Hal yang Perlu Dihindari Saat Ikut Lomba Lari, Jangan Terlalu Ambisius
Ilustrasi lomba lari.(FREEPIK)
19:35
7 April 2026

Hal yang Perlu Dihindari Saat Ikut Lomba Lari, Jangan Terlalu Ambisius

– Mengikuti lomba lari untuk pertama kali bisa menjadi pengalaman yang menantang sekaligus menyenangkan. Banyak orang menjadikan momen ini sebagai ajang untuk menguji kemampuan diri setelah berlatih.

Namun, tidak sedikit peserta yang justru melakukan kesalahan karena terlalu berambisi sejak awal. Alih-alih menikmati proses, mereka cenderung memaksakan diri untuk mencapai target tertentu, baik dari segi kecepatan maupun performa.

Co-Founder Women’s 10K, Laila Munaf, mengingatkan agar peserta, terutama pemula, tidak terlalu ambisius saat mengikuti race.

“Jangan ambisius, jangan langsung memaksakan pace tertentu. Santai saja, apalagi kalau baru pertama kali, anggap sebagai proses mencoba,” ujarnya saat ditemui dalam acara AIA Vitality Women’s 10K 2026 Press Conference di Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Kisah Irfan Prasatya Aktif Lari Maraton di Usia 60, Saraf Kejepit Jadi Titik Balik

Jangan Langsung Memasang Target Tinggi

Salah satu kesalahan paling umum adalah menetapkan target yang terlalu tinggi sejak awal, seperti ingin mencapai pace atau menyelesaikan lomba dalam waktu tertentu.

Padahal, tanpa pengalaman mengikuti race sebelumnya, tubuh belum tentu siap menghadapi tekanan tersebut.

Menurut Laila, pendekatan yang lebih bijak adalah menjadikan race pertama sebagai ajang untuk mencoba dan merasakan pengalaman berlari dalam suasana lomba.

Dengan cara ini, peserta dapat memahami bagaimana tubuh bereaksi terhadap jarak, ritme, dan kondisi lintasan.

Baca juga: 5 Persiapan Sebelum Lomba Lari agar Tidak Cedera Menurut Atlet

Hindari Membandingkan Diri dengan Pelari Lain

Kesalahan lain yang dapat dihindari adalah membandingkan diri dengan peserta lain, terutama yang terlihat lebih berpengalaman atau memiliki performa lebih baik.

Padahal, setiap pelari memiliki latar belakang latihan, kondisi fisik, dan tujuan yang berbeda.

Membandingkan diri justru dapat menimbulkan tekanan yang tidak perlu dan membuat pengalaman berlari menjadi kurang menyenangkan.

“Jangan membandingkan diri kita dengan orang lain, karena kita tidak tahu perjalanan mereka seperti apa,” kata Laila.

Baca juga: Dr. Tirta Bagikan 5 Tips Siapkan Anak Sebelum Ikut Lomba Lari

Dengarkan Tubuh, Bukan Ego

Dalam situasi lomba, suasana kompetitif sering kali membuat seseorang terdorong untuk berlari lebih cepat dari kemampuan sebenarnya. Hal ini berisiko membuat tubuh cepat lelah atau bahkan mengalami cedera.

Maka dari itu, penting untuk lebih peka terhadap kondisi tubuh dibandingkan sekadar mengikuti ego atau dorongan untuk mengejar peserta lain.

Dengan mengenali batas kemampuan, pelari dapat menjaga ritme yang lebih stabil dan menghindari kelelahan berlebih di tengah lomba.

Baca juga: Pertama Kali Ikut Half Marathon, Catat 3 Tips Ini

Jadikan Race Sebagai Proses Belajar

Bagi pemula, mengikuti lomba sebaiknya tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga sebagai sarana untuk mengenali kemampuan tubuh.

Pengalaman pertama dapat menjadi momen untuk memahami kekuatan dan kelemahan diri saat berlari.

Laila mencontohkan, jika pada race pertama kaki terasa cepat lelah, hal tersebut bisa menjadi sinyal bahwa kekuatan otot perlu ditingkatkan.

“Kalau di race pertama kaki belum kuat, berarti kita tahu perlu memperkuat kaki. Di kesempatan berikutnya, mungkin masalahnya bukan di kaki, tapi di napas,” jelasnya.

Baca juga: Bolehkah Lari Setiap Hari untuk Kesehatan? Ini Penjelasan Ahli

Fokus pada Progres, Tidak Perlu Langsung Sempurna

Banyak peserta yang berharap dapat tampil maksimal sejak pertama kali mengikuti lomba.

Padahal, kemampuan dalam berlari biasanya berkembang secara bertahap seiring dengan latihan dan pengalaman.

Setiap race dapat menjadi proses belajar untuk memahami kemampuan tubuh sekaligus mengevaluasi kekurangan yang masih perlu diperbaiki.

Oleh sebab itu, pelari tidak perlu menuntut hasil sempurna dalam satu kesempatan. Daripada mengejar hasil instan, lebih baik fokus pada perkembangan diri dari waktu ke waktu.

Melalui pendekatan ini, setiap lomba dapat memberikan pelajaran baru yang membantu meningkatkan performa di kesempatan berikutnya.

Selain itu, sikap yang lebih santai dan realistis juga dapat membantu mengurangi risiko cedera akibat memaksakan diri.

Baca juga: Lomba Lari Tidar Borobudur 10K Digelar Mei 2026, Ini Harga Tiket dan Hadiahnya

Tag:  #yang #perlu #dihindari #saat #ikut #lomba #lari #jangan #terlalu #ambisius

KOMENTAR