Iran Serang Fasilitas Energi Arab Saudi, Targetkan Perusahaan AS
- Iran telah menyerang kompleks petrokimia Jubail di Arab Saudi, jantung sektor energi hilir, kata Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Selasa (7/4/2026).
Jubail merupakan kota industri yang menjadi lokasi usaha patungan besar-besaran antara raksasa minyak yang didukung negara, Saudi Aramco, dan anak perusahaan petrokimianya, SABIC, serta perusahaan-perusahaan energi besar Barat.
Menurut laporan Al Jazeera, Selasa (7/4/2026), IRGC mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan balasan atas serangan Israel sebelumnya terhadap fasilitas petrokimia milik Iran.
Baca juga: Israel Serang Pabrik Petrokimia Terbesar Iran, Klaim Tak Lagi Berfungsi
Para pejabat Iran telah berulang kali memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap pembangkit listrik dan jembatan Iran akan dibalas dengan serangan serupa terhadap infrastruktur di seluruh kawasan Teluk.
IRGC menyatakan bahwa mereka menargetkan perusahaan-perusahaan Amerika Sertikat (AS) di Jubail dengan rudal dan drone, termasuk Sadra, ExxonMobil, dan Dark Chemical.
Pasukan itu juga mengatakan telah menargetkan kompleks petrokimia di Juaymah milik perusahaan AS Shourdan Phillips dengan rudal jarak menengah dan drone.
Baca juga: Jelang Tenggat Waktu Trump, AS-Israel Kembali Serang Pulau Kharg Iran
Serangan di Jubail jadi balasan ledakan di Asaluyeh
Dilansir Reuters, Selasa (7/4/2026), IRGC mengatakan bahwa serangan itu merupakan respons atas serangan yang menghantam pabrik petrokimia Asaluyeh Iran.
Belum jelas fasilitas mana yang terkena serangan di Arab Saudi. Rekaman video yang diverifikasi oleh Reuters menunjukkan asap dan api membubung dari arah Jubail.
IRGC menyatakan bahwa mereka secara efektif menargetkan kompleks Sadara dengan rudal jarak menengah dan beberapa drone bunuh diri.
Baca juga: Iran Serang Sektor Air dan Energi Teluk, UEA-Bahrain-Kuwait Kena
Lokasi itu merupakan sebuah usaha patungan senilai 20 miliar dollar AS (Rp 341 triliun) antara Aramco dan Dow, serta fasilitas lain di Jubail termasuk salah satu milik ExxonMobil.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi sebelumnya mengatakan bahwa pertahanan udara mencegat dan menghancurkan tujuh rudal balistik yang diluncurkan ke arah wilayah timur kerajaan. Puing-puing dari rudal yang dicegat jatuh di dekat fasilitas energi.
Sementara itu, Aramco menolak berkomentar mengenai laporan serangan di Jubail dan Juaymah.
Begitu pula Kantor Komunikasi Pemerintah Saudi dan SABIC yang tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
Baca juga: Ultimatum Trump ke Iran: Seluruh Peradaban Akan Mati Malam Ini
Israel serang fasilitas petrokimia terbesar Iran
Sebuah foto menunjukkan pemandangan umum fase 17-18 dari fasilitas ladang gas South Pars di kota pelabuhan Assaluyeh di selatan Iran, di tepi Teluk Persia, pada 19 November 2015.
Sebelumnya, Israel telah melakukan serangan dahsyat terhadap kompleks petrokimia terbesar Iran, pada Senin (6/4/2026).
"Militer baru saja melakukan serangan dahsyat terhadap fasilitas petrokimia terbesar Iran, yang terletak di Asaluyeh, target utama yang bertanggung jawab atas sekitar 50 persen produksi petrokimia negara itu", kata Menteri Pertahanan Israel dalam pernyataan video dilansir AFP, Senin (6/4/2026).
Sebelum itu, Israel juga melakukan serangan serupa terhadap Zona Khusus Petrokimia Mahshahr di provinsi Khuzestan barat daya pada Sabtu (4/4/2026).
Baca juga: Qatar Beri Sinyal Serangan Besar AS ke Iran, Sebut Situasi Hampir Lepas Kendali
“Saat ini, kedua fasilitas tersebut, yang secara bersama-sama menyumbang sekitar 85 persen dari ekspor petrokimia Iran, telah dinonaktifkan dan tidak lagi berfungsi,” jelas Katz.
“Ini merupakan pukulan ekonomi yang berat senilai puluhan miliar dolar bagi rezim Iran,” sambungnya.
Dalam beberapa hari terakhir, Israel diketahui telah menargetkan sektor-sektor industri utama milik Iran sebagai bagian dari kampanye militer.
Tag: #iran #serang #fasilitas #energi #arab #saudi #targetkan #perusahaan