Trump: Jika Bukan karena Saya, Israel Tidak Akan Ada Sekarang
- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak anggapan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memanipulasinya untuk melancarkan perang terhadap Iran.
Ia menegaskan, keputusan itu sepenuhnya merupakan keputusannya sendiri.
“Dia menipu saya? Saya yang memulainya,” kata Trump dalam wawancara di "Pod Force One" New York Post, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, serangan itu dilakukan karena AS tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.
Baca juga: Trump Akui Caci Maki Netanyahu, Ungkap Isi Percakapan Telepon
Trump menuturkan, kekhawatirannya terhadap program nuklir Iran sudah ada sejak masa jabatan pertamanya ketika ia menarik diri dari kesepakatan nuklir tahun 2015.
Kesepakatan itu dinegosiasikan dengan Iran di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama.
“Itu berkaitan dengan Israel karena mereka mungkin akan menjadi pihak pertama yang terkena dampaknya. Percayalah, jika bukan karena saya, Israel tidak akan ada sekarang,” tegas Trump.
Baca juga: Usai Ribut dengan Netanyahu, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Akui berselisih dengan Netanyahu
Trump mengakui adanya perselisihan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Ia bahkan dilaporkan memaki sekutu dekatnya itu dengan kata-kata kasar.
"Anda berkata, 'Apakah Anda gila? Apa yang Anda lakukan? Saya membantu Anda agar tidak masuk penjara.' Benarkah itu? Apakah Anda berbicara kepadanya dengan kata-kata seperti itu?" tanya pewawancara, dikutip dari AFP, Rabu.
"Ya. Saya sedikit terganggu dengan perselisihannya yang terus-menerus dengan Lebanon. Aku bilang, 'Bibi (panggilan Netanyahu), kita harus menghentikan ini'," sambungnya.
Baca juga: Sekutu AS Ini Tak Mau Jauhi Iran, Didesak Trump Pilih Kubu
Ia mengaku khawatir hal itu akan merusak pembicaraan dengan Teheran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, seperti dilaporkan Axios.
Perselisihan tersebut semakin menggarisbawahi hubungan yang goyah antara dua sekutu yang memulai perang dengan melancarkan serangan terhadap Iran.
Usai berselisih dengan Netanyahu, Trump mengutarakan keinginannya untuk bertemu dengan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
"Saya ingin bertemu dengannya, dan kami mungkin akan bertemu suatu saat nanti, tergantung bagaimana semuanya berjalan," kata Trump.
Baca juga: Iran Murka Usai Serangan AS, Ancam Gempur dengan Rudal
Iran hentikan perundingan dengan AS
Sementara, Iran menghentikan semua dialog dan negosiasi dengan mediator AS, buntut serangan Israel di Lebanon.
Kabar mengenai penghentian proses komunikasi diplomasi ini dilaporkan oleh kantor berita Iran, Tasnim, yang bersumber langsung dari pernyataan tim perunding mereka.
"Mengingat kejahatan berkelanjutan rezim Zionis (Israel) di Lebanon dan mengingat bahwa Lebanon adalah salah satu prasyarat untuk gencatan senjata, dan gencatan senjata ini sekarang dilanggar di semua lini, termasuk Lebanon, tim perunding Iran menangguhkan dialog dan pertukaran teks melalui mediator," lapor Tasnim.
Sebagai prasyarat mutlak untuk melanjutkan kembali roda perundingan, Iran menuntut penghentian segera semua operasi militer Israel, baik di Jalur Gaza maupun Lebanon.
Tag: #trump #jika #bukan #karena #saya #israel #tidak #akan #sekarang