6 Cara Tulus Memaafkan Orang yang Menyakitimu
Ilustrasi berpelukan(Shutterstock)
07:05
22 Maret 2026

6 Cara Tulus Memaafkan Orang yang Menyakitimu

- Momen Lebaran identik dengan tradisi saling memaafkan. Namun, pada kenyataannya, memaafkan seseorang yang pernah menyakiti hati bukanlah hal mudah.

Tidak sedikit orang yang masih menyimpan luka, bahkan bertahun-tahun, meski sudah mengucapkan “maaf lahir dan batin”. 

Padahal, memaafkan bukan hanya tentang orang lain, tetapi juga tentang kesehatan diri sendiri.

Peneliti psikologi Loren Toussaint menjelaskan, menyimpan dendam dapat membuat seseorang terjebak dalam siklus emosi negatif dan stres.

“Ketika kamu menyimpan dendam, kamu terjebak dalam siklus pikiran berulang, emosi negatif, dan stres,” ujarnya, seperti dikutip Prevention, Sabtu (21/3/2026).

Baca juga: Jangan Simpan Dendam, Ini Pentingnya Memaafkan Menurut Penelitian

Lantas, bagaimana cara memaafkan dengan tulus dan ikhlas? Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan.

6 Cara memaafkan dengan tulus

1. Putuskan untuk memaafkan demi diri sendiri

Langkah pertama adalah membuat keputusan sadar untuk memaafkan. Ini bukan berarti membenarkan kesalahan orang lain, melainkan memilih untuk tidak lagi terjebak dalam rasa sakit.

Toussaint menekankan, memaafkan adalah pilihan pribadi. Kamu tidak perlu menunggu orang lain berubah atau meminta maaf terlebih dahulu.

Dengan mengambil keputusan ini, kamu mengambil kembali kendali atas perasaanmu sendiri. Proses ini membantu kamu berhenti menggantungkan kebahagiaan pada tindakan orang lain.

Baca juga: 10 Hal yang Perlu Kamu Lepaskan agar Hidup Lebih Bahagia dan Seimbang

2. Tentukan tujuan

Sebelum memaafkan, penting untuk memahami tujuanmu. Apakah kamu ingin memperbaiki hubungan atau hanya ingin merasa lebih lega?

Menentukan tujuan membantu mengarahkan proses emosional yang kamu jalani. Dalam banyak kasus, memaafkan tidak selalu berarti kembali menjalin hubungan.

Fokus utamanya adalah melepaskan beban emosional, bukan memaksakan rekonsiliasi yang mungkin justru menyakitkan.

3. Coba lihat situasi secara objektif

Saat disakiti, seseorang cenderung melihat masalah secara emosional dan personal. Padahal, melihat situasi dari sudut pandang ketiga bisa membantu meredakan emosi.

Caranya, tuliskan kejadian yang terjadi secara netral, seolah-olah kamu adalah pengamat. Teknik ini membantu kamu memahami bahwa tidak semua hal terjadi semata-mata untuk menyakiti.

Pendekatan ini juga membuat emosi lebih terkendali, sehingga proses memaafkan terasa lebih ringan dan rasional.

Baca juga: Tak Sekadar Curhat, Ini Manfaat Journaling bagi Kesehatan Mental

4. Latih empati, meski terasa sulit

Memahami alasan di balik tindakan seseorang bisa membantu mengurangi rasa marah. 

Langkah ini tidak berarti membenarkan kesalahan mereka, tetapi mencoba melihat sisi manusiawi dari situasi tersebut.

Psikolog Everett L. Worthington menjelaskan, empati dapat menggantikan emosi negatif dengan perasaan yang lebih positif.

“Pemaafan adalah sesuatu yang dirasakan dari dalam diri. Ini adalah proses membersihkan kebencian dan dendam agar bisa pulih dan melanjutkan hidup,” ungkap dia.

Jika sulit berempati, kamu bisa mengingat momen ketika kamu sendiri pernah dimaafkan oleh orang lain.

Baca juga: Psikolog Sebut Empati Itu Penting, Tapi Jangan Sampai Bikin Lelah Emosional

5. Putuskan perlu atau tidaknya mengungkapkan maaf

Banyak orang berpikir bahwa memaafkan harus disampaikan secara langsung. Padahal, tidak selalu demikian.

Jika situasi tidak memungkinkan atau berisiko menyakiti kembali, memaafkan bisa dilakukan secara internal tanpa harus memberi tahu orang tersebut.

Kalau ingin menyampaikan, gunakan pendekatan yang tenang dan fokus pada perasaan pribadi, bukan menyalahkan.

6. Terima bahwa memaafkan butuh waktu

Memaafkan bukan proses instan. Bahkan, Toussaint menegaskan, pemaafan tidak bisa dipaksakan.

Kamu perlu waktu untuk menerima kejadian, memahami emosi, dan perlahan melepaskan rasa sakit. Tidak apa-apa jika prosesnya berjalan lambat. Yang terpenting adalah konsistensi untuk terus bergerak menuju perasaan yang lebih damai.

Baca juga: 40 Ucapan Lebaran untuk Ibu, Ayah, dan Keluarga, Penuh Makna dan Menyentuh Hati

Memaafkan untuk kesehatan mental dan ketenangan hidup

Para ahli sepakat bahwa memaafkan memiliki dampak besar pada kesehatan mental. Menurut Worthington, kadar hormon stres seperti kortisol bisa meningkat jika seseorang terus menyimpan amarah.

Sebaliknya, memaafkan dapat membantu menurunkan stres, meningkatkan kesehatan emosional, dan membuat hidup terasa lebih ringan.

Momen Lebaran bukan sekadar formalitas meminta maaf, tetapi kesempatan untuk benar-benar melepaskan beban di hati.

Dengan memaafkan secara ikhlas, kamu bukan hanya memperbaiki hubungan dengan orang lain, tetapi juga memberi ruang bagi dirimu untuk hidup lebih tenang dan bahagia.

Baca juga: Jangan Langsung Kirim Pesan Saat Marah, Psikiater Sarankan Tunggu 30 Menit

Tag:  #cara #tulus #memaafkan #orang #yang #menyakitimu

KOMENTAR