awal cedera.
“Kalau ada nyeri, itu menandakan sudah terjadi cedera walaupun masih ringan. Jadi langsung istirahat, jangan dipaksakan,” terangnya.
Baca juga: 4 Tips Mengatasi Nyeri Otot setelah Olahraga, Jangan Lupakan Protein
Ia menambahkan, penanganan awal dapat dilakukan dengan cara sederhana, seperti mengompres area yang nyeri dengan es, menggunakan perban elastis atau kinesio taping, serta mengurangi aktivitas fisik sementara waktu.
Dalam beberapa kondisi, penggunaan obat pereda nyeri, baik oles maupun minum, juga dapat membantu meredakan keluhan.
Dengan mengenali perbedaan antara nyeri otot normal dan tanda cedera, serta melakukan penanganan awal yang tepat, seseorang dapat menjaga kondisi tubuh tetap optimal saat berolahraga.