Jelang Kemungkinan Berakhirnya Perang, AS dan Iran Makin Hati-hati
- Iran tengah meninjau proposal baru Amerika Serikat (AS) yang bertujuan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Para pejabat dari kedua belah pihak dikabarkan mengisyaratkan optimisme yang hati-hati bahwa negosiasi mungkin akan menghasilkan nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali pembicaraan diplomatik yang lebih luas.
Dilansir Gulf News, Kamis (7/5/2026), para pejabat Iran membenarkan bahwa mereka sedang mempelajari proposal tersebut.
Namun mereka mengindikasikan bahwa masih ada perbedaan pendapat besar yang belum terselesaikan.
Baca juga: Trump Klaim Iran Setuju untuk Tidak Memiliki Senjata Nuklir
Iran menentang penghentian pengayaan uranium
Teheran menentang tuntutan penghentian total pengayaan uranium dan mengaitkan setiap penyelesaian yang lebih luas dengan pembukaan kembali Selat Hormuz dan pelonggaran sanksi.
Para negosiator dilaporkan sedang membahas dokumen kerangka kerja singkat, yang dilaporkan berupa memorandum satu halaman berisi sekitar 14 poin.
Dokumen tersebut dapat berfungsi sebagai dasar untuk gencatan senjata, pencabutan sanksi, dan negosiasi di masa mendatang, termasuk mengenai aktivitas nuklir Iran dan isu-isu keamanan regional.
"Usulan Amerika masih ditinjau oleh Iran dan setelah selesai, Iran akan memberitahukan pendapatnya kepada pihak Pakistan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, kepada Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA).
Baca juga: Eskalasi UEA Vs Iran: Dilema Keamanan yang Sukar Diurai
Trump sebut pembicaraan dengan Iran ada kemajuan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berpidato di Verst Logistics, Kota Hebron, Negara Bagian Kentucky, 11 Maret 2026.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Teheran telah mengalami kemajuan signifikan selama sehari terakhir.
“Pembicaraan yang sangat baik” telah berlangsung dalam 24 jam terakhir, kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
Dia menambahkan bahwa kesepakatan masih “sangat mungkin,” seraya menegaskan bahwa “tidak pernah ada tenggat waktu” bagi Iran untuk merespons.
Meskipun sebelumnya Washington telah memperingatkan bahwa tekanan militer dapat dilanjutkan jika diplomasi terhenti.
Media AS Axios, mengutip sumber yang mengetahui negosiasi tersebut, melaporkan bahwa kedua belah pihak "lebih dekat dengan kesepakatan dibanding sebelumnya" sejak konflik dimulai pada 28 Februari.
Baca juga: Trump: Jika Harga Minyak Capai 200 Dollar AS, Perang Iran Tetap Sepadan
Kemungkinan kompromi dalam kesepakatan AS-Iran
Salah satu kompromi yang dibahas adalah membatasi sementara pengayaan uranium Iran sambil memungkinkan pelonggaran sanksi secara bertahap dan pelepasan aset Iran yang dibekukan.
Namun, ada beberapa poin penting yang menjadi kendala. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersikeras bahwa setiap kesepakatan harus menghilangkan persediaan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran.
Sementara kelompok garis keras Teheran telah memperingatkan terhadap apa yang mereka sebut sebagai tekanan untuk "menyerah."
Baca juga: Iran Bantah Tuduhan Trump soal Serangan ke Kapal Korsel di Selat Hormuz
Sebelumnya, AS dan Iran dilaporkan semakin dekat mencapai kesepakatan awal berupa memorandum singkat untuk mengakhiri konflik yang disebut sebagai “perang Iran”.
Dikutip dari Kompas.com, Kamis (6/5/2026), Trump disebut tengah menyederhanakan sejumlah isu dalam perundingan damai agar kelompok moderat di tubuh pemerintahan Iran bisa kembali ke meja negosiasi.
Di sisi lain, Gedung Putih menerima laporan positif dari mediator Pakistan pada Selasa bahwa pihak Iran mulai bergerak ke arah kompromi.
Tag: #jelang #kemungkinan #berakhirnya #perang #iran #makin #hati #hati