4 Tanda Kamu Punya Commitment Issue yang Bisa Merusak Hubungan
Ilustrasi hubungan (freepik.com)
21:35
31 Maret 2026

4 Tanda Kamu Punya Commitment Issue yang Bisa Merusak Hubungan

- Komitmen menjadi salah satu fondasi penting dalam hubungan asmara. Namun, tidak semua orang mampu menjalaninya dengan mudah. 

Di tengah maraknya fenomena ghosting hingga hubungan tanpa kejelasan, istilah commitment issue semakin sering dibicarakan.

Menurut terapis pasangan berlisensi, Nari Jeter, commitment issue tidak selalu berarti seseorang tidak ingin menjalin hubungan.

Baca juga: 10 Tanda Pria Kurang Dewasa secara Emosional Menurut Psikolog, Bisa Ganggu Hubungan

“Masalah komitmen tidak selalu berasal dari keinginan untuk tidak punya hubungan. Seseorang bisa peduli dan ingin bersama pasangannya, tetapi tetap merasa lumpuh saat menghadapi komitmen,” jelasnya, dikutip dari SELF Magazine, Selasa (31/3/2026).

Kondisi ini sering kali dipicu oleh rasa takut kehilangan kebebasan, trauma masa lalu, hingga kekhawatiran akan disakiti kembali. Jika tidak disadari, commitment issue bisa merusak hubungan secara perlahan.

4 Tanda kamu punya commitment issue

1. Sulit membayangkan masa depan bersama pasangan

Salah satu tanda paling umum dari commitment issue adalah ketidaknyamanan saat membicarakan masa depan. Bahkan ketika hubungan berjalan baik, pembicaraan tentang rencana jangka panjang bisa terasa menekan.

Terapis Erica Thrall menjelaskan, orang dengan masalah komitmen cenderung menghindari diskusi serius, seperti arah hubungan atau rencana bersama.

Mereka mungkin akan menjawab dengan kalimat seperti, “jalanin saja dulu,” tanpa kejelasan.

Perilaku ini biasanya berakar pada ketakutan kehilangan kebebasan atau rasa khawatir terjebak dalam hubungan. Akibatnya, hubungan menjadi stagnan dan sulit berkembang ke tahap yang lebih serius.

2. Cemas saat hubungan mulai lebih serius

Ketika hubungan mulai melibatkan aspek kehidupan sehari-hari, seperti bertemu keluarga, berbagi waktu lebih intens, atau bahkan membicarakan tinggal bersama, rasa cemas bisa muncul secara berlebihan.

Baca juga: Kenapa Gen Z Lebih Sensitif Soal Perbedaan Usia dalam Hubungan Asmara?

Menurut Thrall, fase ini sering menjadi tanda commitment issue semakin terlihat.

“Masalah komitmen sering muncul ketika dua orang mulai menggabungkan kehidupan mereka secara nyata,” ucap dia.

Hal ini membuat seseorang cenderung menunda keputusan penting, menjaga jarak emosional, atau bahkan menghindari langkah maju dalam hubungan. 

Padahal, di sisi lain, mereka mungkin tetap ingin mempertahankan hubungan tersebut.

3. Sering mencari alasan untuk mengakhiri hubungan

Tanda berikutnya adalah kecenderungan mencari-cari alasan untuk menjauh, terutama saat hubungan mulai terasa serius. Jeter menjelaskan, ini merupakan bentuk self-sabotage atau sabotase diri sendiri.

“Saya sering melihat klien yang menginginkan hubungan, tetapi saat mendapatkannya, mereka justru panik karena takut disakiti,” ujarnya.

Hal-hal kecil yang sebelumnya tidak menjadi masalah bisa tiba-tiba dianggap sebagai red flag. 

Misalnya, cara pasangan berbicara atau kebiasaan sepele dijadikan alasan untuk meragukan hubungan.

Secara tidak sadar, pola ini menjadi cara untuk melindungi diri dari potensi luka, meski akhirnya justru merusak hubungan yang sedang dibangun.

4. Terjebak dalam pikiran “Bagaimana jika”

Orang dengan commitment issue juga cenderung terus-menerus memikirkan kemungkinan lain, alih-alih menikmati hubungan yang sedang dijalani.

Pikiran seperti “bagaimana jika ada yang lebih baik?” atau “bagaimana jika aku salah memilih?” sering muncul dan sulit dihentikan.

Jeter menilai, pola ini merupakan bentuk perlindungan diri agar tidak terlalu terikat secara emosional. Namun, dampaknya bisa cukup serius.

Alih-alih membangun kedekatan dan kepercayaan, seseorang justru terjebak dalam keraguan yang tidak berujung.

Hubungan kehilangan rasa aman dan kedekatan yang seharusnya menjadi inti dari komitmen itu sendiri.

Baca juga: Waspada Dominasi dan Kontrol Berlebih, Ciri Hubungan Asmara Tak Sehat

Meski terdengar negatif, commitment issue bukanlah kondisi yang tidak bisa diatasi. Kesadaran menjadi langkah pertama yang penting.

Terapi dengan profesional kesehatan mental dapat membantu seseorang memahami akar masalahnya, mulai dari trauma, pola keterikatan, hingga rasa takut yang belum terselesaikan.

Selain itu, membangun komunikasi yang jujur dengan pasangan juga menjadi kunci. Dengan begitu, kedua belah pihak dapat saling memahami dan mencari solusi bersama.

Tag:  #tanda #kamu #punya #commitment #issue #yang #bisa #merusak #hubungan

KOMENTAR