Pakistan Kirim Pasukan Militer Besar-besaran ke Arab Saudi, Ada Perjanjian Rahasia
Tentara Pakistan berpatroli di pos perbatasan Chaman yang memisahkan negara itu dengan Afghanistan, Jumat (27/2/2026). Perang Pakistan-Afghanistan pecah pada hari itu setelah pasukan Islamabad membombardir Kabul lewat serangan udara.(AFP/ABDUL BASIT)
12:36
19 Mei 2026

Pakistan Kirim Pasukan Militer Besar-besaran ke Arab Saudi, Ada Perjanjian Rahasia

- Pakistan dilaporkan menerjunkan kekuatan militer besar-besaran ke Arab Saudi. Pengerahan ini mencakup ribuan tentara, satu skuadron jet tempur, dan sistem pertahanan udara. 

Langkah ini diambil di bawah pakta pertahanan bersama, mengintensifkan kerja sama militer kedua negara meskipun di sisi lain Islamabad bertindak sebagai mediator utama dalam perang Iran.

Berdasarkan informasi dari tiga pejabat keamanan dan dua sumber pemerintah, pengerahan ini melibatkan kekuatan tempur yang signifikan, sebagaimana dilansir Reuters, Senin (18/5/2026). 

Baca juga: Demi Amankan Stok Energi, Irak dan Pakistan Izin ke Iran untuk Lewati Selat Hormuz

Tujuannya adalah untuk mendukung militer Arab Saudi jika kerajaan tersebut kembali mendapat serangan.

Reuters melaporkan, aset militer yang dikirim oleh Pakistan tersebut telah dikirim Pakistan awal April lalu.

Salah satu aset yang dikirim adalah 8.000 pasukan yang dikirim dengan komitmen untuk menambah lebih banyak pasukan jika diperlukan.

Pakistan juga mengurum satu skuadron jet tempur yang terdiri atas sekitar 16 pesawat, mayoritas merupakan jet tempur JF-17 hasil kerja sama Pakistan dengan China.

Di samping itu, slamabad juga mengerahkan dua skuadrone drone dan sistem pertahanan udara HQ-9.

Semua peralatan militer ini dioperasikan langsung oleh personel Pakistan, namun seluruh biayanya didanai oleh pihak Arab Saudi.

Baca juga: Pakistan Bantah Tuduhan Lindungi Pesawat Iran, Tegaskan Islamabad Netral

Pakta pertahanan rahasia dan "payung nuklir"

Pengerahan berskala besar ini merupakan bagian dari perjanjian pertahanan rahasia yang ditandatangani tahun lalu. 

Meskipun poin-poin penuh dari kesepakatan tersebut bersifat rahasia, kedua belah pihak menyatakan bahwa pakta ini mewajibkan Pakistan dan Arab Saudi untuk saling membela jika salah satu dari mereka diserang.

Salah satu sumber pemerintah yang telah melihat teks pakta pertahanan rahasia tersebut mengungkapkan, perjanjian ini membuka peluang pengerahan hingga 80.000 tentara Pakistan ke Arab Saudi.

Hal tersebut diperlukan untuk membantu mengamankan perbatasan kerajaan bersama pasukan Arab Saudi.

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif sebelumnya juga sempat mengisyaratkan bahwa perjanjian ini menempatkan Arab Saudi di bawah "payung nuklir" Pakistan. 

Selain pasukan darat dan udara, dua pejabat keamanan menyebutkan bahwa kesepakatan ini juga melibatkan pengerahan kapal perang Pakistan.

Akan tetapi, belum dapat dipastikan apakah kapal-kapal tersebut sudah tiba di Arab Saudi.

Baca juga: Pakistan Diam-diam Lindungi Pesawat Iran saat Perang, Main Dua Kaki?

Peran ganda Pakistan

Komposisi militer yang dikirim menunjukkan bahwa misi Pakistan jauh dari sekadar misi simbolis. 

Dua pejabat keamanan menyatakan bahwa personel militer dan angkatan udara yang dikirim selama perang Iran ini utamanya akan menjalankan peran penasihat dan pelatihan. 

Kendati demikian, pengerahan ini menambah jumlah ribuan tentara Pakistan dengan peran tempur yang sudah ditempatkan di sana berdasarkan perjanjian sebelumnya.

Langkah militer ini awalnya dilakukan setelah serangan Iran menghantam infrastruktur energi penting Arab Saudi dan menewaskan seorang warga negara Saudi. 

Baca juga: India-Pakistan Setahun Setelah Perang 90 Jam, Damai atau Tunggu Konflik Baru?

Serangan tersebut sempat memicu kekhawatiran bahwa Arab Saudi akan membalas secara besar-besaran dan memperluas konflik.

Belakangan diketahui, Arab Saudi sempat meluncurkan sejumlah serangan rahasia ke Iran sebagai aksi balasan.

Namun, situasi berkembang sebelum Islamabad muncul sebagai mediator utama dalam perang tersebut. 

Pakistan sukses membantu memediasi gencatan senjata antara Washington dan Teheran yang telah bertahan selama enam minggu terakhir. 

Baca juga: Iran Kirim Proposal Baru ke AS via Pakistan, Aktifkan Pertahanan Udara

Jet tempur JF-17 Thunder Pakistan buatan China saat terbang dalam parade militer di Islamabad, 23 Maret 2018.AFP/AAMIR QURESHI Jet tempur JF-17 Thunder Pakistan buatan China saat terbang dalam parade militer di Islamabad, 23 Maret 2018.

Islamabad bahkan menjadi tuan rumah bagi satu-satunya putaran pembicaraan damai AS-Iran sejauh ini, meskipun rencana putaran berikutnya sempat dibatalkan oleh kedua belah pihak.

Hubungan militer dan ekonomi antara Pakistan dan Arab Saudi pun juga bukanlah hal baru.

Pakistan memiliki sejarah panjang dalam memberikan dukungan militer kepada Arab Saudi, termasuk pelatihan dan penempatan penasihat militer. 

Sebaliknya, Riyadh berulang kali turun tangan untuk memberikan bantuan finansial kepada Islamabad setiap kali Pakistan menghadapi krisis ekonomi.

Hingga saat ini, pihak militer dan kementerian luar negeri Pakistan, serta kantor media pemerintah Arab Saudi, belum memberikan tanggapan resmi terkait pengerahan pasukan tersebut.

Baca juga: AS-Iran Negosiasi via Telepon, Trump Enggan Terbang 18 Jam ke Pakistan

Tag:  #pakistan #kirim #pasukan #militer #besar #besaran #arab #saudi #perjanjian #rahasia

KOMENTAR