Rambut Beruban Ternyata Tidak Sekadar Karena Usia, Ini Temuan Ilmuwan
Ilustrasi uban di usia muda. Rambut beruban tidak hanya dipicu usia, karena ilmuwan menemukan prosesnya lebih kompleks dan dalam kondisi tertentu bahkan bisa berbalik.(Shutterstock/Pixel-Shot)
18:35
6 April 2026

Rambut Beruban Ternyata Tidak Sekadar Karena Usia, Ini Temuan Ilmuwan

Rambut beruban tidak hanya dipengaruhi usia, tetapi juga proses biologis yang kompleks di dalam tubuh.

Melansir The New York Times (11/3/2026), hingga kini para ilmuwan belum sepenuhnya memahami apa yang memicu rambut kehilangan warnanya.

Dalam beberapa kondisi, warna rambut bahkan bisa kembali, meski tidak selalu terjadi.  Temuan ini menunjukkan bahwa uban tidak sesederhana tanda penuaan.

Baca juga: Angelina Jolie Tampil Beda di Shanghai, Rambut Pirang dan Lipstik Merah Jadi Sorotan

Perubahan warna rambut terjadi perlahan dan tidak merata

Setiap helai rambut mendapatkan warna dari pigmen melanin yang diproduksi oleh sel khusus di dalam folikel rambut.

Jumlah pigmen ini menentukan warna rambut, semakin banyak melanin maka warna rambut tampak gelap, sementara berkurangnya pigmen membuat rambut menjadi abu-abu atau putih.

Seiring waktu, sel penghasil pigmen mengalami penurunan fungsi hingga akhirnya berhenti bekerja.

Direktur Charles Institute of Dermatology di University College Dublin, Desmond Tobin, menjelaskan bahwa proses ini tidak terjadi secara bersamaan karena setiap folikel rambut bekerja secara mandiri.

Akibatnya, uban muncul satu per satu dan berkembang menjadi campuran rambut gelap dan putih yang dikenal sebagai fase “salt and pepper”.

Baca juga: Gaya Rambut Curtain Fringe Kembali Tren, Bikin Wajah Terlihat Lebih Muda

Uban tidak selalu permanen dan bisa berubah

Ilustrasi penyebab uban di usia muda. Rambut beruban tidak hanya dipicu usia, karena ilmuwan menemukan prosesnya lebih kompleks dan dalam kondisi tertentu bahkan bisa berbalik.Shutterstock/Studio Romantic Ilustrasi penyebab uban di usia muda. Rambut beruban tidak hanya dipicu usia, karena ilmuwan menemukan prosesnya lebih kompleks dan dalam kondisi tertentu bahkan bisa berbalik.

Penelitian menunjukkan bahwa uban tidak selalu bersifat permanen, meskipun hal ini tidak terjadi pada semua orang.

Profesor penuaan dan regenerasi dari University of Tokyo, Emi Nishimura, menjelaskan bahwa uban muncul ketika sel pigmen mengalami kerusakan, tetapi menjadi permanen saat cadangan sel induk di folikel rambut habis.

Jika cadangan tersebut masih tersedia, warna rambut bisa kembali muncul pada bagian tertentu meskipun sifatnya terbatas.

Studi pada 2021 juga menemukan bahwa rambut dapat mencerminkan kondisi tubuh, termasuk tingkat stres, dalam bentuk perubahan warna.

Saat stres meningkat, rambut cenderung menjadi lebih terang, sementara saat stres menurun, warna rambut dapat kembali lebih gelap pada beberapa bagian.

Temuan ini memperkuat bahwa uban tidak selalu berjalan dalam satu arah yang tetap.

Baca juga: Tren Rambut Bixie Kembali Populer, Ini Gaya Andalan Zendaya

Genetik jadi faktor utama

Para ahli menegaskan bahwa faktor genetik tetap menjadi penentu utama kapan uban mulai muncul.

Dermatolog dari University of California Irvine Health, Jessica Shiu, menyebut bahwa pola uban biasanya mengikuti riwayat keluarga. Usia kemunculan uban dapat berbeda pada setiap orang, tergantung faktor keturunan.

Kebiasaan seperti merokok dan stres kronis dapat mempercepat kerusakan sel pigmen, tetapi bukan penyebab utama.

Pola hidup sehat dapat membantu menjaga kondisi rambut, meskipun belum terbukti mampu mencegah uban sepenuhnya.

Para ahli juga mengingatkan bahwa klaim produk atau suplemen anti-uban belum memiliki bukti ilmiah yang kuat.

Rambut beruban merupakan hasil dari proses biologis yang kompleks dan tidak sepenuhnya dapat dikendalikan.

Dalam kondisi tertentu, warna rambut bisa kembali, tetapi hingga kini belum ada cara pasti untuk mencegah atau membalikkan uban secara menyeluruh.

Temuan ini menunjukkan bahwa uban bukan sekadar tanda penuaan, melainkan bagian dari mekanisme alami tubuh yang masih terus diteliti oleh para ilmuwan.

Baca juga: Serum Penumbuh Rambut Ternyata Tak Selalu Efektif, Ini Penjelasan Dokter

Tag:  #rambut #beruban #ternyata #tidak #sekadar #karena #usia #temuan #ilmuwan

KOMENTAR