5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Setor Sampah Kosmetik ke Paragon Empties Station
- Kehadiran mesin penampung sampah kosmetik seperti Paragon Empties Station di halte Transjakarta CSW, Jakarta Selatan, memudahkan masyarakat untuk mengelola limbah kecantikan.
Sebelum menyetorkan kemasan kosong, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar proses daur ulang berjalan optimal.
Langkah sederhana ini tidak hanya membantu mesin bekerja lebih efektif, tetapi juga mendukung pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Baca juga: Pengalaman Setor Sampah Kosmetik di Paragon Empties Station CSW Jakarta, Buat Limbah Jadi Bernilai
5 Hal yang harus diperhatikan sebelum setor sampah kosmetik
1. Pastikan produk sudah habis digunakan
Langkah menggunakan mesin Paragon Empties Station (PES), di Halte CSW, Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026).
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah memastikan produk kosmetik sudah habis digunakan sebelum disetorkan. Head CSR ParagonCorp, Suci Hendrina menekankan pentingnya hal ini.
Baca juga: Waspada Dampak Sampah Kosmetik terhadap Lingkungan dan Kesehatan
“Memang kami imbau tentunya dikembalikan setelah habis dipakai produknya. Jika expired bisa dibersihkan dulu isinya sebelum disetor,” ujarnya dalam Peluncuran Paragon Empties Station (PES), di Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026).
Kemasan yang sudah kosong akan lebih mudah diproses dalam tahap daur ulang dibandingkan yang masih berisi.
2. Bersihkan sisa produk di dalam kemasan
Selain memastikan produk telah habis, kebersihan kemasan juga menjadi faktor penting. Sisa produk yang tertinggal dapat menghambat proses pengolahan limbah.
“Kalaupun masih ada isinya sebenarnya boleh, tapi hanya tinggal sedikit yang menempel. Himbauan dalam kondisi bersih itu upaya proses recycling-nya lebih mudah,” kata Corporate Communication PlasticPay, Imam Pesuwaryantoro.
Dengan membersihkan kemasan terlebih dahulu, pengguna turut membantu meningkatkan kualitas hasil daur ulang.
3. Pastikan termasuk kategori produk kosmetik
Tidak semua jenis sampah bisa dimasukkan ke dalam mesin ini. Pengguna perlu memastikan bahwa kemasan yang disetorkan benar-benar berasal dari produk kosmetik atau perawatan diri.
“Empties dari produk kosmetik apapun bisa disetorkan, dalam kondisi yang masih bagus maupun sudah tidak bagus,” ujar Imam.
Hal ini menunjukkan, kondisi kemasan bukan menjadi penghalang, selama masih termasuk dalam kategori yang sesuai.
4. Hindari memasukkan sampah non-kosmetik
Hal lain yang harus dihindari adalah memasukkan jenis sampah lain ke dalam mesin. Mesin Paragon Empties Station dirancang khusus untuk kemasan kosmetik.
“Jangan masukan barang lain di luar kategori kosmetik. Misalnya botol minum atau kemasan makanan. Mesin ini memang khusus untuk sampah kosmetik,” imbau Imam.
Baca juga: Sampah Kemasan Kosmetik Apa Saja yang Bisa Didaur Ulang di Paragon Empties Station?
Memasukkan sampah yang tidak sesuai tidak hanya mengganggu sistem pemindaian, tetapi juga dapat menghambat proses daur ulang secara keseluruhan.
5. Perhatikan jenis material kemasan
Jenis material kemasan juga perlu diperhatikan sebelum disetorkan. Imam mengungkap, mesin ini dapat menerima berbagai bahan yang umum digunakan dalam produk kosmetik.
“Botol produk kosmetik dari bahan kaca, kardus, atau plastik bisa disetorkan,” ungkapnya.
Keberagaman material ini memberikan kemudahan bagi masyarakat karena tidak perlu melakukan pemilahan yang terlalu rumit di rumah.
Dengan memahami lima hal tersebut, proses penyetoran sampah kosmetik di mesin Paragon Empties Station dapat berjalan lebih lancar dan efektif.
Lokasinya yang berada di halte Transjakarta CSW juga memudahkan akses bagi masyarakat yang ingin mulai berkontribusi dalam pengelolaan sampah.
Tag: #yang #perlu #diperhatikan #sebelum #setor #sampah #kosmetik #paragon #empties #station